ARASVARA.ID - Tesla hebohkan dunia otomotif, aksi pamer teknologi terbaru dari produsen kendaraan listrik ternama, Tesla. Dalam uji coba eksklusif yang digelar di area pengujian SpaceX wilayah McGregor, Texas, Amerika Serikat, Tesla resmi memperkenalkan generasi terbaru dari lini mobil sport mereka, Tesla Roadster.
Diketahui, Tesla Roadster adalah mobil terbang pertama di dataran Amerika Serikat. Inovasi ini dikembangkan Tesla bersama SpaceX
Elon Musk selaku Chief Executive Officer (CEO) Tesla mengeklaim kendaraan terbarunya ini hadir jauh lebih hebat dibandingkan mobil canggih yang biasa muncul dalam film aksi agen rahasia James Bond.
Menurut penjelasan Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, kemampuan langka ini dapat terwujud berkat integrasi sistem kipas isap khusus yang menghasilkan gaya isap hingga 2G ke permukaan lintasan.
Peragaan berlanjut saat Roadster mundur menuruni trek, melesat naik, lalu berguling di udara dan mendarat mulus berkat bantuan pendorong gas dingin. Bahkan pada atraksi lainnya, kendaraan ini sanggup melompati deretan armada mobil listrik Tesla, termasuk truk Tesla Semi yang memiliki ketinggian mencapai 4,1 meter.
Penerapan sistem pendorong pada bodi mobil membutuhkan perancangan ulang secara menyeluruh pada komponen perangkat keras serta sistem kendali pengoperasian. Pihak manajemen Tesla menjelaskan bahwa seluruh ruang kosong yang tersedia di dalam bodi mobil dimaksimalkan untuk menampung tabung bertekanan berlapis serat karbon (carbon-overwrapped pressure vessel / COPV).
Elon Musk mengatakan melalui akun X, "SpaceX telah menggunakan pendorong untuk mengatur posisi wahana antariksa selama puluhan tahun. Membuatnya bekerja di kendaraan, bukan di ruang hampa, membutuhkan perangkat keras dan sistem kendali yang sepenuhnya baru," ujar dia.
Integrasi empat unit pendorong pasokan SpaceX di area belakang bodi membuat Tesla Roadster sanggup melesat dari 0 hingga 96 km/jam hanya dalam kurun waktu 0,81 detik. Elon Musk juga membeberkan bahwa kecepatan maksimum kendaraan elektrik ini mampu menembus angka lebih dari 370 km/jam.
Ketika mengaktifkan Track Mode, bagian sayap belakang mobil akan digerakkan secara otomatis oleh sistem aktuator canggih berbasis teknologi robot Optimus. Tesla mengeklaim paket downforce pasif yang dimiliki Roadster merupakan yang terbaik di kelas mobil jalan raya dan mendekati standar keandalan jet darat Formula 1.
Tesla menyediakan tiga varian Roadster yang dapat dipesan oleh calon konsumen melalui situs resminya. Varian pertama adalah Performance yang membutuhkan uang muka (deposit) sebesar 50.000 US Dolar atau sekitar Rp902,6 juta (menggunakan acuan kurs Rp18.051 per US Dolar).
Varian kedua merupakan tipe Thrust yang dilengkapi pendorong akselerasi khusus dengan nilai uang muka sebesar 250.000 US Dolar atau setara Rp4,5 miliar. Adapun varian ketiga, yaitu tipe Rocket, hadir secara terbatas hanya melalui jalur undangan dengan konfigurasi satu jok serta sistem penerbangan penuh.
Varian Performance: Uang muka pemesanan 50.000 US Dolar (Rp902,6 juta).
Varian Thrust: Uang muka pemesanan 250.000 US Dolar (Rp4,5 miliar).
Varian Rocket: Hanya dapat diakses lewat undangan khusus (invitation only).
Kepastian mengenai legalitas penggunaan seluruh fitur canggih tersebut di jalan umum hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Ketika dimintai konfirmasi mengenai izin pengoperasian resmi di jalan raya, Elon Musk memberikan tanggapan yang terbilang diplomatis namun sarat akan keyakinan,
"Maksudnya, ini akan jadi mobil sungguhan yang ada di jalan. Anda tahu, saya belum tentu yakin ini legal di semua yurisdiksi. Tapi akan ada mobil seperti itu yang bisa dimiliki seseorang. Tergantung jalanmu." pungkas Elon Musk.
Meskipun Tesla sempat berjanji akan mendistribusikan Roadster pada 2020 lalu pasca-pengenalan awal tahun 2017, jadwal pengiriman tersebut terpaksa mengalami penundaan bertahun-tahun. Penyesuaian teknologi serta kerumitan sistem pendorong membuat jadwal manufaktur bergeser signifikan.
Berdasarkan pengumuman terbaru manajemen Tesla, proses produksi massal untuk Tesla Roadster generasi baru ini dijadwalkan bakal dimulai secara resmi pada tahun 2028 mendatang. Kehadirannya diharapkan mampu merevolusi peta industri kendaraan listrik dunia secara berkelanjutan.