ARASVARA.ID - Breadcrumbing menjadi salah satu istilah yang sering muncul dalam pembahasan hubungan asmara di media sosial.
Istilah breadcrumbing sendiri menggambarkan perilaku seseorang yang memberikan sinyal ketertarikan, tetapi tidak menunjukkan keseriusan untuk membangun hubungan.
Lantas, apa penyebab breadcrumbing dan bagaimana menghadapinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Breadcrumbing?
Mengacu pada Cleveland Clinic, psikolog Susan Albers, PsyD, mengungkapkan bahwa breadcrumbing merupakan tindakan memberikan perhatian dalam jumlah terbatas untuk menjaga ketertarikan seseorang pada sebuah hubungan, tanpa keinginan untuk benar-benar berkomitmen.
Konsep ini diambil dari kata breadcrumbs yang berarti potongan kecil roti. Dalam cerita Hansel dan Gretel, potongan roti digunakan sebagai penunjuk arah.
Di dalam konteks hubungan, perhatian kecil yang diberikan seseorang berfungsi seperti petunjuk agar orang lain terus mengikuti dan berharap.
Meskipun breadcrumbing lebih umum diasosiasikan dengan hubungan romantis, perilaku yang serupa juga dapat ditemukan dalam pertemanan maupun di lingkungan kerja.
Ciri-Ciri Breadcrumbing
Breadcrumbing tidak selalu terlihat dari satu tindakan. Polanya biasanya muncul berulang kali melalui komunikasi dan sikap yang tidak konsisten.
Adapun beberapa tanda yang perlu diperhatikan apabila kamu sedang melakukan pendekatan dengan seseorang adalah sebagai berikut:
Sering menghilang dan kembali.
Komunikasi tidak konsisten.
Memberikan harapan tanpa adanya kepastian.
Menghindari pembicaraan yang serius.
Perkataan tidak sesuai tindakan.
Meski begitu, pola tersebut perlu dilihat secara keseluruhan. Seseorang yang sedang sibuk atau jarang membalas pesan belum tentu melakukan breadcrumbing.
Selain itu, penting untuk diketahui bahwa sebagian individu melakukan breadcrumbing dapat bervariasi.
Beberapa orang menginginkan perhatian dan pengakuan, ada yang mengalami kesulitan untuk berkomitmen, atau hanya ingin menjaga kedekatan tanpa adanya kewajiban dalam hubungan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Deviant Behavior secara daring pada tanggal 3 Februari 2025 dengan judul Online Fairytales: Breadcrumbing and Ghosting Behavior Among Young Adults menginvestigasi perilaku tersebut pada 578 partisipan yang berusia antara 18 hingga 27 tahun.
Hasil riset memperlihatkan bahwa perilaku ini berkaitan dengan pengalaman memberi atau menerima breadcrumbing, pengabaian tanggung jawab moral, toxic disinhibition, dan tekanan mental.
Namun demikian, hasil penelitian tersebut tidak menunjukkan bahwa setiap individu yang terlibat dalam breadcrumbing memiliki motivasi atau kondisi psikologis yang serupa.
Cara Menghadapi Breadcrumbing
Jika kamu merasa terjebak dalam hubungan yang tidak jelas, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Kenali polanya dan perhatikan apakah seseorang terus memberikan perhatian tanpa tindakan nyata.
Komunikasikan perasaanmu dan tanyakan secara langsung mengenai tujuan dan arah hubungan.
Buat batasan dan tentukan perlakuan yang bisa diterima dan jangan mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Jangan hanya berpegang pada janji. Nilai konsistensi dan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata manis.
Berani mengambil jarak jika hubungan terus membuatmu tidak nyaman, dan kamu berhak menghentikan komunikasi.
Jika pengalaman tersebut mulai mengganggu keseharian, berbicara dengan konselor atau psikolog juga bisa menjadi pilihan.
Itu dia penjelasan mengenai apa itu breadcrumbing, mulai dari pengertian hingga cara menghadapinya.