ARASVARA.ID - Wanita di Indonesia tercatat lebih dari lima persen mengidap penyakit PCOS dengan berbagai gejala umum yang ada.
Belum diketahui secara pasti terkait penyebab terjadinya penyakit tersebut. Namun, terdapat dua faktor utama dari genetik dan gaya hidup.
Dengan adanya hal tersebut kamu sebagai perempuan harus bisa menerapkan gaya hidup sehat.
Apa Itu PCOS?
PCOS merupakan gangguan hormon yang tidak seimbang pada perempuan di usia subur.
Biasanya PCOS menyerang indung telur hingga menghambat perkembangan sel telur pada wanita.
Biasanya dokter menetapkan pasien pengidap penyakit PCOS dengan dua dari tiga tanda yang ada.
Tanda Pengidap PCOS
Gangguan ovulasi
Kelebihan hormon androgen
gambaran ovarium polikistik
Selain itu terdapat juga beberapa gejala umum pada wanita pengidap PCOS.
Gejala Umum PCOS
Kondisi tersebut dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:
1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Menstruasi merupakan siklus bulanan yang normal dialami wanita. Umumnya, siklus menstruasi terjadi setiap 21-35 hari dengan durasi sekitar 2-7 hari.
Namun, gangguan hormonal pada penderita PCOS dapat menghambat proses ovulasi sehingga menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan frekuensinya pun jadi lebih jarang, bahkan bisa kurang dari 8-9 kali selama setahun.
2. Pertumbuhan Rambut Berlebihan
Terdapat pertumbuhan rambut berlebihan (Hirsutisme) di tempat yang tidak umum pada wanita, seperti kumis, jenggot, bulu dada, perut, tangan dan kaki. Hal itu disebabkan karena tingginya kadar hormon Androgen pada tubuh wanita.
Selain itu, kerontokan parah pada rambut kepala hingga mengalami kebotakan juga bisa menjadi salah satu gejala PCOS. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut melalui medis untuk skoring hasil tes.
3. Muncul Jerawat Hormonal
Hormon androgen memicu produksi sebum minyak pada kulit jadi lebih aktif sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan menjadi penyebab munculnya jerawat yang sulit disembuhkan. Biasanya jerawat tersebut tumbuh di area dagu, rahang, dada, bahkan punggung bagian atas.
4. Timbul Kehitaman di Daerah Lipatan
Hormon androgen yang berlebihan dapat mempengaruhi melanin sehingga timbul warna kehitaman di daerah lipatan seperti tengkuk leher, ketiak maupun lipatan paha.
5. Mood Swing
PCOS tidak hanya mempengaruhi perubahan fisik, akan tetapi juga dapat berimbas pada kondisi emosional. Akibat ketidak seimbangan hormon yang dihasilkan oleh tubuh dapat mengganggu kerja neurotransmiter di otak, sehingga emosi tidak terkendali.
Dengan mengenali gejala PCOS sejak dini dapat mencegah komplikasi serta meningkatkan efektivitas pengobatan.
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG Transvaginal agar mengetahui kondisi tubuh lebih jelas.
Hindari self-diagnosis dan segera konsultasikan pada ahlinya agar mendapat penanganan yang tepat.