ARASVARA.ID - Saat ini banyak pengusaha memilih Artificial Intelligence (AI) ketimbang gen z untuk menjalankan suatu bisnis yang dimiliki agar lebih mudah.
Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang ada terkait perbedaan kerja keduanya.
Bagi kamu yang penasaran? silakan simak artikel ini sampai habis untuk mengulas informasi selengkapnya.
Mengapa Pengusaha Memilih AI Ketimbang Gen Z untuk Menjalankan Bisnis?
AI dinilai lebih menguntungkan dibanding pekerja gen z di era saat ini yang mengandalkan work life balance.
Menyitat dari kanal Youtube Motivasi Baru TV, AI dinilai tidak banyak dram ketimbang gen z yang kerap mengeluh burnout.
Kecerdasan buatan ini dinilai tidak peduli terhadap jam kerja yang ada, ketimbang gen z yang kerap kali telat ketika bekerja.
Mengapa AI Jauh Lebih Unggul?
AI merupakan alat bantu kecerdasan buatan yang diberikan untuk membantu manusia.
Sebenarnya kecerdasan buatan ini juga memerlukan instruksi manusia secara benar untuk bisa menjalankan perintah yang tepat.
Di era sekarang, banyak yang menyalahartikan terkait AI lebih unggul dari manusia.
Padahal, manusia lah yang memiliki kecerdasan lebih unggul ketimbang kecerdasan sintetis ini.
Melansir dari deskripsi di kanal Youtube Motivasi Baru TV, di era sekarang, pengusaha tidak butuh karyawan yang baperan dan penuh alasan.
Video yang ditayangkan, tidak bertujuan untuk menyerang, melainkan buat bangunin gen z untuk menentukan pilihan.
Secara kasarnya, kamu akan diberikan pilihan, terkait "kamu yang atur AI atau digantikan oleh AI".
Hal tersebut harus kamu hadapi di era sekarang, melihat perkembangan AI yang semakin maju.
Kenapa Gen Z Malas?
Sebenarnya, tidak semua gen z bisa dikatakan malas, melainkan hanya seseorang yang mengikuti standar TikTok.
Meskipun begitu, secara garis besar melihat angka dari Badan Pusat Statistik, Gen Z cenderung minat mengerjakan pekerjaan freelance.
Hal ini dilakukan oleh gen z untuk bisa mendapatkan standar work life balance.
Dengan begitu, sebenarnya penghasilan yang dimiliki cenderung tidak stabil.