ARASVARA.ID - Belakangan ini, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 di Selat Sunda menjadi sorotan utama usai terjadi secara terus menerus dalam beberapa jam terakhir.
Masyarakat juga banyak yang masih mewaspadai, ditambah pada Minggu (6/9/2026) terdapat erupsi pada pukul 20.23 WIB.
Melansir dari akun Threads @xaea.xi, Gunung Anak Krakatau kembali meletus malam ini, 06 September 2026 pukul 20.23 WIB.
Kapan Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 Berhenti?
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan status Gunung Anak Krakatau saat ini berada di level III (Siaga).
Erupsi juga tercatat terus menerus terjadi sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026) malam.
PVMBG juga menerangkan potensi erupsi akan terdapat lanjutan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Hal ini dipengaruhi dengan dinamika fluida magma serta kondisi cuaca disekitaran gunung.
"Aktivitas berpotensi berfluktuasi dan meningkat karena gempa frekuensi rendah, hybrid, harmonik, masih terekam," terang Kepala PVMBG, Siti Rita Susilawati dalam jumpa persnya pada Minggu (6/9/2026).
Aktivitas vulkanik juga tak sepenuhnya berakhir, meski erupsi telah berhenti.
PVMBG juga telah mencatat adanya erupsi strombolian pada pukul 03.53 WIB Senin (7/9/2026) sekitar 30 detik.
Bagi kamu yang ingin mendapatkan informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau 2026, silakan cek artikel Arasvara.
Aktivitas Abu Vulkanik Masih Berlangsung
Tercatat hingga ke wilayah Jakarta Timur, aktivitas abu vulkanik masih terasa dan kerap menempel pada barang yang ada di luar ruangan.
Tak hanya itu, debu juga masih masuk ke dalam ruangan melalui sela-sela ruang yang terbuka.
Pemantauan itu dilakukan oleh Tim Arasvara yang ada di lokasi Jakarta Timur.
Bahkan salah satu warga yang ada di wilayah Kota Depok perbatasan dengan Bogor, Repanza mengaku rumahnya juga masih kedapatan debu abu vulkanik yang cukup tebal.
"Minggu pagi sampe sore debu masih tebel. Tapi, di Senin pagi lumayan berkurang," jelas Repanza warga asal Depok perbatasan Bogor secara eksklusif kepada Arasvara, Senin (7/9/2026).
Terlebih melansir dari berbagai media sosial, abu vulkanik juga terasa di wilayah Jabodetabek, Lampung hingga Banten.
Dengan adanya hal tersebut pastinya dari seluruh pembaca banyak yang bertanya-tanya terkait "kapan erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 Berhenti?".
Hal ini masih belum bisa dipastikan. Sebab, PVMBG juga masih melakukan pemantauan di dekat area lokasi.
Pasalnya, aktivitas yang berpotensi menghasilkan erupsi susulan masih terekam.
Kesimpulan
Belum dapat dipastikan terkait kapan erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 berhenti, sebab masih banyak potensi yang menghasilkan erupsi susulan.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id