ARASVARA.ID - Banyaknya perusahaan yang lebih memilih kandidat dengan berpengalaman membuat sebagian orang berpikir "mending kuliah atau kursus? mana yang lebih efektif untuk karier?".
Pemikiran tersebut timbul dari keresahan orang-orang yang baru saja lulus pendidikan formal, baik jenjang SMA maupun sarjana. Daya saing kerja semakin meningkat saat ini.
Pasalnya, ijazah pendidikan formal jenjang tinggi saja tidak cukup untuk dilirik oleh rekruter atau HRD di berbagai perusahaan.
Apa Perbedaan Kuliah dan Kursus?
Kuliah merupakan pendidikan formal jenjang tinggi yang berlangsung selama tiga atau empat tahun, bahkan bisa lebih lama dari itu, dan diakhiri dengan gelar akademik resmi.
Pada saat kuliah, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori seperti di bangku sekolah, melainkan diharuskan juga untuk mengaplikasikan ilmu mereka dalam kehidupan sehari-hari atau bidang profesional yang relevan.
Tidak hanya itu, kuliah juga membentuk pola pikir analitis sehingga mampu membuat seseorang memiliki pemikiran yang kritis dan berpikir jangka panjang.
Sikap tersebut sangat dibutuhkan dan menjadi pondasi kuat dalam dunia kerja. Pasalnya, dalam menangani suatu permasalahan memerlukan problem solving yang baik.
Sementara itu, kursus merupakan pelatihan yang terfokus pada suatu bidang keterampilan dan dilaksanakan dalam waktu singkat.
Tujuan adanya lembaga pendidikan tersebut yaitu mengasah skill secara spesifik yang dipraktekkan langsung dalam dunia kerja.
Jadi, perbedaan keduanya tidak hanya terletak dalam durasi belajar saja, tetapi dalam pembentukkan pola pikir manusia.
Keduanya dibutuhkan dalam dunia kerja untuk menunjang jalannya karier jangka panjang.
Apa Saja Kelebihan Kuliah untuk Menunjang Karier?
1. Syarat Wajib untuk Profesi
Terdapat beberapa bidang pekerjaan yang mensyaratkan kuliah sebagai langkah awal untuk membangun karier, seperti dokter, pengacara, arsitektur, dan lain sebagainya.
Gelar formal yang diperoleh dari lembaga tersebut merupakan keharusan untuk menempuh jalur pada bidang pekerjaan tertentu.
Pasalnya, bidang tersebut membutuhkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi khusus yang diperoleh melalui pendidikan formal jenjang tinggi.
2. Kredibilitas dalam Karier
Banyak perusahaan yang menjadikan ijazah tingkat sarjana sebagai syarat administrasi untuk bergabung di dalamnya, baik perusahaan multinasional maupun instansi pemerintahan.
Tidak heran jika banyak orang yang berusaha menempuh jalur tersebut untuk menunjang keberlangsungan karier mereka.
3. Teori Mendalam
Di bangku perkuliahan, mahasiswa diajarkan berbagai konsep dalam menyelesaikan masalah, mulai dari riset, berpikir analitis, hingga praktek atas pengetahuan mereka.
Pemahaman tersebut dibutuhkan saat bekerja agar mudah beradaptasi pada budaya dan sistem perusahaan serta menangani masalah dengan baik.
4. Memperluas Relasi
Relasi yang terbentuk selama kuliah mampu membantu membuka peluang karier dan bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Momen ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk membangun karier yang stabil dan koneksi kuat.
5. Mengembangkan Soft Skill
Pada pembelajaran di kampus, mahasiswa ditugaskan untuk presentasi, organisasi, kerja kelompok, hingga kepanitiaan agar terbiasa berkomunikasi dengan orang lain.
Dengan begitu, kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kerja sama tim dapat meningkat selama berkuliah, sehingga mereka terbiasa di tempat kerja nanti.
Apa Saja Kelebihan Kursus untuk Menunjang Karier?
1. Melatih Keterampilan Secara Cepat
Tujuan utama mengikuti kursus yaitu melatih keterampilan khusus yang akan digunakan dalam pekerjaan.
Waktu penyelenggaraan juga tergolong cepat sehingga kemampuan tersebut bisa langsung digunakan dalam dunia kerja.
2. Biaya Terjangkau
Dibanding biaya kuliah yang harus dikeluarkan dalam jumlaah besar serta memakna waktu lebih lama, kursus menjadi lebih ramah di kantong, bahkan banyak yang diselenggarakan secara gratis atau bersubsidi.
3. Relevan dengan Industri Kerja
Kursus terfokus pada bidang kerja tertentu serta banyak tugas berbasis proyek sehingga bisa diaplikasikan langsung dalam pekerjaan.
Terlebih lagi, bagi bidang kerja yang bergerak secara cepat seperti digital marketing, UI/UX, content creation, dan lain sebagainya.
4. Dinilai dari Portofolio
Banyak startup dan perusahaan yang lebih peduli dengan hasil kerja nyata melalui portofolio. Hal ini justru membuat perusahaan lebih yakin untuk merekrut kandidat tersebut.
5. Fleksibel
Mempermudah orang yang ingin pindah karier ke bidang baru karena tidak perlu belajar dari nol dan waktu relevan singkat.
Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih?
1. Bidang yang Dituju
Setiap orang yang ingin melangkah pada suatu bidang pekerjaan perlu memeriksanya persyaratan yang berlaku.
Apabila pekerjaan tersebut lebih membutuhkan pendidikan formal jenjang tinggi, kuliah menjadi pilihan yang utama.
Sementara itu, jika bidang yang dituju cukup dengan keterampilan saja, kursus bisa jadi pilihan yang relevan.
2. Kondisi Kehidupan
Kuliah membutuhkan biaya lebih besar dan rentang waktu yang cukup lama. Jadi, apabila terdapat keterbatasan, kursus bisa menjadi solusi.
3. Rencana Jangka Panjang
Tentukan rencana karier jangka panjang serta kebutuhan yang menunjang pekerjaan tersebut.
Kuliah atau Kursus, Mana yang Lebih Efektif untuk Karier?
Tidak ada jawaban mutlak yang berlaku untuk semua orang. Efektivitas kuliah atau kursus tergantung pada tujuan dan bidang karier yang ingin ditempuh serta kondisi masing-masing orang.
Apabila kamu ingin bekerja pada bidang profesional yang membutuhkan aturan ketat secara hukum, kuliah menjadi jalan yang harus dilalui.
Sementara itu, jika ingin terjun ke dunia industry kreatif atau digital yang mengharuskan adanya portofolio, kursus menjadi alternatif.
Di era ini, banyak perusahaan yang lebih tertarik dengan kemampuan kandidat. Jadi, perlu mengasah keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang pekerjaan yang dituju.