ARASVARA.ID - Belakang ini, ramai orang membahas sandwich generation. Mereka merasa kesulitan dalam membangun finasial karena harus membiayai anggota keluarga.

Banyak orang yang membagikan kisah hidup mereka di berbagai media sosial. Fenomena ini juga menimpa berbagai lapisan masyarakat.

Artikel ini berisi informasi mengenai sandwich generation, mulai dari pengertian hingga cara mengatasinya. Simak sampai akhir ya.

Apa Itu Sandwich Generation?

Sandwich generation merupakan generasi yang diapit oleh dua lapisan silsilah keluarga, yaitu orang tua dan anak-anak di bawah mereka.

Istilah ini dicetuskan pertama kali oleh Dorothy Miller pada tahun 1981, sehingga bukan ungkapan baru, melainkan sudah ada sejak lama.

Menurut pendapat Ward dan Spitze tahun 1988, generasi sandwich ialah generasi setengah baya yang memiliki orang tua lanjut usia dan anak-anak tanggungan.

Kondisi ini menggambarkan beban yang cukup berat untuk ditanggung oleh individu secara bersamaan, mulai dari beban finansial, fisik, hingga emosional.

Istilah tersebut kembali populer karena banyak anak muda yang merasa memiliki beban mental cukup berat dalam menanggung kehidupan keluarganya.

Apa Saja Penyebab Sandwich Generation?

1. Menikah dan Punya Anak di Usia Belia

Banyak orang yang beranggapan menikah dan punya anak merupakan suatu pencapaian, sehingga berlomba-lomba untuk mendapatkan hal tersebut tanpa dibarengi dengan persiapan yang matang.

Kondisi tersebut membuat seseorang harus memenuhi kebutuhan anak dan orang tua yang mulai memasuki usia lanjut secara bersamaan.

2. Orang Tua Tidak Punya Dana Pensiun

Banyak orang tua secara tidak sadar menjadikan anak sebagai ladang investasi, sehingga tidak menyiapkan dana pension untuk mencukupi kebutuhannya.

3. Biaya Hidup Semakin Membengkak

Harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, hingga biaya Kesehatan semakin meningkat setiap tahunnya. Sementara itu, untuk mendapatkan penghasilan bukanlah suatu hal yang mudah.

Fenomena ini menjadi penyebab sulitnya memenuhi kebutuhan hidup sehingga banyak orang yang merasa terbebani secaara finansial dan emosional.

4. Minimnya Jaminan Sosial untuk Lansia

Tidak semua daerah atau penduduk yang bisa dengan mudah mengakses system jaminan hari tua. Dengan begitu, banyak anak yang masih menjadi andalan untuk memenuhi kehidupan orang tua.

Apa Saja Karakteristik Sandwich Generation?

1. Pengeluaran Double

Meski memiliki penghasilan, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Karena, sumber pendapatan yang berasal dari satu orang harus bisa mencukupi kehidupan anggota keluarga lainnya.

2. Rasa Bersalah Saat Menggunakan Uang

Muncul perasaan bersalah saat menggunakan uang untuk memenuhi keinginan dirinya sendiri. Hal itu terjadi karena terbiasa mengeluarkan dana untuk kebutuhan bersama.

Pernyataan tersebut sesuai dengan ungkapan username @itsmeytahana "Mau pake uang sendiri buat self reward merasa bersalah bgt" dalam konten TikTok milik @anaksandwichkitar pada (24/7/2026).

3. Tidak Ada Ruang untuk Diri Sendiri

Banyak hal yang harus dikorbankan demi memenuhi kebutuhan hidup anggota keluarga, sehingga tidak bisa menikmati hasil kerja keras untuk diri sendiri.

Melansir dari akun Tiktok @KIWI "buat beli buat diri sendiri harus mikir berkali kali ujung2nya ga jadi" dalam konten TikTok milik @anaksandwichkitar pada (9/8/2026).

4. Kesulitan dalam Menabung

Penghasilan yang serba pas-pas an, membuat seseorang sulit untuk menabung atau membangun dana darurat. Karena, penghasilan habis untuk kebutuhan sehari-hari.

Melansir dari akun Tiktok @yossiarga "Disuruh nabung padahal gaji buat isi kebutuhan rumah jd aku nabungnya gimana" dalam konten TikTok milik @anaksandwichkitar pada (24/7/2026).

5. Mudah Lelah

Banyaknya beban yang perlu ditanggung dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah lelah, baik secara finansial maupun emosional.

Bagaimana Cara Keluar dari Sandwich Generation?

Melansir dari akun TikTok @Abstract.project, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari kondisi tersebut, diantaranya:

1. Atur Keuangan

Perlu mengatur keuangan lebih rapih dengan memisahkan anggaran kebutuhan hidup dan sisihkan tabungan. Hal ini bisa dilakukan dengan memperketat pengeluaran.

2. Berdiskusi dengan Keluarga

Diskusikan kepada keluarga agar menemukan solusi untuk meringankan beban yang dipikul sendirian. Dengan begitu, anggota keluarga lainnya bisa ikut memikul tanggung jawab dengan jumlah yang setara.

3. Putus Siklus

Ajarkan generasi setelahnya untuk melek soal literasi keuangan sejak dini. Hal ini dilakukaan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri secara finansial.

4. Manfaatkan Bantuan Sekitar

Dengan memanfaatkan bantuan sekitar, baik dari tetangga atau pemerintah, bisa meringankan beban di Pundak yang selama ini dipikul sendirian.

5. Hilangkan rasa Bersalah

Menjaga Kesehatan fisik dan mental diri sendiri merupakan suatu hal yang penting. Dengan begitu, hilangkan rasa bersalah jika sesuatu yang dikerjakan merupakan keputusan benar.

Menjadi bagian dari sandwich generation bukanlah kondisi yang mudah, terutama ketika harus memenuhi kebutuhan beberapa generasi dalam waktu bersamaan.

Namun, dengan perencanaan keuangan yang matang, komunikasi dengan keluarga, serta pembagian tanggung jawab yang lebih sehat, beban tersebut dapat dikelola secara perlahan.