ARASVARA.ID - Seperti yang kita tahu, moshing menjadi salah satu fenomena menarik yang sering dijumpai saat menonton konser musik dengan genre punk, hardcore, hingga metal.
Aktivitas moshing yang kerap dilakukan oleh penonton mayoritas laki-laki ini ditandai dengan gerakan enerjik, seperti melompat, berputar, hingga saling berbenturan dengan penonton lain.
Bagi sebagian orang, moshing mungkin terlihat seperti aksi saling dorong-mendorong atau keributan di tengah penonton.
Namun, dalam skena musik underground, aktivitas ini menjadi salah satu bentuk ekspresi para penggemar musik keras untuk menikmati pertunjukan musisi favorit mereka.
Lantas, apa itu moshing sebenarnya? Bagaimana sejarah dan aturan yang perlu diperhatikan penonton saat di area mosh pit? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Moshing?
Moshing adalah salah satu aktivitas menari dengan gerakan tubuh yang enerjik dan cenderung agresif, yang dilakukan di tengah kerumunan penonton saat konser musik.
Gerakan moshing umumnya memadukan gerakan melompat, berputar, mengayunkan tangan, hingga saling bersenggolan dengan penonton lain yang mengikuti irama lagu.
Aktivitas ini biasanya berlangsung di area khusus, seperti di depan panggung yang dikenal sebagai area mosh pit.
Tempat tersebut menjadi titik berkumpulnya penonton yang ingin mengekspresikan diri mereka melalui gerakan fisik yang bersemangat.
Dalam praktiknya, gerakan-gerakan enerjik tersebut tidak selalu dimaknai sebagai tindakan yang agresif.
Bagi sebagian komunitas musik, aktivitas ini merupakan salah satu bentuk penggemar dalam mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan penggemar yang menikmati alunan musik dengan intensitas tinggi.
Sejarah Moshing
Sesuai dengan data yang diungkapkan oleh situs Variety Store TV, praktik moshing bermula pada rentang tahun 1975 hingga 1980 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Pada masa itu, komunitas Punk yang suka menghadiri berbagai acara musik seringkali melakukan gerakan bergetar yang disebut dengan Pogo.
Sebenarnya, Pogo merupakan ekspresi penari khas yang diadopsi oleh kalangan penggemar musik punk dan ska, berupa gerakan dinamis yang dilakukan sambil menikmati irama dari grup idola mereka.
Tak hanya itu, selain anak-anak punk, para penggemar musik hardcore juga punya tarian khas mereka sendiri di depan panggung, yaitu slam dancing.
Tarian ini hampir mirip dengan goyang pogo, di mana para penari bergerak mengelilingi panggung sambil mengangkat tangan dan saling mendorong satu sama lain.
Akhirnya, seiring berlalunya masa, gerakan goyang tersebut dikenali sebagai moshing, manakala kawasan khas yang digunakan bagi aktiviti itu pula dinamakan sebagai mosh pit.
Di sisi lain, budaya moshing ini juga tidak lepas dari perkembangan musik metal, yang pada akhirnya aktivitas tersebut kemudian menjadi bagian dari pertunjukkan berbagai subgenre metal.
Jenis-Jenis Moshing
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gerakan moshing sangatlah beragam dan memiliki gerakan variasi yang berbeda, diantaranya:
1. Pogo
Pogo merupakan salah satu gerakan yang cukup sederhana dalam budaya moshing. Gerakan ini dilakukan dengan melompat-lompat mengikuti irama musik, biasanya dengan posisi tubuh yang relatif tegak.
Pogo sering dikaitkan dengan perkembangan awal budaya punk dan menjadi salah satu bentuk ekspresi penonton saat menikmati musik bertempo cepat.
2. Circle Pit
Circle pit merupakan aktivitas ketika penonton berlari mengelilingi area kosong di tengah kerumunan sehingga membentuk lingkaran.
Gerakan ini biasanya dilakukan secara berkelompok mengikuti tempo musik. Meski terlihat seperti aktivitas berlari biasa, circle pit tetap memiliki risiko benturan dan terjatuh apabila penonton tidak memperhatikan kondisi sekitar.
3. Two-Step
Two-step adalah gerakan kaki yang dilakukan secara bergantian dengan pola ritmis, menyerupai kombinasi langkah dansa dan gerakan kaki cepat.
Jenis moshing ini banyak ditemukan dalam pertunjukan hardcore. Gerakannya dapat melibatkan ayunan tangan dan perubahan arah tubuh mengikuti ketukan musik.
4. Wall of Death
Wall of Death merupakan salah satu bentuk moshing yang cukup ekstrem. Biasanya, penonton terbagi menjadi dua kelompok yang saling berhadapan dan menciptakan ruang kosong di tengah.
Ketika musik mencapai bagian tertentu, kedua kelompok bergerak maju hingga bertemu di tengah area.
Karena melibatkan benturan antarkelompok, aktivitas ini memiliki risiko cedera yang perlu diperhatikan.
5. Stage Diving
Stage diving adalah aktivitas ketika seseorang melompat dari atas panggung menuju kerumunan penonton yang berada di bawahnya.
Dalam beberapa konser, penonton yang melakukan stage diving akan ditopang atau diangkat oleh orang-orang di sekitarnya.
Namun, aktivitas ini tidak selalu diizinkan oleh penyelenggara karena berisiko menyebabkan cedera bagi pelaku maupun penonton lain.
Itu dia penjelasan mengenai apa itu moshing, sejarah perkembangannya, hingga berbagai jenis gerakan yang sering dijumpai pada konser musik punk, hardcore, hingga metal.