ARASVARA.ID - Mobil listrik sering kali menjadi perhatian saat musim hujan, terutama ketika harus melewati jalan yang terkena genangan air.
Pasalnya, mobil listrik dibekali dengan baterai bertegangan tinggi yang umumnya terletak pada bagian bawah kendaraan.
Meski mobil listrik sudah dilengkapi dengan sistem perlindungan untuk mengurangi risiko air masuk ke komponen kelistrikan, namun bukan berarti kendaraan sepenuhnya kebal terhadap air.
Salah satu indikator pelindung yang difungsikan untuk mengurangi risiko air masuk ke komponen kelistrikan adalah IP Rating baterai EV atau Ingress Protection Rating.
Standar tersebut dinilai dapat membantu menunjukkan seberapa baik baterai terlindungi dari debu dan juga air.
Apa Itu IP Rating Baterai EV?
IP Rating baterai EV atau Ingress Protection Rating adalah standar untuk mengukur kemampuan suatu komponen dalam melindungi bagian dalam kendaraan dari air dan debu.
Kode IP sendiri hadir dari dua angka, yakni IP67 dan IP68 yang umumnya sering ditemukan pada baterai mobil listrik.
IP67 menunjukkan perlindungan kedap debu serta kemampuan bertahan dalam pengujian perendaman air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.
Sedangkan IP68 menunjukkan perlindungan kedap debu dan kemampuan bertahan dalam perendaman air sesuai ketentuan kedalaman serta durasi dari produsen.
Apa Itu Baterai EV?
Seperti yang kita tahu, baterai EV (Electric Vehicle) merupakan komponen yang dapat menyimpan energi listrik untuk menggerakan motor kendaraan.
Beberapa jenis baterai EV yang sering digunakan antara lain LFP (Lithium Iron Phosphate), NMC (Nickel Manganese Cobalt), dan NCA (Nickel Cobalt Aluminum).
Pada umumnya, baterai dipasang di bagian bawah mobil dan dilengkapi dengan pelindung khusus yang dapat meminimalkan risiko kerusakan akibat benturan maupun air.
Selain itu, ada juga sistem manajemen termal dan sensor yang bisa memantau kondisi baterai, termasuk suhunya.
Jenis-Jenis Baterai Mobil Listrik
Saat ini, teknologi baterai terus berkembang untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik. Berikut beberapa jenis yang dikenal dalam industri otomotif:
1. Lithium-Ion (Li-Ion)
Baterai jenis ini diketahui banyak digunakan pada mobil listrik modern karena memiliki kepadatan energi tinggi dan bobot relatif ringan.
2. Nickel-Metal Hydride (NiMH)
Memiliki daya tahan cukup baik dan lebih umum ditemukan pada kendaraan hybrid, baterai Nickel-Metal Hydride (NiMH) juga kerap digunakan untuk mobil listrik.
3. Solid-State Battery
Solid-State Battery hadir dengan menggunakan elektrolit padat dan berpotensi meningkatkan keamanan serta efisiensi baterai. Teknologi ini masih dikembangkan untuk penggunaan massal.
4. Lead-Acid
Jenis baterai konvensional ini umumnya digunakan untuk mendukung sistem kelistrikan kendaraan listrik.
5. Ultracapacitor
Diketahui, Ultracapacitor dapat menyimpan dan melepaskan energi dengan cepat, tetapi biasanya digunakan sebagai komponen pendukung.
6. Nickel Cadmium (Ni-Cd)
Meski dikenal cukup tahan lama, tetapi Nickel Cadmium (Ni-Cd) semakin jarang digunakan karena hadirnya teknologi baterai yang lebih modern.
Apakah Mobil Listrik Aman Terkena Banjir?
Kendaraan roda empat berbasis listrik memang dirancang dengan perlindungan khusus pada baterai dan sistem kelistrikannya.
Namun, kemampuan tersebut tetap memiliki batas sehingga pengemudi tidak disarankan sembarangan melewati banjir.
Salah satu contohnya adalah sejumlah model Chery, seperti TIGGO 9, TIGGO 8, E5, dan J6. Berdasarkan informasi produsen, model-model tersebut menggunakan baterai LFP dengan perlindungan IP68.
Chery juga menyebut beberapa produknya mampu melewati genangan air hingga 45 cm. Meski demikian, kemampuan tersebut perlu disesuaikan dengan spesifikasi setiap model dan kondisi pengujian.
Itu dia penjelasan mengenai IP Rating baterai EV dan fungsinya dalam melindungi komponen mobil listrik dari banjir.