ARASVARA.ID - Di tengah kondisi perekonomian yang semakin sulit, ramai seruan dari generasi muda, terutama Gen Z, untuk ikut andil dalam mengembangkan bisnis kecil-kecilan milik keluarga. Sikap ini dilakukan untuk menyelamatkan usaha yang telah dibangun oleh orang tua mereka.
Seruan tersebut berisi ajakan untuk mengesampingkan ego dan menghilangkan gengsi demi membangun perekonomian keluarga menjadi lebih baik. Banyak Gen Z yang mulai mengambil alih usaha orang tua mereka seperti menjaga warung klontong, usaha material hingga jualan di pasar.
Mereka juga memanfaatkan kemajuan teknologi di era digital sebagai tempat pemasaran produk yang dijual belikan. Tentu saja, hal ini berpotensi meningkatkan perekonomian.
Mengapa Gen Z Memilih Membantu Bisnis Keluarga?
Di berbagai platfrom sosial media beredar konten video berisi ajakan untuk ikut serta dalam mengembangkan bisnis keluarga yang telah dibangun oleh orang tua.
Konten tersebut menyadarkan generasi muda bahwa kondisi perekonomian di Indonesia tengah mengalami penurunan, sehingga daya jual beli ikut anjlok dan berimbas pada usaha keluarga.
Mereka memperlihatkan berbagai upaya yang mereka lakukan agar usaha kedua orang tua tetap berjalan dengan baik dan diharapkan dapat mengalami peningkatan.
Generasi Z membagikan berbagai momen dengan latar belakang bisnis tersebut. Mulai dari menjaga warung klontong, bisnis material, jualan bumbu di pasar hingga merawat hewan ternak yang diperjualbelikan.
Banyak komentar positif dalam konten tersebut, bahkan menjadi motivasi bagi pengguna lain untuk melakukan hal yang sama.
Generasi Z juga memanfaatkan berbagai fitur di sosial media sebagai tempat untuk melakukan pemasaran produk yang mereka jual.
Apa Saja Strategi Gen Z dalam Mengembangkan Bisnis Keluarga di Era Digital?
Melansir dari akun TikTok @limajayabangunan79 yang mengembangkan usaha material di daerah Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur. Terdapat beberapa hal strategi dalam mengembangkan bisnis di era digital, simak berikut ini:
1. Akun Sosial Media Aktif
Di era serba digital ini, mempunyai akun resmi produk yang aktif membantu penjual memperluas jangkauan kepada konsumen.
Akun tersebut dapat diisi dengan konten mengenai berbagai produk yang diperjual belikan, informasi tentang perawatan barang yang tepat, hingga proses penjualan dan pengiriman barang.
Dengan begitu, audiens akan mengetahui informasi tentang prosedur penjualan dan kondisi kelayakan barang.
2. Bangun Personal Branding Bisnis
Adanya akun sosial media aktif dapat membangun personal branding usaha yang tengah dikembangkan. Dengan begitu, jangkauan konsumen menjadi lebih luas dan nilai jual beli akan meningkat.
3. Belajar Marketing
Di dunia perdagangan, ilmu marketing merupakan bagian yang penting karena membantu pelaku bisnis memperkenalkan produk, menjangkau konsumen yang tepat hingga meningkatkan penjualan.
4. Membangun Hubungan Baik dengan Pelanggan
Saat mengembangkan bisnis, fokus utama bukan hanya pada target penjualan, melainkan membangun hubungan baik dengan pelanggan seperti berinteraksi, merespon pertanyaan dengan ramah, menerima masukan dari customer, serta memberikan pelayanan yang baik.
5. Tingkatkan Kemampuan Publik Speaking
Kemampuan berbicara di depan umum dapat membantu pelaku usaha mempromosikan barang, membuat konten video, melakukan live streaming hingga menjelaskan produk ke calon pelanggan dengan baik.
Karena memiliki banyak manfaat, kemampuan ini perlu terus dilatih dan dikembangkan sehingga bisa memberikan dampak positif bagi brand.
Apa Tantangan dalam Menjalankan Bisnis Keluarga?
Pada umumnya, terdapat perbedaan visi dan pendapat antara anak dengan orang tua. Hal tersebut terjadi lantaran keduanya memiliki cara pandang dan pengalaman yang berbeda dalam menjalankan bisnis.
Orang tua cenderung lebih nyaman dengan cara yang sudah mereka lakukan sejak lama sehingga takut terhadap perubahan. Sementara itu, anak melihat adanya strategi dengan cara lain.
Solusinya, komunikasikan ide dan pendapat kamu kepada orang tua dengan cara yang baik. Sertakan alas an dan manfaat dari strategi yang ingin diterapkan untuk dipertimbangkan bersama.
Apakah Bisnis Keluarga Termasuk Usaha yang Menjanjikan?
Bisnis keluarga bisa menjadi usaha yang menjanjikan selama dikelola dengan baik, karena telah terbangun loyalitas terhadap pelanggan sejak lama.
Selain itu, tidak perlu mengeluarkan modal lebih banyak dibanding membangun bisnis baru, sehingga dapat menjalankannya dengan optimal.
Tidak hanya itu, bisnis tersebut juga memiliki peluang untuk berkembang dan mampu mengikuti perubahan zaman.
Jadi, bagi generasi muda yang ingin ikut serta dalam mengembangkan bisnis keluarga menjadi kabar baik untuk kedua orang tua. Karena, mereka tidak hanya membantu mengembangkan, tetapi mempertahankan usaha yang telah dibangun sejak lama.
Hal ini juga bisa menjadi peluang mengurangi tingkat pengangguran dengan merekrut orang-orang sekitar yang dirasa mampu berkonstribusi dalam bisnis tersebut.
Jika kamu ingin mengetahui terkait informasi pengangguran di Indonesia dapat membaca artikel ini.
Berapa Jumlah Pengangguran di Indonesia?
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7.25 juta jiwa.
Dari angka tersebut, lulusan SMK menjadi tingkat tertinggi hingga 8,45 persen. Kemudian dilanjut dengan jenjang SMA sebesar 6,55 persen dan sarjana 5,38 persen.
Banyak faktor yang memperngaruhi tingginya jumlah pengangguran di negara ini, salah satunya yaitu lambatnya perekonomian global.