ARASVARA.ID - Belakangan ini, viral tren di TikTok yang menampilkan riwayat perjalanan berupa garis bergerak menggunakan fitur Timeline Google Maps.
Sebenarnya, fitur ini telah tersedia sejak lama di Google. Fungsinya yaitu menyimpan rekam jejak riwayat lokasi pengguna.
Uniknya, warganet memanfaatkan fitur tersebut untuk menceritakan rutinitas hidup yang monoton seperti perjalanan dari rumah menuju tempat kerja saja.
Apa Itu Timeline Google Maps?
Timeline Google Maps merupakan fitur yang membantu pengguna melihat riwayat perjalanan seperti rute, tempat yang dikunjungi hingga pola pergerakan sehari-hari.
Namun, yang viral saat ini yaitu fitur mendokumentasikan rekam jejak pengguna dalam bentuk garis bergerak di peta.
Visual tersebut bisa dibagikan ke publik sebagai gambaran rutinitas sehari-hari pengguna.
Warganet tidak hanya membagikan rekam jejak untuk update kegiatan mereka saja, melainkan sebagai wadah mencurahkan hati serta pikiran di tengah beratnya menghadapi kehidupan, terutama rutinitas kerja yang terbilang monoton.
Tutorial Membuat Video Timeline Google Maps
Langkah pertama untuk membuat video Timeline Google Maps yang bisa dilakukan yaitu mengunduh data perjalanan, ikuti cara berikut ini:
1. Masuk ke setelan atau pengaturan utama pada perangkat.
2. Pilih opsi Lokasi, lalu klik menu Layanan Lokasi yang tersedia.
3. Klik menu Linimasa, kemudian cari Ekspor data Linimasa.
4. Ketuk Ekspor data Linimasa, klik opsi Lanjutan dan simpan untuk melakukan pengunduhan berkas.
5. Setelah data tersimpan, kamu bisa keluar dari Setelan atau Pengaturan.
Setelah berhasil menyimpan data yang dibutuhkan, kamu bisa melanjutkan ke tahap kedua, simak sebagai berikut:
1. Masuk ke aplikasi Google yang ada di perangkat.
2. Cari Timeline Visualizer, klik untuk masuk ke dalamnya.
3. Ketuk Choose Timeline, kemudian uplode file yang baru saja diunduh.
4. Atur kualitas video sesuai yang diinginkan.
5. Terakhir, unduh video Timeline.
Cara Menjaga Privasi Saat Membagikan Google Maps Timeline
Setelah tren tersebut menarik minat banyak pengguna untuk ikut mencoba, muncul berbagai spekulasi mengenai potensi privasi apabila rekam jejak tersebut dibagikan ke publik.
Sebelum mengunggah video tersebut ke media sosial, pastikan tidak membagikan informasi pribadi untuk menjaga privasi kamu. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:
1. Hindari Menampilkan Alamat Rumah
Pastikan titik awal atau akhir perjalanan tidak menunjukkan lokasi rumah secara jelas dalam video.
2. Hindari Menampilkan Tempat Bersifat Pribadi
Selain alamat rumah, hindari juga memperlihatkan lokasi yang kamu kunjungi secara rutin seperti kantor, sekolah, atau lokasi terdekat di sekitaran tempat tersebut.
3. Periksa Video Sebelum Diunggah
Sebelum mengunggah video rekaman perjalanan, kamu perlu memperiksanya terlebih dahulu. Pastikan tidak ada satupun data pribadi yang terlihat di dalamnya.
4. Jangan Membagikan Secara Real-Time
Sebaiknya bagikan rekaman setelah meninggalkan lokasi, bukan saat berada di tempat tersebut, untuk menjaga privasi dan keamanan kamu.
5. Batasi Orang yang Melihat
Disarankan untuk membatasi audiens pada video yang hendak diupload, baik dengan pengaturan privasi ataupun yang lainnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbuatan tak bertanggungjawab dari orang yang tidak dikenal.
Sebagai makhluk sosial, tidak ada larangan untuk menveritakan atau membagikan pengalaman hidup kamu ke publik. Hanya saja, perlu berhati-hati, terutama ketika menggunakan media sosial.
Pastikan setiap tren yang hendak diikuti tidak mengganggu kenyamanan serta keamanan hidup kamu.