ARASVARA.ID - Sebagian masyarakat Nusantara mempunyai kepercayaan bahwa hari Rabu Wekasan, hari Rabu terakhir pada bulan safar, menjadi waktu diturunkannya berbagai macam musibah. Sehingga mereka menggelar tradisi untuk memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pada umumnya, masyarakat mengadakan doa bersama di masjid, musholla atau tempat perkumpulan yang ada di desa mereka. Selain itu, mereka juga bersedekah kepada tetangga sekitar dengan memberikan makan atau sebagian harta yang dimilikinya.
Kegiatan tersebut selaras dengan pernyataan yang disampaikan oleh Al-Allamah Assyaikh Addairabi dalam kitab Mujarrabat yaitu "Dalam satu tahun turun 320.000 bala yang akan turun dan semuanya ada di hari Rabu akhir bulan Safar. Sungguh hari itu adalah hari terberat dalam setahun, maka demi mendapatkan keselamatan dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan berbagai macam ibadah dan ketaatan".
Amalan Ibadah Hari Rabu Wekasan Assyaikh Addairabi dalam Kitab Mujarrabat
1. Membaca Surah Yasin
Surah Yasin merupakan salah satu surah dalam Al-Quran yang memiliki banyak manfaat, diantaranya diberikan kemudahan dalam hidup, menggugurkan dosa, hingga pelindung dari wabah dan bala.
Dengan begitu, dianjurkan untuk membaca surah Yasin pada Rabu Wekasan sebagai bentuk iktiar agar terhindar dari musibah.
Terdapat perbedaan saat membaca surah Yasin pada hari Rabu Wekasan, yaitu Ketika sampai pada ayat ke-58 "سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ", hendaknya dibaca sebanyak 313 kali, kemudian dilanjut sampai ayat terakhir.
Setelah selesai, disarankan untuk membaca doa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنَجِّيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin shalaatan tunjiinaa bihaa min jamii‘il ahwaali wal-aafaati, wa taqdhi lanaa bihaa jamii‘al haajaati, wa thuthahhirunaa bihaa min jamii‘is sayyi-aati, wa tarfa‘unaa bihaa ‘indaka a‘lad-darajaati, wa tuballighunaa bihaa aqshal ghaayaati min jamii‘il khairaati fil-hayaati wa ba‘dal mamaati.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, dengan rahmat yang menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, memenuhi segala kebutuhan kami, menyucikan kami dari segala keburukan, mengangkat derajat kami di sisi-Mu setinggi-tingginya, serta menyampaikan kami kepada tujuan-tujuan tertinggi dari segala kebaikan, baik dalam kehidupan maupun setelah kematian.”
2. Shalat Sunah Menolak Bala
Dianjurkan bagi umat Islam melaksanakan shalat sunnah untuk menolak bala sebanyak empat rakaat dengan dua kali salam. Niat shalat sunnah menolak bala yaitu
أُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan lidaf‘il-balā’i rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat salat sunnah dua rakaat untuk menolak bala karena Allah Ta‘ala.”
Kemudian dilanjutkan dengan takbiratul ihram dan membaca surah Al-Fatihah, Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas sebanyak lima kali, serta Al-Falaq dan An-Nas pada setiap rakaat.
Setelah selesai sholat, hendaknya membaca doa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيزُ يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ، اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَامُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ، يَا مَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحُسْنِ وَأَخِيهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيهِ، اكْفِنِي شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيهِ، يَا كَافِي فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ ,وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
3. Membaca Doa Rabu Terakhir Bulan Safar
Dianjurkan bagi umat islam membaca doa penolak bala, mulai dari hari Selasa setelah shalat ashar hingga Rabu sore terakhir pada bulan Safar. Berikut doa yang dapat dibaca pada hari Rabu Wekasan:
اللَّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا شَرَّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَخْرُجُ مِنَ الْأَرْضِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ,وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Allāhummaṣrif ‘annā syarra mā yanzilu minas-samā’i wa mā yakhruju minal-arḍi, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr. Wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah dari kami keburukan segala sesuatu yang turun dari langit dan segala sesuatu yang keluar dari bumi. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga beliau dan para sahabat beliau.”
Selain itu, perbanyaklah berdoa dengan perkara penting, baik urusan dunia maupun akhirat.
4. Bersedekah
Salah satu keutamaan bersedekah yaitu mampu menolak bala. Pernyataan ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW, yaitu sebagai berikut:
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ
Sesungguhnya sedekah itu meredamkan kemurkaan Tuhan dan menolak kematian yang buruk. (HR. Tirmidzi).
Dengan begitu, bersedekah menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan pada hari Rabu Wekasan sebagai bentuk ikhtiar melindungi diri dari musibah.
Amalan-amalan sunnah di atas merupakan anjuran dari Al-Allamah Asy-Syaikh Ad-Dairabi yang dikutip dari kitab Kanzun Najah was Surur karya Syaikh Abdul Hamid Al-Quds. Dengan melakukan berbagai amalan tersebut, merupakan usaha untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari marabahaya yang diturunkan ke muka bumi.