Oleh Pemimpin Redaksi Arasvara Sutiyono

ARASVARA.ID - MEMILUKAN satu kata ini sepertinya sangat pas untuk menggambarkan nasib ratusan siswa SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan. Sudah dua tahun mereka belajar dengan menumpang di sekolah lain.

Sekolah tempat ratusan siswa menimba ilmu yakni SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan itu ambruk sejak 27 November 2024.

Sekolah roboh ketika itu dalam keadaan kosong. Kejadian sekitar pukul 06:30 atau pukul 07:00. Tidak ada angin tidak ada hujan, eh tiba-tiba ambruk.

Baca Juga: Sinopsis Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER): Gaya Hidup Toxic

Kini sekolah ambruk sudah dua tahun. Tetapi gedung SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan belum tersentuh perbaikan, apalagi dibangun ulang.

Terpaksalah ratusan siswa itu harus mengikuti proses belajar mengajar mendompleng di sekolah lain. Kondisi seperti itu tentu mereka harus beradaptasi dengan jadwal belajar yang berubah.

Ratusan siswa SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan yang biasanya masuk pagi sekarang berubah masuk siang hingga sore.

Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi HP Lemot Tanpa Menghapus Aplikasi dan Data

Maklum menumpang

Melongok lokasi pada Senin, 20 Juli 2026, bangunan sekolah yang roboh itu dipasangi garis berwarna hitam dan kuning. Puing-puing bagian bangunan yang ambruk masih berserakan.

Sejak bangunan ambruk dua tahun yang lalu, proses belajar mengajar ratusan siswa SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan menumpang di SD Negeri Kebayoran Lama 11 Pagi. Lantaran mendompleng, sistem belajar pun berubah.

Perubahan jam belajar tentu mempengaruhi proses pendidikan mereka. Aktivitas keseharian mereka juga ikutan berubah.

Kenyataan ini membuat banyak orangtua siswa maupun siswa itu sendiri berharap bisa menimba ilmu di sekolah sendiri yakni SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi seperti sedia kala.

Baca Juga: Bentrokan Maut di Matraman Bukan Karena Belum Bayar Nasi Uduk, Kapolres Jakpus: Korban Tidak Terima Ditegur
Page Break

Harapan orangtua siswa dan siswa ingin segera kembali belajar di sekolah sendiri dapat dimengerti. Rentang waktu dua tahun mendompleng sudah lumayan lama.

Belajar pagi dibandingkan siang hingga sore sudah pasti berbeda. Selain itu juga merampas kebiasaan aktivitas anak.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2026 sebesar Rp 81, 32 triliun. Anggaran segede itu berfokus pada proyek strategis seperti pengendalian banjir, penanggulangan sampah, penanggulangan kemiskinan, pencegahan stunting dan mengatasi kemacetan.

Sektor pendidikan, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp 19, 75 triliun. Anggar itu antara lain untuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Rp 3, 25 triliun, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Rp 399 miliar, program sekolah swasta gratis Rp 282, 46 miliar, rehab sekolah dan fasilitas pendidikan Rp 126, 12 miliar.

Baca Juga: Miliki Kulit Berjerawat? Ini 5 Kandungan yang Harus Dihindari

Mirisnya, meski APBD Pemprov DKI Jakarta dari tahun ke tahun segede gunung, tetapi SD Negeri Kebayoran Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan yang roboh sudah dua tahun belum diperbaiki.

Wajar bila publik mempertanyakan sikap Pemprov DKI Jakarta terhadap kemajuan dunia pendidikan. Apalagi beredar kabar, sejak bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan roboh pihak sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta. Tetapi kenapa hingga sekarang dibiarkan.

Kenyataan ini sudah seharusnya Pemprov DKI Jakarta segera memperbaiki gedung-gedung sekolah rusak dan yang tidak layak untuk ditempati.

Berdasarkan data, di Jakarta tercatat ada sekitar 2.014 gedung sekolah negeri. Gedung-gedung itu meliputi SDN, SMPN dan SMAN/SMKN. Dari jumlah itu, sebanyak 200-an bangunannya dalam kondisi rusak dan memerlukan perbaikan hingga tingkat rehab total.

Banyaknya bangunan sekolah rusak dan robohnya bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan yang belum tersentuh, sementara APBD Pemprov DKI Jakarta mencapai Rp 81, 32 triliun, mengundang keprihatinan publik.

Baca Juga: Bentrokan Maut di Menteng, Jakarta Pusat Sebabkan 1 Orang Tewas, Begini Kronologinya!

Jakarta adalah kota megapolitan ternyata masih ada sekolah negeri roboh sudah dua tahun yang belum tersentuh perbaikan.

Malu dong ah. Ini Jakarta lho. Perbaiki segera sekolah ambruk! Jangan kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu. ***