ARASVARA.ID - Sholat Istikharah adalah salah satu amalan sunnah bagi umat Islam ketika sedang bingung pada sebuah pilihan atau keputusan penting dalam hidup.

Ibadah ini diamalkan untuk meminta pentujuk Allah SWT agar diberikan pilihan yang terbaik, baik dalam urusan jodoh, pekerjaan, pendidikan, maupun persoalan lainnya.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ – البقرة : 153

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

(QS. Al-Baqarah: 153).

Anjuran sholat istikharah dijelaskan di dalam hadis, dari Jabir Bin Abdullah radhiyallahu'anhuma berkata:

انَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ

Artinya: Rasulullah SAW mengajari kami (para sahabat) untuk salat istikharah ketika sedang menghadapi setiap persoalan, sebagaimana mengajari kami semua surat dari Al-Quran.

Nabi bersabda: Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat sunnah dua rakaat.

(HR. Bukhari: 6382).

Mengenal Sholat Istikharah

Sederhananya, istikharah berarti memohon pilihan yang terbaik kepada Allah SWT.

Sholat istikharah dapat diamalkan ketika seseorang sedang binggung pada beberapa pilihan dalam urusan yang diperbolehkan dalam Islam, agar diberikan petunjuk menuju keputusan yang terbaik.

Kapan Waktu Sholat Istikharah?

Waktunya mengikuti ketetntuan sholat sunnah, sehingga sebaiknya menghindari waktu yang dilarang untuk sholat.

Sholat ini juga dapat diamalkan pada malam hari selama tidak bertepatan dengan waktu yang dilarang.

Tuntunan Sholat Istikharah

Sholat istikharah diamalkan sebanyak 2 rakaat. Berikut tuntunan pelaksanaannya:

1. Berwudhu dan memastikan badan, pakaian, serta tempat sholat dalam keadaan suci.

2. Menghadirkan niat sholat istikharah di dalam hati.

3. Melaksanakan rakaat pertama dengan membaca Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan surat lain dari Al-Qur'an.

4. Melaksanakan rakaat kedua dengan membaca Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan surat lain dari Al-Qur'an.

5. Menyelesaikan sholat dengan tasyahud akhir dan salam.

6. Membaca doa istikharah dan memohon agar Allah SWT memberikan pilihan terbaik dalam perkara yang sedang dipertimbangkan.

Doa Istikharah dan Artinya

Bacaan awal doa dalam bahasa Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ) خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ*) شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

Latin:

Allaahumma innii astakhiiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal 'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi.

Artinya:

Ya Allah sesungguhnya aku memohon petunjuk Mu yang baik dengan pengetahuan Mu, dan aku memohon kekuatan dengan kekuatan Mu, dan aku memohon dengan kemurahan Mu yang luas, karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa dan aku tidak mempunyai kekuasaan itu, lagi pula Engkau mengetahui yang ghaib-ghaib, dan bila Engkau tahu sesungguhnya hal ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan masa depanku, maka pastikan dia padaku dan mudahkanlah dia padaku, kemudian berikan keberkahan padanya. Dan Engkau mengetahui bahwasanya kejahatan bagiku, buat agamaku, buat hidupku, dan buat hari kemudianku, maka jauhkanlah dariku, dan jauhkan aku darinya, dan berilah aku kebaikan padaku, dimana saja aku berada, kemudian jadikanlah aku orang yang ridho dengan pemberian itu.

Apakah Mimpi Menjadi Tanda Jawaban Sholat Istikharah?

Sebagian orang menganggap mimpi setelah sholat istikharah sebagai petunjuk, padahal tidak semua mimpi memiliki makna yang sama.

Rasulullah SAW bersabda:

الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ فَبُشْرَى مِنْ اللَّهِ وَحَدِيثُ النَّفْسِ وَتَخْوِيفٌ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا تُعْجِبُهُ فَلْيَقُصَّ إِنْ شَاءَ وَإِنْ رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلَا يَقُصَّهُ عَلَى أَحَدٍ وَلْيَقُمْ يُصَلِّي

Artinya:

Mimpi itu ada tiga: kabar gembira dari Allah, bisikan hati (pikiran), dan menakut-nakuti dari setan. Jika salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yang disukainya, hendaklah ia menceritakannya jika ia mau. Dan jika ia bermimpi sesuatu yang dibencinya, janganlah ia menceritakannya kepada siapa pun, dan hendaklah ia bangun lalu shalat.

(HR. Ibnu Majjah: 3906)

Hadis ini menjelaskan bahwa mimpi memiliki beberapa jenis, tetapi tidak secara khusus menyatakan bahwa mimpi merupakan tanda jawaban sholat istikharah.

Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu mimpi untuk mengambil keputusan. Setelah beristikharah, tetaplah mempertimbangkan pilihan dengan matang, mencari nasihat yang baik, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Sekian informasi terkait Sholat Istikharah seperti doa, tata cara dan waktu pelaksanaannya. (FIO)

Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id