ARASVARA.ID - Istilah viral seperti anxious attachment mungkin sudah sering kamu temuka di media sosial, terutama saat membahas mengenai hubungan percintaan.
Anxious attachment merupakan pola kelekatan dalam hubungan yang ditandai dengan ketakutan akan penolakan atau kehilangan orang yang disayangi.
Pola ini dapat membuat seseorang mudah overthingking, terus membutuhkan kepastian atau validasi, dan merasa gelisah ketika respons yang diterima tidak sesuai harapan.
Apa bila kamu ingin mengetahui lebih lanjut istilah anxious attachment yang populer di kalangan anak muda dan media sosial ini, berikut rangkuman lengkapnya.
Apa Itu Anxious Attachment?
Diketahui, anxious attachment adalah salah satu bentuk insecure attachment atau pola kelekatan hubungan yang tidak aman.
Seseorang dengan kecenderungan ini sering kali dihantui kekhawatiran akan kehilangan orang terdekatnya, meskipun belum ada tanda-tanda bahwa hubungannya sedang bermasalah.
Sebagi contoh, pesan yang tak kunjung dibalas bisa memunculkan asumsi bahwa pasangan mulai bosan atau perasaannya sudah berubah.
Akibatnya, seseorang mungkin terus mencari kepastian atau kejelasan dari orang lain untuk meredakan kecemasannya.
Pola ini dapat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman, termasuk hubungan masa kecil hingga pengalaman buruk saat menjalani hubungan percintaan saat dewasa.
Ciri-Ciri Anxious Attachment
'Adapun beberapa perilaku yang kerap dikaitkan dengan kondisi emosional ini, terutama dalam hubungan romantis, antara lain:
Sering khawatir pasangan akan pergi atau kehilangan perasaan.
Mudah overthinking.
Merasa perlu terus diyakinkan bahwa dirinya dicintai dan dihargai.
Merasa tidak tenang ketika pasangan sibuk atau membutuhkan waktu sendiri.
Sensitif terhadap penolakan.
Meski begitu, ciri-ciri di atas bukanlah patokan untuk mendiagnosis diri sendiri sebagai seorang yang memiliki kondisi emosional seperti anxious.
Sebab, rasa cemas yang dialami oleh sebagian orang pada saat menjalankan sebuah hubungan adalah hal yang wajar.
Kecemasan perlu mendapat perhatian ketika terus berulang hingga memengaruhi aktivitas dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dampak Anxious Attachment pada Hubungan
Umumnya, rasa takut akan penolakan dapat membuat hubungan ataupun orang lain terasa sangat melelahkan.
Akibatnya, seseorang bisa terus meminta kepastian untuk merasa tenang, sementara pasangannya mungkin merasa kewalahan dalam memenuhi kebutuhan emosional tersebut.
Situasi ini juga berpotensi memicu konflik, terutama jika kecemasan membuat seseorang sulit membedakan antara kekhawatiran pribadi dan masalah yang saat itu benar-benar terjadi.
Kendati demikian, memiliki kondisi emosional seperti rasa takut atau kecemasan berlebih bukan berarti hubungan pasti gagal.
Dengan melakukan komunikasi terbuka, saling mendukung, dan kemampuan untuk mengelola emosi, dapat membantu membangun hubungan yang sehat.
Cara Mengatasi Anxious Attachment
Pola kelekatan bukan sesuatu yang harus dianggap permanen. Ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk memahami dan mengelola kecemasan dalam hubungan.
1. Kenali Pemicunya
Perhatikan situasi yang sering membuatmu overthinking, misalnya ketika pasangan terlambat membalas pesan atau ingin menghabiskan waktu sendiri.
Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa belajar membedakan fakta dan asumsi mengenai kondisi yang sedang kamu alami saat ini.
2. Jangan Terburu-Buru Bereaksi
Saat mulai cemas, beri waktu untuk menenangkan diri sebelum mengambil kesimpulan atau mengirim pesan berulang kali.
Kamu bisa mencoba menarik napas perlahan atau melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan perhatian sementara.
3. Sampaikan Kebutuhan dengan Jelas
Daripada berharap pasangan memahami perasaanmu tanpa penjelasan, cobalah membicarakan kebutuhanmu secara terbuka. Di saat yang sama, tetap hargai batasan dan kebutuhan masing-masing.
4. Bangun Kehidupan di Luar Hubungan
Memiliki aktivitas di luar hubungan dapat membantu membangun rasa percaya diri dan mengurangi ketergantungan pada validasi pasangan.
Kamu bisa meluangkan waktu untuk bermain bersama teman, melakukan hobi yang kamu sukai, dan mencari tujuan hidup.
5. Cari bantuan Profesional
Jika kecemasan terus berulang hingga mengganggu keseharian atau hubungan, berkonsultasi dengan psikolog bisa menjadi pilihan untuk memahami pola perilaku dan menemukan strategi yang sesuai.
Itulah informasi mengenai apa itu anxious attachment, ciri-ciri, dampak, hingga cara mengatasinya.