Arasvara.ID - TikTok kembali membuat kolom komentarnya jadi lebih ramai. Lewat fitur baru kolom komentar TikTok, pengguna kini bisa berinteraksi dengan cara yang lebih beragam. Mulai dari kirim pesan suara, buat polling, sampai bagikan beberapa foto sekaligus.

Itu artinya, kolom komentar TikTok saat ini bukan lagi sekadar jadi tempat buat tulis tanggapan singkat di bawah video. Mereka seakan mendorong pengguna agar lebih aktif berinteraksi dan habiskan lebih banyak waktu di percakapan.

Seperti dikutip laporan TechCrunch pada Jumat (4/9), sejumlah fitur yang diperkenalkan mencakup Voice Comments, Polling, Live Photos Comments, dan Photo Carousel Comments.

Sebelumnya, TikTok hanya memungkinkan pengguna mengunggah satu foto dalam komentar. Kini, pengguna bisa memasukkan hingga sembilan foto sekaligus. Konsep penggunaan foto dalam beberapa slide ini juga mengingatkan pada fitur baru Instagram MultipleCaptions yang memungkinkan pengguna memberikan caption berbeda pada setiap slide.

Voice Comments Bikin Pengguna Bisa Kirim Komentar Suara

Salah satu yang paling menarik adalah fitur komentar suara TikTok alias Voice Comments.

Lewat fitur ini, pengguna bisa tinggalkan komentar dalam bentuk rekaman suara. Caranya mudah, cukup ketuk ikon mikrofon yang ada di kolom komentar, kemudian merekam pesan dengan durasi maksimal satu menit.

Usai diunggah, pengguna lain dapat mengetuk komentar tersebut untuk mendengarkannya.

TikTok sendiri bilang, kalau kemunculan fitur Voice Comments ini sebagai bagian bawa karakter khas platform mereka. Selama ini mereka memang dikenal sangat dekat dengan suara dan musik, ke dalam ruang komentar.

"Suara dan musik telah membentuk TikTok sejak awal diluncurkan, mengubah lagu menjadi tren dan potongan audio menjadi lelucon yang dibagikan di seluruh aplikasi," tulis TikTok dalam unggahan blog terbarunya.

Akan tetapi, komentar suara tentu tetap harus ikuti aturan yang berlaku di TikTok. Juru bicara perusahaan mengatakan Voice Comments tunduk pada Pedoman Komunitas yang sama seperti konten lainnya.

Untuk melakukan moderasi, TikTok menggabungkan tenaga manusia dengan sistem deteksi otomatis. Salah satu teknologi yang digunakan adalah transkripsi ucapan-ke-teks untuk membantu menemukan konten yang dianggap melanggar kebijakan.

Page Break

Voice Comments TikTok akan tersedia secara global mulai bulan depan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas.

Kreator Bisa Bikin Polling Langsung di Komentar

Fitur lainnya adalah polling komentar TikTok.

Yap, TikTok kini memperluas akses terhadap fitur jajak pendapat sehingga kreator bisa ajak penonton buat memberikan pilihan langsung lewat kolom komentar.

Pengguna bisa memanfaatkannya untuk berbagai hal yang sederhana tapi relevan dengan konten. Misalnya saja, kreator bisa minta pengikut pilih ide video berikutnya, atau menentukan pakaian yang akan digunakan, atau bahkan pilih makanan yang cocok buat dimasak.

Setidaknya,kreator bisa sediakan hingga lima pilihan jawaban dalam satu polling.

Hasilnya kemudian bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan konten berikutnya. Dengan begitu, kolom komentar bukan cuma jadi tempat terima respons, tapi juga bisa digunakan sebagai sarana meminta masukan dari audiens.

Komentar Foto Bisa Muat 9 Gambar

TikTok juga memperluas kemampuan komentar berbasis foto.

Lewat Photo Carousel Comments, pengguna kini bisa memasukkan hingga sembilan foto dalam satu komentar. Sebelumnya, pengguna cuma bisa mengunggah satu foto dalam sebuah komentar.

Fitur ini bisa bikin percakapan di kolom komentar terasa lebih visual. Pengguna misalnya dapat bagikan beberapa foto sekaligus sebagai respons terhadap sebuah video tanpa harus mengunggahnya satu per satu.

Selain itu, TikTok menghadirkan Live Photos Comments. Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan Live Photo yang menampilkan pratinjau singkat sebelum gambar dilihat secara lengkap.

Just info, Live Photo Comments kini sudah tersedia secara global.

Page Break

Sementara itu, Photo Carousel Comments akan diluncurkan secara global pada bulan depan.

Fitur TikTok terbaru 2026 ini tentu bakal makin memanjakan pengguna. Video tetap bakal jadi pusat perhatian, tapi interaksi juga makin hidup.