ARASVARA.ID - Fitur terbaru dari OpenAI, ChatGPT Health, mulai diluncurkan kepada seluruh pengguna di Amerika Serikat, dengan syarat telah mencapai usia 18 tahun.
ChatGPT Health berfungsi untuk memberikan usulan mengenai kesehatan tubuh pengguna melalui rekam medis maupun data dari Apple Health yang diberikan.
Peluncuran fitur tersebut berawal dari melonjaknya pertanyaan terkait kesehatan dengan jumlah fantatis, 300 juta perminggu.
Selain itu, kini pengguna dapat mengakses berbagai informasi kesehatan pribadi, seperti menjabarkan data yang tersimpan di Apple Health hingga anjuran pola hidup sesuai dengan rekam medis.
Meski demikian, OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT Health bukanlah statement pasti mengenai kesehatan pengguna. Sehingga pemilik akun perlu memverifikasi informasi yang diberikan serta berkonsultasi dengan tenaga medis professional.
"Kami mendorong pengguna untuk memverifikasi informasi penting dan mendiskusikan keputusan media dengan penyedia layanan kesehatan mereka." Ungkap OpenAI.
Namun, perusahaan juga tetap meningkatkan akurasi dengan pernyataan dokter professional agar tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan saran.
Untuk menggunakan fitur tersebut pemilik akun dapat mencarinya pada sisi paling kiri di situs web atau mobile yang bertuliskan "Health" berlogo hati.
Sebelumnya, OpenAI mendapat kecaman dari warganet karena terdapat kasus overdosis pada pemuda berusia 19 tahun yang berkonsultasi melalui ChatGPT.
Tidak hanya itu, seorang pendeta asal Florida juga sempat melaporkan perusahaan tersebut karena hampir kehilangan nyawanya saat mengikuti usulan ChatGPT.
Kejadian tersebut mengingatkan para pengguna untuk bersikap bijak dalam menanggapi saran dari OpenAI agar tidak terjadi peristiwa yang membahayakan kesekian kalinya.