JAKARTA, ARASVARA.ID – Petugas kepolisian melakukan sejumlah langkah awal mitigasi untuk antisipasi penyebaran abu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau 2026.

Langkah tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk membantu masyarakat sekaligus mengurangi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 terhadap kesehatan dan aktivitas warga.

Salah satu upaya yang dilakukan jajaran Polri yakni mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) untuk menyemprot sejumlah ruas jalan yang terdampak abu vulkanik.

Baca Juga: Asap Hitam di Pasar Baru Jakarta Pusat, Ini Penyebabnya

Penyemprotan dilakukan untuk membersihkan endapan abu di permukaan jalan sekaligus mengurangi potensi abu kembali beterbangan akibat terpaan angin maupun aktivitas kendaraan.

Selain penyemprotan jalan, personel Polri di sejumlah wilayah juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap saluran pernapasan.

Polri juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak, termasuk di kawasan bandara, sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh pertolongan dan pelayanan yang dibutuhkan di tengah dampak erupsi.

Baca Juga: Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 dan PPJ di Sejumlah Wilayah Terdampak, BGN Sesuaikan Operasional MBG

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menuturkan, berbagai langkah tersebut merupakan langkah awal mitigasi Polri dalam merespons dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, jajaran Polri terus melakukan pemantauan dan akan menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan situasi di lapangan.

“Langkah-langkah yang dilakukan jajaran Polri ini merupakan upaya awal mitigasi untuk membantu masyarakat menghadapi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kami melakukan penyemprotan jalan, membagikan masker, serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar kadiv humas dalam keterangannya Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026, 8 Bandara Ditutup Sementara

Isir menegaskan, Polri akan terus hadir dan bergerak bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak. Jajaran di daerah juga diminta terus memantau perkembangan situasi serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

Di sisi lain, Isir mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi kondisi tersebut. Masyarakat diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.

Page Break

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan abu vulkanik,” kata Isir.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Hari Ini, Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Terkait masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan maupun penerbangan akibat sebaran abu vulkanik, Isir mengimbau agar tetap bersabar dan mengikuti arahan dari otoritas bandara, maskapai, maupun instansi terkait. Penyesuaian jadwal, penundaan, maupun pembatalan penerbangan merupakan langkah yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan keselamatan bersama.

“Bagi masyarakat yang perjalanan maupun penerbangannya terdampak, kami mengimbau untuk tetap tenang dan bersabar. Ikuti seluruh arahan dan informasi dari otoritas bandara serta pihak terkait. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” kata Isir.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan erupsi. Masyarakat diminta mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang dan segera mencari pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.