ARASVARA.ID - Kata "Healing" sudah menjadi sesuatu yang familiar di berbagai kalangan, terutama generasi muda, Biasanya mereka menggunakan kata tersebut untuk bepergian atau melakukan kegiatan yang disukai.
Bahkan, tidak jarang orang mengartikan kata itu untuk memanjakan dirinya dengan bermalas-malasan atau menghamburkan anggaran hanya untuk menghilangkan kepenatan.
Padahal, healing bukan hanya sekedar bepergian ke suatu tempat atau membeli barang yang diinginkan, melainkan lebih dari itu, bahkan bisa menjadi suatu proses yang panjang. Simak artikel ini untuk mengetahui informasi tentang healing.
Apa Itu Healing?
Healing artinya proses penyembuhan atau pengobatan. Kata ini berasal dari bahasa Inggris dan sudah ada sejak lama.
Kemudian populer di berbagai platform sosial media karena sering digunakan untuk mengisi caption, komentar, dan lain sebagainya.
Hanya saja, banyak yang salah paham, mereka mengira healing merujuk pada usaha menenangkan diri dari tekanan kehidupan dengan melakukan aktivitas ringan seperti jalan-jalan, nongkrong, atau sekedar rebahan menikmati waktu luang.
Padahal, kegiatan tersebut hanya salah satu cara untuk memberikan jeda kepada diri sendiri, bukan definisi dari healing secara keseluruhan.
Mengutip dari jurnal Thomas R Egnew "The Meaning of Healing", Healing itu proses pemulihan diri setelah mengalami peristiwa menyedihkan atau penderitaan seperti pengalaman-pengalaman traumatis.
Pada proses tersebut kita perlu menghadapi rasa sakit hingga dapat menerima kondisi yang terjadi dan menjadi lebih damai.
Namun, proses tersebut tidak bisa berjalan secara cepat, biasanya memerlukan pendampingan seorang ahli terapis, psikolog, dan psikiater.
Proses penyembuhan itu juga tidak berjalan lurus, melainkan bisa naik turun. Terlebih lagi, Ketika ada kejadian yang mentrigger trauma tersebut.
Sementara itu, ada juga istilah self-healing, yaitu proses penyembuhan yang dilakukan seseorang untuk mengatasi luka batin.
Hal ini sesuai dengan kutipan dari jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, vol. 4, no. 2, 2025, self-healing merupakan suatu proses alami saat tubuh dan pikiran bekerja secara sinergis untuk memulihkan keseimbangan fisik, emosional, dan psikologis tanpa ketergantungan utama pada intervensi medis.
Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk self-healing, seperti menulis jurnal, melakukan hobi, beristirahat, meditasi dan lain sebagainya.
Apa Saja Tanda-Tanda Seseorang yang Membutuhkan Healing?
1. Emosi Tidak Stabil
Individu yang emosinya tidak stabil seperti mudah marah, tersinggung dan sensitive bisa menjadi tanda bahwa dirinya sedang terganggu dan tertekan, sehingga perlu healing.
2. Sulit Fokus
Orang yang memiliki banyak pikiran sering mengalami kesulitan untuk fokus atau konsentrasi menurun. Hal tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa dirinya membutuhkan healing.
3. Kurang Produktif
Orang yang biasanya ambis dan produktif dalam menjalankan aktivitas, kemudian sikap tersebut berubah juga bisa menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres dalam dirinya, sehingga perlu untuk melakukan healing.
4. Menjauh dari Lingkungan
Biasanya, Ketika seseorang mengalami gangguan dalam dirinya cenderung menjauh dari lingkungan sekitar.
Apabila tanda-tanda di atas terjadi dalam waktu singkat dan hilang setelah beristirahat, biasanya hanya kelelahan.
Namun, jika berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, maka bisa menjadi sinyal bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja dan perlu healing.
Apa Manfaat Healing bagi Diri Sendiri?
1. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Memberi jeda pada diri sendiri dari aktivitas yang melelahkan bisa memberi ruang bagi pikiran dan tubuh untuk beristirahat.
2. Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Setelah pikiran segar dan batin mulai membaik, dapat kembali bekerja secara optimal.
3. Meningkatkan Kesadaran Diri
Proses healing membantu seseorang lebih mengenal dirinya sendiri, karena pada momen tersebut menjadi kesempatan untuk lebih memahami perasaan, pikiran, serta kebutuhan dirinya.
Apa Saja Cara Healing yang Bisa Dilakukan?
1. Beri Waktu untuk Diri Sendiri
Saat tubuh sedang tidak baik-baik saja, jangan memaksakan diri untuk tetap produktif. Beri waktu untuk tubuh lebih tenang dan memahami kondisi yang terjadi.
2. Ceritakan Perasaan kepada Orang yang Dipercaya
Apabila kamu termasuk orang yang suka menjalin hubungan dengan orang lain, menceritakan perasaan kepada orang yang dipercaya bisa menjadi salah satu cara menyembuhkan luka yang sedang dirasakan.
3. Lakukan Aktivitas yang Disukai
Kamu bisa melakukan kegiatan yang disukai, seperti berolahraga, menjalankan hobi, dan lain sebagainya.
4. Kurangi Paparan Media Sosial
Terkadang, media sosial menjadi sarana paling mudah untuk membandingkan diri sendiri. Dengan mengurangi paparan bisa memberikan jeda agar pikiran tidak semakin penuh.
5. Belajar Menerima Apa yang Sudah Terjadi
Menerima semua hal yang terjadi dalam hidup, bisa membuat hati menjadi lebih tenang. Namun, proses tersebut tidak bisa dipaksakan dan membutuhkan waktu lama.
6. Mencari Bantuan Profesional
Ketika telah melakukan berbagai cara untuk mengembalikan diri seperti semula namun tetap tidak membuahkan hasil. Mencari bantuan profesional bisa menjadi pilihan yang tepat.
Setelah mengetahui makna healing lebih dalam, kamu bisa menyikapinya dengan bijak tanpa memaksakan kondisi yang tengah dialami saat ini.
Tidak perlu memaksakan diri untuk sembuh secara cepat, karena untuk menyembuhkan luka batin membutuhkan proses yang memakan waktu cukup lama.