ARASVARA.ID - Saat ini Artificial Intelligence sudah mengusai berbagai informasi dan bisa membuatkan orang desain hanya dalam waktu 10 detik saja jika prompt yang digunakan jelas.
Dengan begitu, apakah profesi Desainer akan hilang? atau justru malah semakin memperkuat makna desainnya?
Mari kita kupas tuntas melalui artikel ini untuk bisa mendapatkan informasi lebih lengkap dan jelasnya.
Apa Itu AI?
AI merupakan kecerdasan buatan yang dirancang untuk bisa berpikir, belajar dan menyelesaikan tugas seperti manusia.
Namun, jika merujuk pada umumnya, kecerdasan sintetis ini tetaplah robot pembantu manusia yang bisa memberikan dukungan disaat seseorang membutuhkannya.
Sebenarnya, kecerdasan buatan ini memiliki cara kerja yang mirip dengan manusia, namun tentunya mereka harus diperintahkan dengan jelas agar bisa memberi hasil maksimal.
Pasalnya, kecerdasan buatan ini bekerja menggunakan statistik, data, matematika dan kode secara sederhana.
Tentunya begitu penting jika kita memberikan data yang dipublish melalui AI, dengan begitu alat ini akan menyerap informasi dengan cepat.
Pasalnya, robot yang ada di desain untuk bisa menangkap data supaya menjadi bahan bakar utama.
Jika data tidak dimiliki oleh AI, maka alat tersebut tidak bisa menjawab prompt yang sudah dikirimkan.
Saat ini keunggulan Artificial Intelligence semakin mumpuni yang bisa melakukan desain hanya dalam waktu 10 menit.
Apakah Desainer akan Hilang dengan Adanya AI?
Melansir dari kanal Youtube JayJay, AI hadir untuk mengubah cara kerja desainer, buka menhilangkan.
Kelemahannya, AI tidak bisa memahami konteks, emosi atau alasan di balik sebuah desain.
Mengutip dari Youtube JayJay, Paula Scher, "It's not about making thing pretty. it's about solving problems.
Berarti, "Ini bukan soal membuat sesuatu terlihat indah, melainkan soal memecahkan masalah".
tentunya untuk menyelesaikan masalah kita masih membutuhkan kemampuan seseorang untuk menganalisa keadaan dan mengambil keputusan.
Mengapa Manusia Masih Lebih Baik dari AI?
Menurut informasi dari Youtube JayJay, proses kreatif selalu dimulai dari manusia dengan menentukan tujuan, memahami masalah dan melahirkan ide.
Dengan adanya ide tersebut, kecerdasan buatan akan menghasilkan banyak ide terkait masalah dan tujuan yang dimiliki.
Nantinya ide yang dikeluarkan robot tersebut hanya perlu dipilih untuk bisa menentukan desain yang terbaik.
Dengan begitu, kita bisa berpikir lebih cepat dan keluar dari pikiran yang terasa buntu.
Melansir dari iklan Coca Cola, visual yang diberikan terasa mengesankan, namun banyak penonton merasa kesan emosional dari iklan tersebut hilang.
Dengan begitu, alat ini memang tidak bisa membuat brand terasa lebih otentik melainkan hanya sebatas bagus saja.
Menilik informasi dari Kaliber Group yang menyatakan 74 persen gen z menggunakan AI. Namun 39 persen lainnya memiliki pandangan negatif dari iklan yang berbasis robot tersebut.
Menurut riset data dari Klaviyo, terdapat 44 persen gen z cukup percaya pada AI.
Lantas, bagaimana cara desainer menggunakan kecerdasan sintetis untuk bisa mengubah skema ide yang diberikan?
Cara Desainer Menggunakan AI
Menyitat informasi dari kanal Youtube JayJay, AI akan dijadikan asisten pribadi desainer untuk bisa mempercepat hasil penyelesaian.
Namun, ide yang diberikan tetap tertuang dari manusia. Pasalnya, robot ini hanya bisa memberikan sentuhan saja terhadap desain yang dibuat.
Kecerdasan buatan juga bisa menentukan brief yang digunakan untuk memaksimalkan waktu pengerjaan.
Kesimpulan
AI sangat bagus digunakan untuk membantu desainer mengembangkan ide tertentu untuk bisa mempersingkat waktu kerja.
Tetap manusia yang akan memainkan peran dalam menentukan konsep dan cara kerja AI.