Arasvara.ID - Pernah merasa seseorang sering menghubungi kamu, memberi perhatian, bahkan sesekali menggoda, tetapi tidak pernah benar-benar memilihmu? Bisa jadi kamu sedang berada di posisi backburner.

Lalu, apa itu backburner? Dalam konteks hubungan, backburner adalah seseorang yang tetap dipertahankan sebagai pilihan atau alternatif romantis, tetapi bukan menjadi prioritas utama.

Istilah ini juga punya arti yang lebih umum dalam bahasa Inggris. Karena itu, arti back burner sebenarnya bergantung pada konteks penggunaannya.

Apa Itu Backburner?

Secara sederhana, backburner berarti sesuatu atau seseorang yang tidak menjadi prioritas utama, tetapi tetap dipertahankan untuk kemungkinan digunakan atau dipertimbangkan nanti.

Dalam hubungan romantis, backburner merujuk pada calon pasangan yang tetap dijaga komunikasinya karena ada kemungkinan hubungan tersebut berkembang di masa depan.

Penelitian akademik menggambarkan back burners sebagai calon pasangan romantis atau seksual yang tetap berkomunikasi dengan seseorang untuk membuka kemungkinan hubungan di kemudian hari. Studi tersebut juga menemukan bahwa komunikasi dengan back burner banyak berlangsung melalui kanal digital.

Jadi, backburner relationship artinya hubungan yang menempatkan seseorang sebagai pilihan cadangan atau alternatif, bukan sebagai prioritas utama.

Arti Back Burner Secara Harfiah

Back burner secara harfiah berarti tungku belakang pada kompor.

Dari gambaran dapur inilah muncul makna kiasannya. Sesuatu yang diletakkan di tungku belakang tidak selalu ditinggalkan. Benda tersebut masih ada dan bisa tetap dipanaskan, tetapi perhatian utama diberikan kepada masakan di tungku depan.

Makna ini kemudian digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dikesampingkan sementara atau diberi prioritas lebih rendah.

Karena itu, jangan langsung menerjemahkan backburner secara harfiah. Dalam percakapan sehari-hari, maknanya bisa berbeda tergantung konteks.

Backburner Relationship Artinya Apa?

Backburner relationship adalah kondisi ketika seseorang mempertahankan hubungan dengan orang lain sebagai alternatif romantis tanpa menjadikannya pasangan atau prioritas utama.

Contohnya sederhana.

Dina sedang menjalin hubungan dengan Arga. Namun, Dina masih rutin menghubungi Bima, seseorang yang pernah dekat dengannya. Dina sesekali menggoda Bima, memberi perhatian, dan menjaga komunikasi tetap terbuka.

Jika Bima dipertahankan sebagai kemungkinan pasangan apabila hubungan Dina dan Arga berakhir, Bima dapat disebut sebagai backburner.

Yang perlu digarisbawahi, tidak setiap pertemanan dengan lawan jenis adalah backburner relationship. Faktor pentingnya adalah adanya kemungkinan atau ketertarikan romantis yang sengaja tetap dipelihara.

Penelitian mengenai fenomena ini juga menunjukkan bahwa back burner tidak selalu berarti hubungan seksual atau perselingkuhan secara fisik. Hubungan tersebut dapat berupa komunikasi yang bersifat romantis, seksual, atau bahkan lebih ambigu.

Ciri-Ciri Seseorang Menjadi Backburner

Tidak ada satu tanda yang otomatis membuktikan seseorang sedang menjadikanmu backburner. Namun, beberapa pola berikut patut diperhatikan:

1. Sering menghubungi, tetapi tidak memberikan kepastian

Dia mungkin rutin mengirim pesan, membalas story, atau menanyakan kabar. Namun, ketika hubungan mulai dibicarakan secara serius, jawabannya selalu menggantung.

2. Muncul ketika sedang membutuhkan perhatian

Komunikasi menjadi lebih intens ketika dia sedang kesepian, bosan, atau memiliki masalah dengan pasangan utamanya.

Setelah kondisinya membaik, perhatian tersebut kembali berkurang.

3. Memberikan harapan tanpa tindakan nyata

Ucapan seperti “nanti kita jalan”, “aku sebenarnya suka kamu”, atau “lihat saja nanti” terus muncul, tetapi tidak diikuti langkah konkret.

4. Hubungan sengaja dibuat tidak jelas

Kamu dekat dengannya, tetapi tidak benar-benar tahu posisi hubungan tersebut.

Tidak ada komitmen, tetapi dia juga tidak ingin kamu pergi.

5. Tetap menjaga akses melalui media sosial

Like, reply story, DM, atau sesekali mengirim pesan dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga koneksi tetap hidup.

Namun, aktivitas media sosial saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang sedang melakukan backburnering. Konteks dan pola perilakunya tetap penting.

Backburner vs Situationship, Apa Bedanya?

Keduanya sering dianggap sama karena sama-sama bisa memiliki status yang tidak jelas.

Situationship lebih menggambarkan hubungan romantis yang berjalan tanpa status atau komitmen yang jelas. Sementara itu, backburner menekankan posisi seseorang sebagai alternatif atau pilihan yang tetap dipertahankan.

Misalnya, dua orang saling dekat dan sama-sama belum menentukan status. Itu lebih dekat dengan situationship.

Sebaliknya, seseorang sudah memiliki hubungan utama tetapi tetap menjaga orang lain sebagai calon pasangan jika hubungan utamanya gagal. Ini lebih dekat dengan backburner relationship.

Dengan kata lain, situationship berbicara tentang ketidakjelasan hubungan, sedangkan backburner lebih menekankan posisi seseorang sebagai alternatif.

