ARASVARA.ID - Belakangan ini, warganet tengah ramai membahas fenomena cowok bingung, yaitu lelaki yang tidak berani mengambil keputusan dalam hubungan karena tekanan kehidupan.

Sikap tersebut dinilai dapat merugikan pasangan, terutama bagi mereka yang telah menjalin hubungan dalam jangka waktu cukup lama.

Fenomena tersebut memunculkan beragam pertanyaan di media sosial mengenai berbagai penyebab yang dapat mempengaruhi terbentuknya sikap inkonsisten itu, termasuk pola asuh orang tua sejak masa kanak-kanak.

Baca Juga: Publik Ramai Membahas Kimpul, Umbi yang Diolah Jadi Hidangan Kekinian

Apa itu Cowok Bingung?

Istilah cowok bingung digunakan warganet untuk menggambarkan laki-laki yang kesulitan dalam menentukan sikap atau mengambil keputusan, terutama saat menghadapi persoalan hubungan.

Keraguan tersebut hadir karena beban mental yang mereka tanggung seperti tekanan sosial, sulitnya finansial, hingga emosional yang tidak dikendalikan dengan baik.

Dalam psikologi, fenomena ini disebut sebagai Peter Pan Syndrome, yaitu setiap individu yang telah memasuki usia dewasa namun berperilaku seperti anak-anak, sehingga cenderung menghindari tanggung jawab dan kesulitan dalam hubungan interpersonal.

Baca Juga: Mau Switch Career? Ini Skill yang Wajib Kamu Kuasai Sebelum Pindah Kerja

Ciri-Ciri Individu yang Kerap Disebut Cowok Bingung

1. Sulit Mengambil Keputusan dan Menerima Konsekuensi

Pada umumnya, cowok bingung cenderung kesulitan mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan.

Kondisi tersebut membuatnya lebih memilih untuk melepaskan sesuatu daripada berusaha mempertahankan dan memperjuangkannya, karena takut mendapatkan kegagalan atau penolakan.

2. Cenderung Menghindari Tanggung Jawab

Saat berada dalam situasi yang membutuhkan tanggung jawab besar, mereka justru menghindar, baik dengan memutuskan untuk pergi maupun lepas tanggung jawab.

Baca Juga: Makna dan Lirik Lagu That's Hilarious - Charlie Puth, Manipulasi Mantan Kekasih

3. Belum Siap Komitmen

Biasanya, mereka menjalin kedekatan dengan orang sekitar untuk mencari kenyamanan dan dukungan emosional, tetapi belum memiliki kesiapan untuk membawa hubungan ke tahap lebih serius.

Apakah Pola Asuh Orang Tua Mempengaruhi Sikap Cowok Bingung atau Peter Pan Syndrome?

Menurut pemaparan psikiater dr. Aimee Nugroho Sp. KJ, Pola asuh orang tua dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi cara seseorang bersikap saat dewasa.

Orang tua yang terlalu memanjakan anaknya berpotensi membentuk karakter kurang bertanggungjawab dan takut mengambil keputusan secara mandiri.

Dengan begitu, anak tumbuh menjadi pribadi yang mudah bergantung dengan orang lain dan sulit berkomitmen.

"Orang tua yang terlalu permisif, semua diperbolehkan, anaknya mau minta apapun aja selalu diperbolehkan, selalu diijinkan tidak pernah ada menuntut anaknya untuk melakukan tanggung jawab sesuai dengan usianya maka anak itu bisa menjadi Peter Pan Syndrome." Ujar dr. Aimee Nugroho Sp.KJ, pada (26/8/2022).

Lalu Bagaimana Pola Asuh Orang Tua yang Tepat pada Anak?

Pola asuh adalah suatu sistem atau cara yang dilakukan untuk menjaga, merawat, dan mendidik anak kecil, baik oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Untuk membantu membentuk kepribadian yang baik pada anak, orang tua dapat menerapkan beberapa sikap sebagai berikut:

1. Hindari Sikap Permisif

Permisif adalah pola asuh orang tua kepada anak dengan cara memberikan kebebasan yang sangat longgar tanpa pengawasan, sehingga tidak ada aturan dan batasan.

Dengan begitu, anak menjadi terbiasa mendapatkan sesuatu yang diinginkan secara instan tanpa memahami prosesnya.

Tetapkan batasan yang jelas pada anak agar mereka memahami aturan, tanggung jawab, serta konsekuensi dari setiap keputusannya.

2. Hindari Overprotektif

Orang tua yang overprotektif cenderung membatasi anak dalam bersosialisasi, sehingga selalu bergantung kepada orang tuanya. Selain itu, anak tidak mampu mengembangkan keterampilannya dalam menghadapi permasalahan kehidupan.

Orang tua dapat memberikan ruang kepada anak untuk bersosialisasi agar mampu menyelesaikan masalah secara mandiri dengan tetap memberikan arahan serta pengawasan yang sesuai.

3. Lakukan Konsultasi

Apabila seseorang kesulitan bersikap sesuai usianya, orang tua dapat mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional.

Konsultasi dapat membantu orang tua memahami sikap anak sehingga mampu memutuskan pola asuh yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang anak saat mengambil keputusan dan bersikap tanggung jawab.

Dengan begitu, perlu adanya pola asuh yang seimbang agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dalam menghadapi kehidupannya.