ARASVARA.ID - Sudah rutin memakai skincare, tetapi jerawat di dahi masih sering muncul? Bisa jadi, ada faktor lain yang menyebabkan kondisi tersebut terus berulang.
Sebab, jerawat di dahi dapat muncul karena berbagai faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, perubahan hormon, hingga penggunaan produk rambut yang kurang cocok.
Meski begitu, jerawat di dahi bisa diatasi dengan perawatan kulit yang tepat, pemilihan skincare yang sesuai, dan menerapkan pola hidup yang sehat.
Lantas, bagaimana cara menghilangkan jerawat yang ada di area dahi? Berikut rangkuman lengkapnya.
Penyebab Jerawat di Dahi
Sebelum mencari cara menghilangkan jerawat di area dahi, penting untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Berikut beberapa faktor pemicu yang umum terjadi.
1. Produksi Minyak Berlebih
Seperti yang kita ketahui, kulit menghasilkan sebum untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, minyak yang berlebih dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori sehingga memicu munculnya jerawat.
2. Produk Rambut yang Tidak Sesuai
Pomade, hair oil, dan produk penataan rambut lainnya bisa meninggalkan residu di sekitar garis rambut. Jika menyumbat pori-pori, produk tersebut dapat memicu jerawat di dahi.
3. Perubahan Hormon
Fluktuasi hormon, misalnya saat pubertas atau menjelang menstruasi, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit. Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul.
4. Keringat dan Kebiasaan Menyentuh Wajah
Keringat, terutama setelah berolahraga, dapat mengiritasi kulit. Kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat juga berisiko memperburuk peradangan.
Cara Menghilangkan Jerawat di Dahi
Adapun beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi jerawat di dahi adalah sebagai berikut.
1. Bersihkan Wajah Secara Rutin
Cuci wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang lembut, serta membersihkan wajah setelah berkeringat juga bisa menjadi cara untuk mengatasi jerawat.
Selain itu, hindari menggosok kulit wajah terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi dan risiko peradangan pada jerawat.
2. Gunakan Skincare dengan Bahan Aktif yang Aesuai
Beberapa bahan aktif dapat membantu mengatasi jerawat, di antaranya:
Salicylic acid, membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Benzoyl peroxide, membantu mengurangi bakteri yang berperan dalam jerawat.
Adapalene, membantu mencegah penyumbatan pori-pori.
Azelaic acid, membantu mengatasi jerawat sekaligus menyamarkan bekas kehitaman.
Pilih produk sesuai kebutuhan kulit dan ikuti petunjuk pemakaian dan hindari menggunakan terlalu banyak bahan aktif sekaligus karena bisa memicu iritasi.
Jika sedang hamil atau merencanakan kehamilan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat jerawat, terutama retinoid seperti adapalene.
3. Jauhkan Rambut dari Dahi
Rambut yang terus menutupi dahi dapat membuat minyak dan residu produk rambut menempel pada kulit.
Cobalah untuk mengikat rambut saat berolahraga dan keramas secara teratur, terutama jika kulit kepala mudah berminyak.
4. Pilih Produk yang Tidak Menyumbat Pori-Pori
Periksa kembali produk skincare atau produk perawatan rambut yang sedang kamu gunakan saat ini.
Pilih produk berlabel non-comedogenic atau tidak menyumbat pori-pori bisa menjadi pilihan untuk kulit yang rentan berjerawat.
Jika jerawat muncul setelah mencoba produk baru, hentikan sementara penggunaannya dan amati perubahan pada kulit.
5. Gunakan Pelembap dan Sunscreen
Penting untuk diketahui, kulit yang berjerawat juga tetap membutuhkan pelembap. Kamu bisa memilih formula ringan yang sesuai dengan jenis kulit.
Jangan lupa menggunakan sunscreen minimal SPF 30 untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
6. Hindari Memencet Jerawat
Memencet jerawat justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko munculnya bekas kehitaman maupun jaringan parut. Biarkan jerawat pulih dengan perawatan yang tepat.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), untuk membuat jerawat membaik umumnya membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan minggu.
Meski begitu, hasilnya bisa berbeda pada setiap orang, tergantung pada jenis jerawat, tingkat keparahan, dan perawatan yang dilakukan.
Apabila kondisi jerawat semakin parah, nyeri, meninggalkan bekas luka, atau tidak membaik setelah perawatan mandiri, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit.
Itu dia informasi mengenai penyebab hingga cara menghilangkan jerawat di dahi dengan langkah-langkah sederhana yang bisa kamu coba.