Apakah Backburner Sama dengan Ghosting?

Tidak.

Ghosting terjadi ketika seseorang tiba-tiba menghentikan komunikasi tanpa penjelasan.

Sementara backburner justru kebalikannya: komunikasi biasanya tetap dipertahankan, tetapi hubungan tidak dijadikan prioritas.

Karena itu, seseorang yang terus mengirim pesan tetapi tidak pernah benar-benar membawa hubungan ke tahap yang jelas belum tentu melakukan ghosting. Bisa saja ia hanya mempertahankan hubungan tersebut sebagai opsi.

Kenapa Orang Menjadikan Seseorang Backburner?

Motivasinya dapat berbeda-beda. Beberapa kemungkinan adalah ragu pada hubungan saat ini.

Anda mungkin ingin tetap punya pilihan romantis. Anda juga bisa merasa nyaman dengan seseorang dari masa lalu. Atau, Anda hanya ingin menjaga peluang hubungan di masa depan.

Teknologi dan media sosial juga membuat praktik ini lebih mudah dilakukan. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa teknologi memungkinkan seseorang mempertahankan komunikasi dengan calon pasangan romantis melalui pesan dan jejaring sosial.

Studi lain terhadap 263 orang dewasa menemukan bahwa mayoritas responden melaporkan memiliki setidaknya satu back burner. Jumlah back burner juga berkorelasi negatif dengan komitmen, sementara perilaku terkait perselingkuhan melalui media sosial menjadi salah satu perantara hubungan antara back burner dan stres.

Namun, angka tersebut bukan berarti mayoritas orang pasti melakukan perselingkuhan. Studi tersebut meneliti keberadaan dan komunikasi dengan back burners, sehingga hasilnya harus dibaca sesuai konteks penelitian.

Apa Dampaknya Jika Menjadi Backburner?

Menjadi seseorang yang hanya dianggap sebagai pilihan cadangan dapat membuat hubungan terasa melelahkan karena ada perhatian, tetapi tidak ada kepastian.

Masalahnya bukan sekadar seberapa sering seseorang mengirim pesan. Yang lebih penting adalah ketidakseimbangan antara harapan dan tindakan.

Penelitian pada orang dewasa yang sudah punya pasangan juga menemukan hal ini. Komunikasi digital dengan back burners terkait dampak emosi yang lebih negatif. Hal ini terutama terjadi pada konteks tertentu, seperti mantan pasangan.

Karena itu, jika hubungan terus membuatmu bertanya, “sebenarnya aku ini siapa?” Pertanyaan yang lebih berguna bukan hanya apakah kamu seorang backburner. Tanyakan juga apakah hubungan itu memenuhi kebutuhan dan batasan yang kamu anggap penting.

Bagaimana Cara Menghadapi Backburner Relationship?

Jika kamu merasa berada dalam posisi tersebut, jangan langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan satu atau dua perilaku.

Perhatikan polanya.

Tanyakan secara terbuka mengenai arah hubungan. Lihat apakah perkataan dan tindakannya konsisten. Jika dia tidak menginginkan hubungan serius, kamu juga berhak menentukan apakah hubungan seperti itu sesuai dengan batasanmu.

Yang tidak kalah penting, jangan menganggap perhatian kecil sebagai bukti komitmen.

Seseorang bisa saja sering menghubungi kamu tanpa benar-benar ingin membangun hubungan denganmu.

Intinya, perhatian tidak selalu sama dengan prioritas.

Intinya: Backburner Artinya Pilihan Cadangan?

Jadi, apa itu backburner?

Dalam konteks hubungan, backburner adalah seseorang yang tetap dipertahankan sebagai alternatif atau calon pasangan di masa depan, tetapi tidak menjadi prioritas utama.

Sedangkan backburner relationship artinya hubungan yang mempertahankan seseorang dalam posisi tersebut.

Istilah ini berasal dari gambaran back burner atau tungku belakang kompor: sesuatu tetap berada di sana, tetapi bukan menjadi fokus utama.

Karena populer di media sosial dan budaya pop, istilah backburner sering digunakan secara longgar. Jadi, jangan hanya melihat apakah seseorang sering chat atau memberi like. Konteks, niat, pola komunikasi, dan komitmen jauh lebih penting untuk memahami apakah sebuah hubungan benar-benar termasuk backburner.

FAQ

Apa arti backburner dalam bahasa gaul?

Dalam bahasa gaul, backburner biasanya berarti seseorang atau sesuatu yang tidak menjadi prioritas utama tetapi tetap dipertahankan sebagai pilihan atau alternatif untuk masa depan.

Apa itu backburner relationship?

Backburner relationship adalah hubungan ketika seseorang tetap menjaga koneksi dengan calon pasangan romantis sebagai alternatif, tanpa menjadikannya hubungan utama atau prioritas.

Apakah backburner sama dengan selingkuh?

Tidak selalu. Backburner menggambarkan posisi seseorang sebagai alternatif romantis, sedangkan apakah perilaku tersebut termasuk perselingkuhan bergantung pada status hubungan, kesepakatan pasangan, batasan, dan bentuk komunikasi yang dilakukan.

Apa bedanya backburner dengan situationship?

Situationship adalah hubungan romantis yang berjalan tanpa status atau komitmen yang jelas. Backburner lebih spesifik pada seseorang yang dipertahankan sebagai alternatif atau pilihan cadangan.

Kenapa istilah backburner populer di media sosial?

Istilah ini semakin dikenal dalam percakapan tentang hubungan modern. Istilah ini juga semakin populer lewat lagu “Backburner” oleh NIKI. Lagu itu membuat istilah ini lebih familiar dalam kalangan pendengar muzik dan pengguna media sosial.