ARASVARA.ID - Banyak orang mulai mengalami kebiasaan menggunakan gadget secara berlebihan, salah satunya melalui perilaku doomscrolling.
Bahkan, penggunaan ponsel kerap dilakukan di sela-sela aktivitas yang sebenarnya tidak berkaitan dengan perangkat tersebut, seperti makan, beristirahat, atau menghabiskan waktu bersama orang lain.
Sebagian orang tidak sadar jika doomscrolling bisa menguras energi sehingga tubuh sering merasa lelah meski minim aktivitas gerak.
Apa Itu Doomscrolling?
Doomscrolling merupakan kebiasan menggulir atau scroll layar ponsel secara terus-menerus di media sosial, terutama konten yang bersifat negatif, menyedihkan, atau menakutkan.
Pasalnya, jenis konten tersebut mampu meningkatkan kekhawatiran dan kecemasan pada diri manusia, sehingga bisa menyebabkan kelelahan emosional.
Mengutip dari tulisan Bhakti Sharma dan kawan-kawannya dalam jurnal Technology, mind, and behavior, undefined, tahun 2022, menyatakan "Doomscrolling adalah tindakan terus-menerus mengonsumsi konten online negatif dan menyedihkan, telah mendapatkan perhatian karena dampaknya pada kesejahteraan pengguna dan pemrosesan informasi."
Istilah tersebut merupakan gabungan dari kata "doom" yang berarti malapetaka, dan "scrolling" , menggulir layar. Doomscrolling populer sejak tahun 2019, tepatnya pada saat dunia terkena pandemi COVID-19.
Pada awalnya, setiap orang update di media sosial untuk memantau perkembangan berita mengenai kasus pandemi. Namun, kebiasaan tersebut justru semakin meningkat meski pandemi telah usai, hingga sulit lepas dari layar ponsel.
Apa Penyebab Domscrolling?
1. Bias Negatif Otak Manusia
Secara alami, otak merespon lebih cepat terhadap suatu ancaman atau informasi negatif dibanding sesuatu yang positif. Hal ini terjadi karena otak kita memiliki mekanisme bertahan hidup.
Sehingga, setiap individu akan lebih mewaspadai sesuatu dengan fokus kepada berita buruk.
2. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Terdapat dorongan dalam diri untuk mengetahui suatu hal secara mendalam serta terus mengikuti update terbaru agar tidak tertinggal informasi penting.
3. Algoritma Media Sosial
Setiap platform memang dirancang untuk menampilkan konten yang bersifat emosional agar menarik perhatian pengguna dan betah untuk menggulirnya dalam jangka waktu yang lama.
4. Rasa Kontrol yang Tinggi
Bagi sebagian orang, untuk menghadapi situasi tertentu mereka harus siap dan selalu tahu soal kondisi yang terjadi. Namun, tanpa disadari, sikap tersebut justru menimbulkan kecemasan.
5. Kebosanan atau Stres
Pada umumnya, media sosial menjadi tempat pelarian di kala rasa bosan dan stres menghampiri manusia. Karena, platfrom tersebut menyediakan berbagai konten yang dianggap menarik oleh setiap orang.
Apa Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Doomscrolling?
1. Menghabiskan Waktu
Kebiasaan menggulir layar sering membuat orang lupa waktu. Mereka merasa hanya sebentar berselancar di media sosial, ternyata memakan waktu yang lama di dalamnya.
2. Sulit Berhenti
Saat scroll platfrom cenderung merasa sulit untuk berhenti meski sudah merasa lelah, cemas, atau gangguan emosional lainnya. Bahkan, tidak jarang hanya berpindah platform dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
3. Sering Mengecek HP
Doomscrolling membuat pengguna merasa gelisah jika tidak menatap layar ponsel dalam rentang waktu yang lama. Mereka cenderung terus memeriksa gadget untuk mendapatkan informasi apapun.
Bahkan, salah satu ciri yang cukup spesifik yaitu memeriksa HP saat mau tidur atau baru bangun tidur.
4. Mengabaikan Aktivitas Lain
Saking asyiknya scroll platfrom sosial media, pengguna tanpa sadar mengabaikan atau menunda aktivitas lainnya seperti pekerjaan, istirahat, belajar, hingga kegiatan sosialisasi.
5. Merasa Lelah Setelah Scroll
Mengonsumsi konten negatif dalam rentang durasi yang lama mampu menyerap energi pengguna, sehingga sering kali merasa lelah secara emosional setelah scroll media sosial.
Apa Dampak Doomscrolling bagi Kehidupan Sehari-hari?
1. Kelelahan Mental dan Emosional
Terpapar berita negatif terus-menerus mampu menimbulkan kelelahan mental sehingga mengganggu emosional dalam diri manusia.
"Paparan informasi digital yang berlebihan dapat menurunkan kapasitas atensi dan meningkatkan kelelahan mental."
2. Meningkatkan Kecemasan dan Stres
Informasi negatif yang dikonsumsi secara terus-menerus mampu memicu rasa khawatir terhadap situasi dan kondisi di luar kendali diri sendiri, sehingga bisa menyebabkan stres meningkat.
3. Gangguan Tidur
Banyak orang yang tidak sadar telah menghabiskan waktu lama, bahkan hingga tengah malam. Terkadang sulit tidur nyenyak karena emosi meningkat.
4. Produktivitas dan Konsentrasi Menurun
Saat scroll platfrom sosial media, setiap orang cenderung fokus pada hal tersebut, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk aktivitas produktif lainnya menjadi terhambat.
Selain itu, konsentrasi juga bisa menurun. Mengutip dari penelitian Price dan kawan-kawan dalam jurnal Computers in Human Behavior, vol. 130, menyatakan bahwa "Doomscrolling juga berpotensi mengganggu fungsi kognitif yang penting dalam aktivitas belajar."
5. Berkurangnya Interaksi Sosial Secara Langsung
Banyak orang yang merasa nyaman interaksi lewat media sosial, sehingga sosialisasi dan bonding dengan lingkungan sekitar di dunia nyata berkurang. Tidak heran jika kasus loneliness semakin meningkat.
Bagaimana Cara Mengatasi Doomscrolling?
1. Sadar Terhadap Pola
Kesadaran merupakan langkah awal untuk memberhentikan kebiasaan tersebut. Kamu perlu memperhatikan pola saat menggulir ponsel agar mengetahui kapan waktunya harus berhenti dan melepas gadget.
2. Batasi Waktu
Kamu bisa memanfaatkan fitur pengingat waktu layar yang tersedia dalam smartphone. Sehingga dapat mengontrol durasi penggunaan gadget.
3. Alihkan pada Aktivitas Lain
Ketika rasa ingin bermain gadget meningkat, kamu bisa mengalihkannya kepada kegiatan lain, seperti jalan kaki, membaca buku, atay mengobrol dengan orang sekitar.
Melalui berbagai informasi yang sudah dipaparkan, kita bisa mengurangi kebiasaan scroll layar yang berlebihan. Karena, terdapat berbagai dampak negatif bagi diri sendiri, mulai dari kesehatan fisik hingga mental.
