ARASVARA.ID - Pernahkah kamu merasa bosan dengan balasan chat dari pasangan atau teman dengan kata "oke", "iya" yang dikenal dengan istilah dry text? Kebiasaan ini tentunya sangat mengganggu hingga membuat tidak ingin berkomunikasi lagi.
Biasanya seseorang yang membalas pesan dengan singkat dan minim usaha akan terjadi percakapan yang terasa hambar hingga hilangnya antusiasme.
Artikel ini akan membahas tentang penyebab dry text menurut ahli psikologis yang bisa berdampak pada hubungan serta cara mengatasinya.
Baca Juga: Apa Itu Dry Text? Kenali Arti, Cirinya dengan Jelas!
Apa Itu Dry Text?
Menurut Texting Etiquette, dry text merupakan kebiasaan menulis pesan yang singkat terkadag dianggap tidak sopan.
Istilah ini lahir pertama kali melalui TikTok sejak tahun 2023 yang menampilkan beberapa contoh percakapan dry text.
Biasanya seseorang cenderung menutup ruang percakapan untuk bisa berkembang lebih jauh.
Penyebab Dry Text
Melansir dari berbagai sumber Psikologis, terdapat beberapa penyebab seseorang menjadi dry text:
1. Sedang Sibuk
Menilik informasi dari LMFT, penyabab paling umum terjadi lantaran kurangnya waktu hingga memungkinkan seseorang membalasnya dengan singkat.
Hal tersebut biasanya memang karena waktu sibuk dan tidak sempat menambahkan nuansa lain dalam pesan atau merasa yang penting dibalas.
2. Lebih Nyaman Berkomunikasi Langsung
Menurut Briana Paruolo, LCMHC, tidak semua orang nyaman mengekspresikan diri melalui pesan yang dikirim secara virtual.
Seseorang yang membalas pesan dengan dry text cenderung mencerminkan dirinya sendiri.
Biasanya seseorang menyukai ketika berinteraksi secara langsung atau tatap muka ketimbang melalui pesan singkat.
3. Gaya Komunikasi
Melansir MasculineSynergy, perbedaan komunikasi antarindividu juga berperan terhadap preferensi dan ekspektasi.
Biasanya orang akan menganggap tidak sesuai dengan komunikasi yang diinginkan.
Alhasil timbul dry text yang diberikan melalui pesan singkat yang dikirim melalui virtual.
4. Kecemasan Sosial
Rasa cemas saat berkomunikasi bisa memicu balasan singkat sebagai batasan yang dimiliki.
Sejumlah orang yang dry text umumnya memiliki kecemasan sosial atau takut salah ketika berbicara.
Dengan begitu, mereka akan meminimalisir kesalahan dengan menjawab pesan seadanya saja.
5. Menjaga Jarak
Biasanya seseorang yang dry text itu menjaga jarak dari lawan bicara yang dilakukannya.
Dengan begitu, seseorang akan membalas pesan dengan singkat lantaran sengaja agar lawan bicara risih.
Dampak Dry Text dalam Hubungan
Melansir dari Rumie, kebiasaan dry text memiliki efek nyata membuat pasangan frustasi.
Meski tidak ada niat seperti itu, pihak lain biasanya merasa kurang penting dan percakapan akan membuat kehilangan topik.
Terlebih, ketika sebuah teks bisa dimaknai apa saja, pikiran cenderung tidak tenang hingga menemukan jawaban dan penelitian soal kecemasan sosial.
Cara Mengatasi Dry Text
Melansir dari berbagai sumber, ini cara mengatasi dry text:
Jangan balas dengan dry text
Ajukan pertanyaan terbuka
Tambahkan energi lewat emoji
Perhatikan Pola
Pindahkan percakapan melalui bertemu langsung
Bicara secara terbuka jika merasa terganggu
Kesimpulan
Dry text muncul lantaran beberapa hal mulai dari sibuk, gaya komunikasi singat hingga kecemasan sosial.
Kamu tidak perlu terlalu terburu-uru menyimpulkan makna di balik satu balasan pesan singkat.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id
