ARASVARA.ID - Menikmati kopi kini bukan hanya sekadar cara alternatif untuk menghilangkan kantuk atau memenuhi kebutuhan kafein.

Di Indonesia, aktivitas ngopi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sebagian orang, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.

Salah satu jenis kopi yang paling sering di konsumsi adalah kopi susu. Kehadirannya mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kedai kopi lokal hingga jaringan coffee shop modern.

Rasanya yang cenderung creamy dengan perpaduan rasa manis dan pahit membuat minuman ini punya banyak penggemar.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa tren minum kopi susu bukan lagi sekadar untuk menghilangkan kantuk saja, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan sosial masyarakat modern.

Kopi Susu Jadi Bagian dari Gaya Hidup

Bagi sebagian anak muda, membeli dan mengonsumsi kopi susu saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Umumnya, anak muda minum kopi susu sambil bekerja atau mengerjakan pekerjaan rumah, bertemu teman, atau sekadar menikmati waktu sendiri.

Menurut survei Jakpat dari tahun 2025, 44 persen responden melihat waktu istirahat minum kopi sebagai kesempatan untuk bertemu dan mengobrol dengan teman.

Sebanyak 34 persen lainnya menyatakan bahwa mereka minum kopi untuk berkonsentrasi pada pekerjaan atau studi.

Media sosial juga telah berkontribusi pada budaya minum kopi di coffe shop. Interior yang menarik, minuman, dan suasana kafe sering dibagikan di Instagram dan TikTok.

Dengan demikian, pengalaman ngopi saat ini tidak hanya mencakup rasa minuman tetapi juga suasana dan interaksi sosial yang terjadi di kafe.

Fenomena Nongkrong di Coffee Shop

Seperti yang kita tahu, aktivitas minum kopi kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Perkembangan tersebut terlihat dari tingginya konsumsi kopi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan laporan dari USDA Foreign Agricultural Service (FAS) melalui Coffee Annual 2026, konsumsi kopi domestik pada 2024/2025 diperkirakan mencapai 4,873 juta kantong berukuran 60 kilogram.

Sementara itu, konsumsi kopi pada tahun 2025 sampai 2026 diperkirakan sebesar 4,810 juta kantong.

Di tengah kebiasaan tersebut, kehadiran sejumlah kedai kopi lokal hingga coffe shop modern turut mengubah cara masyarakat menikmati kopi dengan cara yang berbeda.

Kedai kopi kini tidak hanya menjadi tempat untuk membeli minuman, tetapi juga ruang untuk berkumpul, bekerja, belajar, hingga menghabiskan waktu bersama kerabat dekat.

Menjamurnya coffee shop di Indonesia juga memberikan banyak pilihan tempat nongkrong yang semakin beragam bagi anak muda.

Selain menawarkan berbagai menu, kedai kopi juga menghadirkan sejumlah fasilitas seperti Wi-Fi, colokan listrik, pendingin ruangan, dan area duduk yang nyaman.

Kondisi ini pun membuat coffee shop sering dimanfaatkan sebagai ruang ketiga atau third place, yakni tempat di luar rumah dan lingkungan kerja untuk bersantai atau bersosialisasi.

Sebuah studi yang diterbitkan pada Agustus 2026 di International Journal of Applied Business and International Management, meneliti perilaku kafe Generasi Z di Indonesia.

Studi yang mensurvei 285 orang, terutama dari Jakarta dan Bandung, mengidentifikasi tiga kelompok konsumen berdasarkan aktivitas, minat, dan opini mereka.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman sosial dan suasana kafe merupakan faktor penting yang memengaruhi preferensi pelanggan muda.

Demikian ulasan mengenai fenomena mengonsumsi kopi susu yang kini semakin diminati anak mudah dan menjadi budaya nongkrong dan gaya hidup.