ARASVARA.ID - Wanita di Indonesia tercatat lebih dari lima persen mengidap penyakit PCOS dengan berbagai gejala umum yang ada.

Belum diketahui secara pasti terkait penyebab terjadinya penyakit tersebut. Namun, terdapat dua faktor utama dari genetik dan gaya hidup.

Dengan adanya hal tersebut kamu sebagai perempuan harus bisa menerapkan gaya hidup sehat.

Baca Juga: Link CCTV Demo Hari Ini Jumat 12 Juni 2026 di Gedung DPR

Apa Itu PCOS?

PCOS merupakan gangguan hormon yang tidak seimbang pada perempuan di usia subur.

Biasanya PCOS menyerang indung telur hingga menghambat perkembangan sel telur pada wanita.

Biasanya dokter menetapkan pasien pengidap penyakit PCOS dengan dua dari tiga tanda yang ada.

Baca Juga: Gula Mulai Rp17.500, Ini Harga Promo Superindo Hari Ini Jumat 12 Juni 2026!

Tanda Pengidap PCOS

Selain itu terdapat juga beberapa gejala umum pada wanita pengidap PCOS.

Gejala Umum PCOS

Kondisi tersebut dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:

Baca Juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi MBG! Bagaimana Peran Asep Yusuf Somantri? Aktor Utama Atur Titik SPPG?

1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Menstruasi merupakan siklus bulanan yang normal dialami wanita. Umumnya, siklus menstruasi terjadi setiap 21-35 hari dengan durasi sekitar 2-7 hari.

Namun, gangguan hormonal pada penderita PCOS dapat menghambat proses ovulasi sehingga menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan frekuensinya pun jadi lebih jarang, bahkan bisa kurang dari 8-9 kali selama setahun.

2. Pertumbuhan Rambut Berlebihan

Terdapat pertumbuhan rambut berlebihan (Hirsutisme) di tempat yang tidak umum pada wanita, seperti kumis, jenggot, bulu dada, perut, tangan dan kaki. Hal itu disebabkan karena tingginya kadar hormon Androgen pada tubuh wanita.

Baca Juga: Kapan Pencairan Bansos Kemensos Juni 2026 Diterima KPM? Cek Informasi PKH BPNT di Sini!

Selain itu, kerontokan parah pada rambut kepala hingga mengalami kebotakan juga bisa menjadi salah satu gejala PCOS. Oleh karena itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut melalui medis untuk skoring hasil tes.

3. Muncul Jerawat Hormonal

Hormon androgen memicu produksi sebum minyak pada kulit jadi lebih aktif sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan menjadi penyebab munculnya jerawat yang sulit disembuhkan. Biasanya jerawat tersebut tumbuh di area dagu, rahang, dada, bahkan punggung bagian atas.

4. Timbul Kehitaman di Daerah Lipatan

Hormon androgen yang berlebihan dapat mempengaruhi melanin sehingga timbul warna kehitaman di daerah lipatan seperti tengkuk leher, ketiak maupun lipatan paha.

5. Mood Swing

PCOS tidak hanya mempengaruhi perubahan fisik, akan tetapi juga dapat berimbas pada kondisi emosional. Akibat ketidak seimbangan hormon yang dihasilkan oleh tubuh dapat mengganggu kerja neurotransmiter di otak, sehingga emosi tidak terkendali.

Dengan mengenali gejala PCOS sejak dini dapat mencegah komplikasi serta meningkatkan efektivitas pengobatan.

Disarankan untuk melakukan pemeriksaan USG Transvaginal agar mengetahui kondisi tubuh lebih jelas.

Hindari self-diagnosis dan segera konsultasikan pada ahlinya agar mendapat penanganan yang tepat.