ARASVARA.ID - Aktivitas Pelabuhan Merak menuju Bakauheni di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 tetap beroperasi normal seperti biasanya.
Meski Gunung Anak Krakatau berada di level III (Siaga), layanan penyebrangan Merak hingga Bakauheni tetap beroperasi.
PT ASDP Indonesia juga terus memperketat pemantauan cuaca di sekitaran lokasi untuk memastikan perjalanan penumpang tetap aman.
Aktivitas Pelabuhan Merak Menuju Bakauheni di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau, Pelabuhan Merak dan Bakauheni terus melayani penumpang yang ingin melakukan penyebrangan.
Meski begitu, ASDP juga memperkuat pemantauan cuaca, kondisi perairan dan aktivitas vulkanik demi keselamatan penumpang.
Melansir dari akun Threads @alessandro.salu yang menjadi penumpang di Pelabuhan Merak mengaku pada pukul 17.55 WIB, Minggu (6/9/2026) sudah berada di deck kapal dan melihat angin cukup kencang, ombak lumayan besar, dan langit terlihat berkabut abu-abu.
Sementara menurut pantauan di sekitar lokasi dari akun Threads @forum_potsar_banten kondisi di Pelabuhan Merak terpantau sepi pada Minggu (6/9/2026).
Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau 2026, silakan cek artikel Arasvara.
Berapa Jumlah Penumpang Pelabuhan Merak di Tengah Erupsi Gunung Krakatau 2026?
Menyitat informasi dari Ekbis Banten, berdasarkan data produksi layanan, Cabang Merak tercatat 32.280 penumpang dan 8.629 kendaraan berangkat dari Merak pada Jumat (4/9/2026).
Sedangkan pada Sabtu (5/9/2026) jumlah penumpang menurun sekitar 6,42 persen berada di 28.826 dan 8.075 kendaraan.
Kondisi tersebut membuat ASDP juga membagikan masker kepada kru KMP Jatra III serta pengguna jasa atau penumpang yang naik dan turun melalui kapal.
Bagaimana Kondisi Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026?
BMKG ters memantau terhadap perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau 2026.
Mengutip informasi dari laman BMKG Plt. Deptu Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menerangkan ketinggian abu vulkanik yang bergerak ke arah timur laut hingga selatan mencapai 20.000 kaki.
Sementara untuk yang mencakup wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat mencapai ketinggian 50.000 kaki.
Dengan adanya hal tersebut, diimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Dapatkan informasi dan berita terupdate melalui arasvara.id