ARASVARA.ID - Melihat pencapaian milik orang lain, baik melalui media sosial atau secara langsung, membuat kepercayaan diri berkurang. Bisa jadi hal tersebut muncul karena memiliki impostor syndrome.
Biasanya, mereka cenderung menampik potensi dalam dirinya. Setiap keberhasilan dianggap sebagai sebuah kebetulan saja.
Apabila terjadi terus-menerus mampu mengurangi kepercayaan diri, sehingga merasa sebagai sosok yang tidak kompeten dalam menangani suatu proyek atau tugas.
Apa Itu Impostor Syndrome?
Impostor syndrome merupakan kondisi psikologis yang membuat seseorang memandang dirinya sebagai individu kurang kompeten, sehingga merasa tidak pantas dan menampik setiap pencapaian yang berhasil diraih.
Seseorang yang mengidap syndrome ini sering menganggap pencapaian yang diraihnya hanyalah kebetulan semata sehingga tidak memiliki arti apapun dalam hidupnya.
Kondisi ini mampu mengikis rasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya.
Istilah ini sudah ada sejak tahun 1970 yang diperkenalkan pertama kalo oleh dua psikolog ternama, yaitu Pauline Clance dan Suzanne Imes.
Pada awalnya, mereka menemukan kasus tersebut melalui penelitian yang dilakukan kepada perempuan berprestasi tinggi.
Namun, seiring berjalannya waktu, baru diketahui bahwa syndrome tersebut bisa menyerang siapapun tanpa memandang gender manusia.
Menariknya, gejala tersebut terletak pada cara pandang dan penilaian terhadap nilai diri bukan kemampuan yang dimiliki.
Sehingga penderita tidak mampu melihat prestasi yang ada pada dirinya dan diselimuti dengan perasaan takut seta ketidak mampuan yang menipu.
Apa Saja Ciri-Ciri Impostor Syndrome?
1. Meragukan Diri Sendiri
Pola pikir dan pandangan yang meragukan kemampuan, minat, bakat, dan kemampuan diri sendiri. Sehingga setiap pencapaian seperti tidak memiliki makna.
2. Perfeksionisme Berlebihan
Mempunyai standar yang sangat tinggi pada dirinya, sehingga setiap ada ekspektasi yang tidak terpenuhi membuatnya merasa gagal, meski sudah berusaha semaksimal mungkin.
3. Sulit Menerima Apresiasi
Syndrome ini membuatnya sulit menerima apresiasi, karena dalam pandangannya pencapaian yang diraih hanyalah kebetulanbukan dari hasil usahanya.
4. Menghindari Tantangan
Cenderung menghindari tantangan karena takut gagal dan mengecewakan. Jadi, mereka lebih memilih berada di zona nyaman semi menghindari perasaan tersebut.
5. Membandingkan Diri
Sering membandingkan diri sendiri dengan pencapaian yang diperoleh orang lain, meski sebenarnya kemampuan yang dimiliki setara.
Bagaimana Cara Mengatasi Impostor Syndrome?
Melansir dari akun @Punianjungsari, beliau membagikan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi impostor syndrome, yaitu sebgaia berikut:
1. Validasi Perasaan
Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu menerima perasaan yang ada dalam diri sendiri. Hal ini penting dilakukan agar membuka pikiran dan pandangan terhadap diri sendiri.
Dengan begitu, kamu akan menyadari bahwa banyak orang yang sering merasa kurang, hanya saja mereka tidak melabeli dirinya dengan perasaan tersebut.
2. Rayakan Keberhasilan
Kamu bisa mencatat atau journaling setiap pencapaian yang telah diraih. Hal ini dilakukan agar pandangan terhadap diri sendiri tidak mudah dimanipulasi oleh alam bawah sadar.
3. Tetapkan Tujuan
Dengan menetapkan tujuan, mampu membantu membuat kamu fokus pada arah hidup yang dituju dan merasa cukup. Sehingga tidak terus-menerus berusaha menjadi sosok yang sempurna.
4. Punya Growth Mindset
Mempunyai pemikiran yang berkembang atau growth mindset membantu seseorang cenderung mengambil pelajaran dari pengalaman hidupnya. Bukan menyalahkan diri sendiri sebab ketidaktahuan terhadap suatu hal.
5. Bangun Support System
Cari lingkungan yang mampu mendukung dan memvalidasi setiap keberhasilan dalam proses perjalanan hidup. Sehingga membantu mengurangi perasaan terisolasi dan meningkatkan kepercayaan diri.
Impostor syndrome dapat membuat seseorang terus meragukan kemampuan diri sendiri meskipun telah berhasil mencapai berbagai pencapaian.
Penting untuk mengenali pikiran dan perasaan yang muncul serta mengingat kembali berbagai kemampuan dan pencapaian yang telah diraih.
