ARASVARA.ID - Musim hujan bisa membuat sokbreker mobil cepat rusak, terutama jika mobil sering melewati jalan berlumpur dan berlubang.
Cipratan air yang bercampur pasir sering kali menempel di bagian kaki-kaki dan mengganggu kinerja komponen apabila dibiarkan menumpuk.
Meski begitu, air hujan bukanlah satu-satunya penyebab sokbreker mobil rusak. Sebab, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi dan menyebabkan komponen kendaraan tersebut rusak.
Lantas, apa saja penyebab sokbreker mobil bermasalah saat musim hujan dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut informasi lengkapnya.
Penyebab Sokbreker Mobil Cepat Rusak
1. Cipratan Air dengan Lumpur dan Pasir
Ketika mobil melintasi jalanan yang basah akibat terkena hujan, maka rida akan melemparkan air, lumpur, dan juga pasir ke bagian kolong mobil.
Kotoran yang menempel pada batang sokbreker berisiko menggores permukaan dan merusak seal jika pelindungnya tidak lagi berfungsi dengan baik.
Untuk mengatasinya, bersihkan bagian kolong mobil setelah melewati jalan berlumpur agar kotoran tidak menumpuk.
2. Karet Pelindung Sokbreker Rusak
Seperti yang kita tahu, karet boot berfungsi untuk melindungi batang sokbreker dari debu, pasir, maupun kotoran.
Namun, seiring usia pemakaian, karet bisa saja retak, getas, ataupun robek. Jika pelindung rusak dan tidak diperbaiki, maka gesekan kotoran tersebut bisa merusak permukaan sokbreker dan memicu kebocoran oli melalui seal.
Untuk itu, periksa kondisi karet pelindung secara berkala dan segera lakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan pada bagian sokbreker.
3. Sering Menghantam Jalanan Berlubang
Tak jarang, genangan air saat musim hujan bisa menyamarkan lubang yang ada di jalan. Jika kendaraan menerjang lubang saat kecepatan tinggi, maka akan terjadi benturan keras pada sokbreker.
Meski dirancang untuk meredam guncangan, namun benturan keras yang berulang akan membuat sokbreker rusak.
Untuk mengurangi risiko tersebut, kurangi kecepatan saat berkendara di cuaca hujan dan hindari genangan yang kondisi atau kedalamannya tidak diketahui.
Tanda-Tanda Sokbreker yang Rusak
Gejala-gejala berikut dapat mengindikasikan sokbreker pada mobil yang rusak, adapun ciri-cirinya antara lain:
Kebocoran oli pada tabung sokbreker.
Getaran bodi yang kuat atau bergetar berlebihan saat melewati jalan yang tidak rata.
Suara dari bawah kendaraan, seperti suara berdecak yang dapat terdengar saat melewati gundukan.
Keausan ban yang tidak merata dan kemungkinan adanya masalah dengan suspensi roda dan penyelarasan roda.
Ketidakstabilan kendaraan dan stabilitas kemudi terganggu.
Gejala-gejala ini tidak selalu semata-mata disebabkan oleh sokbreker yang rusak. Pemeriksaan oleh mekanik diperlukan untuk menentukan penyebab masalah dan apakah komponen perlu diperbaiki atau diganti.
Cara Merawat Sokbreker Mobil Selama Musim Hujan
Untuk memperpanjang umur sokbreker kendaraan, lakukan beberapa sederhana berikut:
Bersihkan bagian bawah kendaraan. Singkirkan lumpur dan pasir setelah berkendara di jalan yang tidak beraspal.
Periksa karet pelindung dan pastikan karet pelindung tidak rusak atau aus.
Hindari benturan keras dan kurangi kecepatan saat melewati lubang atau gundukan.
Hindari kelebihan muatan atau beban yang terlalu berat, yang akan memberi tekanan pada suspensi.
Periksa suspensi secara teratur. Jika melihat kebocoran oli, suara aneh, atau perubahan stabilitas berkendara, segera hubungi mekanik.
Demikian informasi mengenai penyebab sokbreker mobil rusak saat musim hujan dan bagaimana cara merawatnya.