ARASVARA.ID - Jenis jerawat bisa kamu bedakan berdasarkan bentuk, tingkat peradangan dan kedalaman lesi pada kulit. Pasalnya tidak semuanya berbentuk benjolan merah namun ada juga seperti komedo putih, komedo hitam, papula, pustula, nodul hingga kista yang terasa nyeri.
Melansir dari National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Deseas (NIAMS), jerawat merupakan kondisi kulit yang berkaitan dengan penyumbatan folikel rambut oleh minyak dan sel kulit mati dan proses peradangan.
Kondisi ini muncul di wajah, dada, punggung hingga bagian tubuh yang memiliki folikel rambut serta kelenjar minyak.
Apa Saja Jenis Jerawat?
Melansir dari American of Dermatology (AAD), terdapat enam jenis jerawat yang sering dibahas dalam panduan dermatologi:
1. Komedo Putih
Komedo putih merupakan jenis jerawat noninflamasi yang muncul ketika pori-pori tersebut minyak dan sel kulit mati serta permukaan folikel tetap tertutup.
Biasanya bentuknya berupa benjolan kecil berwarna putih, kuning atau menyerupai warna kulit.
2. Komedo Hitam
Komedo hitam terbentuk kita pori-pori sudah tersebut dan bagian sumbatannya terbuka yang mengakibatkan warna gelap pada komedo terjadi akibat perubahan material di dalam pori yang terpapar udara.
Biasanya komedo hita terlihat sebagai titik kecil berwarna gelap terutama di bagian hidung dan area wajah yang menghasilkan banyak minyak.
3. Papula
Papula merupakan benjolan kecil yang mengalami peradangan biasanya berwarna merah muda, merah, kecoklatan hingga ungu tergantung warna kulit.
Benjolan ini umumnya tidak memiliki nanah di bagian tengah dan sangat nyeri ketika disentuh.
4. Pustula
Pustula merupakan jenis jerawat meradang yang memiliki bagian tengah berisi nanah berwarna putih atau kuning.
Selain itu, bagian sekelilingnya juga berwarna merah atau mengalami perubahan warna.
5. Nodul
Nodul merupakan benjolan jerawat berukuran besar yang terbentuk di dalam kulit hingga terasa keras dan menimbulkan rasa sakit ketika disentuh.
Nodul tidak memiliki nanah yang terlihat di permukaan, namun peradangannya bisa merusak jaringan pada kulit.
6. Jerawat Kistik
Jerawat kistik merupakan jerawat berat yang berisi nanah dan terasa nyeri ketika disentuh mau pun tidak disentuh.
Sebaiknya jerawat ini kamu periksa ke dokter kulit untuk mencegah terjadinya peradangan yang lebih parah.
Apa Penyebab Munculnya Jerawat?
Jerawat berkembang akibat produksi sebum berlebih, penumpukan sel kulit mati, aktivitas mikroorganisme, hingga respon peradangan.
Menurut NIAMS, perubahan hormon, faktor keturunan, usia dan penggunaan obat tertentu juga bisa menjadi tanda munculnya jerawat.
Selain itu, terdapat juga stres, gesekan pada kulit, kelembapakan dan pola makan bisa memperburuk jerawat bagi sebagian orang.
Namun, faktor pemicu tidak selalu sama, sehingga tidak bisa ditentukan hanya dari beberapa faktor saja.
Cara Merawat Kulit Berjerawat
Menurut panduan dari AAD, perawatan kulit berjerawat dimulai dengan membersihkan wajah secara lembut, menghindari produk yang menyebabkan iritasi, dan tidak memencet jerawat.
Selain itu, kamu juga harus menggunakan produk perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit dan berlabel nonkomedogenik.
Beberapa bahan aktif seperti benzoil peroksida, asam salisilat, dan retinoid bisa digunakan untuk menangani jenis jerawat.
Kapan Jerawat Perlu Diperiksa ke Dokter?
Berdasarkan dari AAD, pemeriksaan ke dokter kulit tergantung dari rasa yang dialami seperti nyeri, menyebar luas, tidak membaik atau menimbulkan jaringan parut.
Dengan adanya bantuan profesional, pastinya hal tersebut akan mudah diobati secara cepat.
Sekian informasi terkait jenis jerawat yang bisa kamu ketahui serta cara merawatnya dengan benar.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id