JAKARTA, ARASVARA.ID – Deklarasi hari Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar pada Kamis (29/10/2026) kemarin menjadi sorotan publik yang digelar Polda Metro Jaya terkait yang pemuda yang mengaku mahasiswa atas namakan almamater sejumlah kampus dan artis.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni sekaligus artis Raffi Ahmad memberikan klarifikasinya atas kehadiran dirinya dan sejumlah artis yang berlangsung di depan Pos Polisi (Pospol) Tharin, Menteng, Jakarta Pusat.

Raffi Ahmad memberikan klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara deklarasi sumpah pemuda dan meminta permohonan maaf mendalam atas niat dan itikad baiknya mengikuti undangan kegiatan kepemudaan tersebut.

Baca Juga: Deretan Musisi Batal Tampil di Rans Carnival Jogja, Ada Guyon Waton hingga Tipe-X

Dalam pernyataan resminya, Raffi Ahmad menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul pasca-kehadirannya di lokasi deklarasi. Ia menegaskan kehadirannya semata-mata memenuhi undangan penyelenggara dengan niat mendukung gerakan pemuda.

Berikut pernyataan klarifikasi Raffi Ahmad yang diposting Media Sosial resmi Instagram @raffinagita1717:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam, saya Raffi Ahmad.

Dengan kerendahan hati saya, izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait acara pada tanggal 29 Oktober lalu. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Polda Metro Jaya selaku penyelenggara acara, saya hadir sebagai undangan dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Saya datang dengan niat yang tulus dan iktikad yang baik, tanpa niat merendahkan, apalagi mencederai semangat perjuangan generasi muda.

Sudah menjadi kebiasaan dari sejak dulu, di setiap ada undangan, siapapun yang mengundang saya, insyaallah saya selalu mengupayakan untuk hadir walaupun sebentar.

Saya mohon maaf dari hati saya atas kegaduhan yang timbul dari kehadiran saya. Saya sangat memahami bahwa niat baik tetap perlu disertai ketelitian pada setiap kegiatan yang akan dihadiri. Selama ini saya mengajak masyarakat seluruhnya untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, menjauhkan dari ujaran kebencian, apalagi yang diiringi dengan caci maki sampai dengan fitnah. Dan kejadian ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih teliti memahami informasi dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.

Saya menghargai setiap orang yang menyampaikan aspirasinya, kritiknya, dengan pandangannya, sarannya, semuanya saya hargai, karena saya sangat meyakini bahwa setiap orang memiliki cara untuk berkontribusi dan memberikan apapun yang terbaik dengan cara masing-masing untuk bangsa dan negara.

Terima kasih sekali lagi atas perhatian, kritik, dan masukan yang diberikan. Semuanya ini pastinya menjadi pembelajaran bagi saya untuk terus memperbaiki diri. Saya berharap penjelasan yang telah disampaikan dapat membantu memperjelas situasi yang sebenarnya terjadi, sekaligus ini menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bagi semua pihak, termasuk saya. Salam sehat untuk kita semua.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Page Break

Polda Metro Jaya Minta Maaf

Kepolisian yang menggelar acara tersebut dari Polda Metro Jaya membenarkan bahwa kehadiran artis Raffi Ahmad dan Konten Kreator Willie Salim adalah murni atas undangan dari pihak kepolisian selaku penyelenggara acara.

Pihak Bhayangkara tersebut menyampaikan permohonan maaf serta setiap menerima seluruh kritik publik sebagai bahan evaluasi kegiatan.

Deklarasi tersebut diselenggarakan untuk peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan tema ‘Patrotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia’ pada Kamis (29/10/2026) kemarin.

"Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan kemarin.

"Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik," tuturnya.

Saat berorasi di hadapan peserta deklarasi pada 29 Oktober lalu, Raffi Ahmad sempat menyampaikan pesan penting mengenai tantangan modern yang dihadapi oleh generasi muda saat ini. Ia menyoroti bagaimana perjuangan pemuda telah bergeser dari perjuangan fisik ke pertempuran melawan arus disinformasi di era digital.

"Kalau di zaman dulu, mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya, jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah," tegas Raffi Ahmad.