ARASVARA.ID - Seperti yang kita tahu, ketombe merupakan salah satu masalah kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan putih atau kekuningan pada rambut.
Meski umum terjadi dan tidak berbahaya, ketombe tentu perlu ditangani dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan masalah kulit lain.
Penyebab ketombe juga cukup beragam, mulai dari kulit kepala yang berminyak, tumbuhnya jamur alami, hingga iritasi akibat pemakaian produk rambut yang tidak tepat.
Oleh sebab itu, penting untuk mengenali penyebab ketombe pada rambut sebelum menentukan perawatan apa saja yang sesuai serta cara mengatasinya.
Apa Itu Ketombe?
Ketombe adalah kondisi permasalahan kulit, di mana sel kulit mati di kepala yang terlihat sebagai serpihan kecil mengelupas.
Kondisi ini pada umumnya tidak menular dan bukan berarti seseorang yang mengalami ketombe kurang menjaga kebersihan rambut.
Sebab, pada beberapa kasus, ketombe juga berkaitan dengan dermatitis seboroik, yakni peradangan kulit yang menyebabkan kemerahan, gatal, dan kulit kepala yang bersisik.
Tak hanya bisa terjadi pada rambut, masalah ini juga kerap muncul di area alis, sekitar hidung, atau bagian tubuh lainnya.
Penyebab Ketombe
Adapun beberapa faktor yang dapat memicu munculnya ketombe pada rambut, antara lain:
1. Pertumbuhan Jamur Malassezia
Perlu diketahui, jamur malassezia memang hidup secara alami di kulit. Namun, pada sebagian orang, jamur ini dapat memicu iritasi dan mempercepat pergantian sel kulit sehingga serpihan lebih mudah terbentuk.
2. Kulit Kepala Berminyak
Produksi minyak berlebih juga dapat membuat sel kulit mati menumpuk dan serpihan ketombe lebih terlihat.
3. Kulit Kepala Kering
Kulit kepala yang kering dapat mengelupas dan menghasilkan serpihan kecil berwarna putih. Kondisi ini bisa diperburuk oleh lingkungan kering atau penggunaan produk rambut yang kurang cocok.
4. Iritasi produk rambut
Sampo, pewarna rambut, atau produk penataan rambut tertentu dapat memicu iritasi maupun reaksi alergi. Akibatnya, kulit kepala terasa gatal, memerah, dan mengelupas.
5. Stres dan Kondisi Kulit Tertentu
Stres dapat memperburuk ketombe pada sebagian orang. Selain itu, eksim, psoriasis, dan dermatitis seboroik juga bisa menimbulkan gejala serupa.
Jenis Ketombe yang Perlu Dikenali
Berdasarkan karakteristiknya, ketombe sering dibedakan menjadi beberapa jenis berikut.
1. Ketombe Kering
Ketombe kering biasanya berupa serpihan kecil berwarna putih yang mudah terlepas dari kulit kepala. Kondisi ini sering disertai rasa gatal dan kulit kepala terasa kering.
2. Ketombe Berminyak
Ketombe berminyak cenderung memiliki serpihan yang lebih besar, terkadang berwarna kekuningan, dan menempel pada kulit kepala atau rambut.
Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan dermatitis seboroik, terutama jika disertai kemerahan dan rasa gatal.
3. Pengelupasan akibat Iritasi
Kulit kepala yang mengelupas setelah menggunakan produk rambut tertentu bisa menandakan iritasi atau alergi kontak.
Jika disertai kemerahan dan rasa perih, hentikan penggunaan produk tersebut. Apabila keluhan berlanjut, konsultasikan dengan dokter.
Perlu diingat, ciri-ciri tersebut tidak selalu cukup untuk menentukan penyebabnya. Pemeriksaan dokter diperlukan jika gejala sulit diatasi atau semakin parah.
Cara Mengatasi Ketombe dengan Tepat
Ketombe ringan umumnya dapat dikendalikan melalui perawatan kulit kepala yang sesuai. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.
1. Gunakan Sampo Antiketombe
Pilih sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif seperti ketoconazole, selenium sulfide, salicylic acid, atau coal tar.
Bahan-bahan tersebut memiliki fungsi berbeda untuk membantu mengendalikan jamur, mengurangi pengelupasan, atau mengangkat penumpukan sisik kulit.
Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Beberapa produk perlu didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas agar bahan aktifnya bekerja optimal.
2. Sesuaikan Frekuensi Keramas
Frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan jenis rambut. Kulit kepala berminyak mungkin membutuhkan keramas lebih sering, sedangkan rambut yang cenderung kering perlu perawatan berbeda.
Selain itu, disarankan untuk tidak menggaruk kulit kepala terlalu keras karena dapat memperparah iritasi.
3. Hindari Produk Pemicu Iritasi
Jika kulit kepala mulai gatal atau memerah setelah menggunakan produk rambut baru, hentikan pemakaiannya untuk sementara.
Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan rambut dan hindari bahan yang sebelumnya menimbulkan reaksi.
4. Kelola Stres
Dengan mengindari stres, menjaga pola tidur, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk beristirahat dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Kendati demikian, langkah ini bukan pengganti perawatan medis jika terdapat gangguan kulit tertentu.
Kapan Ketombe Harus Diperiksakan ke Dokter?
Apabila kondisi ketombe pada rambut tidak kunjung membaik setelah sekitar empat minggu menggunakan sampo antiketombe sesuai petunjuk, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Pemeriksaan juga diperlukan jika kulit kepala terasa sangat gatal, mengalami kemerahan atau pembengkakan, muncul sisik tebal, maupun terjadi kerontokan rambut berbentuk bercak.
Gejala yang timbul tersebut bisa saja berkaitan dengan kondisi kulit lain yang membutuhkan penanganan khusus.
FAQ Seputar Ketombe
Apakah ketombe bisa hilang sepenuhnya?
Ketombe dapat dikendalikan dengan perawatan yang sesuai, tetapi bisa muncul kembali. Sebagian orang membutuhkan penggunaan sampo antiketombe secara berkala sesuai petunjuk.
Apakah jarang keramas menyebabkan ketombe?
Tidak selalu. Ketombe dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit kepala, minyak berlebih, dan pertumbuhan jamur alami. Namun, frekuensi keramas yang tidak sesuai kebutuhan bisa membuat serpihan semakin terlihat.
Apakah ketombe menyebabkan rambut rontok?
Ketombe bukan penyebab langsung semua jenis kerontokan rambut. Namun, kebiasaan menggaruk kulit kepala secara berlebihan dapat merusak rambut dan memperparah iritasi. Jika rambut rontok berlebihan atau muncul area botak, periksakan ke dokter.
Apakah bahan alami efektif mengatasi ketombe?
Bukti ilmiah mengenai efektivitas sejumlah bahan alami masih terbatas. Karena itu, sebaiknya pilih perawatan yang memiliki bukti manfaat dan sesuai dengan kondisi kulit kepala.
Demikian informasi seputar ketombe, mulai dari penyebab ketombe, jenis ketombe, cara mengatasi ketombe, dan kapan waktu yang tepat untuk konsultasi masalah kulit kepala.