ARASVARA.ID - Memaksakan diri untuk segera tertidur ternyata tidak selalu membuat tubuh lebih cepat terlelap.
Sebaliknya, kekhawatiran karena tak kunjung mengantuk dapat membuat pikiran semakin aktif dan tubuh sulit rileks.
Fenomena ini menjelaskan mengapa susah tidur di malam hari bisa terasa semakin berat ketika seseorang terlalu fokus mengejar waktu istirahat.
Tekanan untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup memang dapat memicu kecemasan dan membuat tubuh terus dalam mode waspada.
Oleh karena itu, cara mengatasi susah tidur bukan selalu dengan memaksa diri memejamkan mata.
Menurut National Institutes of Health, stres dan kekhawatiran tentang kecukupan tidur dapat memicu atau memperburuk insomnia.
Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) merupakan salah satu pendekatan utama untuk menangani insomnia kronis pada orang dewasa.
Terapi ini membantu mengubah pola pikir dan kebiasaan yang membuat seseorang terus mengalami kesulitan tidur.
Memaksakan Diri untuk Tidur Bikin Sulit Terlelap?
Saat belum mengantuk dan memaksakan diri untuk beristirahat cepat, biasanya sebagian orang mulai bolak-balik mengubah posisi, mengecek jam, hingga menghitung waktu istirahat yang tersisa.
Jika harus bangun pukul 06.00, misalnya, melihat jam menunjukkan waktu tengah malam bisa memicu pikiran bahwa waktu tidur yang tersisa hanya enam jam.
Alih-alih merasa rileks, seseorang justru semakin fokus memikirkan apakah ia sudah berhasil tertidur atau belum karena kekhawatiran berlebih dan menganggap tidur terasa seperti target yang harus tercapai.
Menurut Sleep Foundation, kecemasan tentang tidur dapat membuat tubuh dan pikiran tetap berada dalam kondisi waspada atau hyperarousal.
Cara Mengatasi Susah Tidur
Adapun beberapa kebiasaan yang bisa dicoba untuk membantu tidur terasa lebih rileks tanpa perlu khawatir atau cemas adalah sebagai berikut.
1. Jangan Mengecek Jam secara Berulang
Melihat jam terus-menerus bisa membuat kamu semakin memikirkan waktu tidur yang terbuang. Cobalah menjauhkan jam atau ponsel dari pandangan agar tidak terus terpancing menghitung sisa waktu istirahat.
2. Biasakan Bangun di Jam yang Sama
Sebelum tidur, kamu bisa membaca buku, melakukan peregangan ringan, atau mencoba latihan pernapasan.
Kurangi aktivitas yang membuat pikiran semakin sibuk dan hindari konsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur.
3. Jangan Memaksakan Diri untuk Tetap Berbaring
Jika sudah lama terjaga dan mulai merasa kesal, cobalah untuk bangun sebentar dan melakukan aktivitas yang tenang dengan pencahayaan redup.
Cara ini merupakan bagian dari prinsip stimulus control dalam CBT-I, yaitu membangun kembali hubungan antara tempat tidur dan istirahat, bukan kebiasaan terjaga sambil merasa frustasi.
Sesekali susah tidur merupakan hal yang wajar. Namun, jika terus berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, cara mengatasi susah tidur atau insomnia harus dimulai dengan membangun kebiasaan sehat dan mengurangi kecemasan tanpa memaksakan diri untuk segera terlelap.