ARASVARA.ID - Pada hari Kamis, 22 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri laju perdagangan di zona hijau dengan menguat sebesar 1,12 persen atau naik 59,85 poin hingga mendarat pada level 5.387,83.
Melansir dari Bursa Efek Indonesia, penguatan ini didorong oleh aksi beli pemodal yang tersebar merata di hampir seluruh sektor papan perdagangan kompak menghijau alias menguat.
Di awal sesi pagi, indeks saham sempat dibuka melemah hingga menyentuh titik terendahnya di level 5.185,53. Namun, arus modal yang masuk secara bertahap berhasil membalikkan arah pergerakan hingga IHSG sempat menembus posisi tertinggi harian di level 5.422,59 sebelum akhirnya terkonsolidasi pada saat penutupan bursa.
Penguatan Indeks Saham Komposit dan Aktivitas Transaksi Harian
Selanjutnya, laju penguatan IHSG ke level 5.387,83 diiringi dengan aktivitas transaksi harian yang terbilang sangat ramai dan likuid di lantai bursa. Total volume saham yang diperdagangkan oleh para pelaku pasar mencapai angka 37,65 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,10 juta kali.
Nilai akumulasi transaksi harian pasar modal berhasil membukukan angka signifikan sebesar Rp16,21 triliun. Luasnya partisipasi investor ritel maupun institusi tercermin dari dominasi pergerakan harga saham yang secara umum mengakhiri sesi di zona hijau.
Pergerakan Saham Naik dan Stabilitas Papan Perdagangan
Adapun, data statistik penutupan pasar mencatat dominasi saham yang mengalami kenaikan harga di papan perdagangan bursa harian. Sebanyak 348 saham menguat, sementara 232 saham mengalami penurunan harga, dan 218 saham sisanya tidak bergerak atau stagnan di posisi semula.
Perbandingan jumlah saham yang menguat dibanding yang melemah mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek bursa sedang berada dalam kondisi baik. Stabilitas ini membantu indeks bertahan kuat di atas level psikologis utamanya sepanjang perdagangan.
Kinerja Sektor Industri dan Bahan Baku Pimpin Penguatan
Hampir seluruh sektor saham mencatatkan penguatan dengan sektor industri tampil sebagai pemimpin kenaikan setelah melonjak pesat sebesar 2,87 persen. Penguatan signifikan ini disusul ketat oleh sektor bahan baku yang menguat sebesar 2,42 persen pada penutupan sesi harian.
Sektor-sektor pendukung lain juga menyumbang poin positif terhadap laju IHSG, di antaranya sektor barang konsumer non-primer yang naik 1,84 persen dan sektor energi yang terangkat 1,60 persen. Kenaikan serentak ini mempertegas solidnya fondasi penguatan bursa domestik secara sektoral.
Sektor industri memimpin penguatan dengan lonjakan 2,87 persen.
Sektor bahan baku menguat sebesar 2,42 persen.
Sektor barang konsumer non-primer naik 1,84 persen dan energi terangkat 1,60 persen.
Pergerakan Indeks Sektoral Lainnya di Zona Hijau
Selain empat sektor utama, jajaran sektor pendukung lain turut mengakhiri perdagangan di area positif. Sektor keuangan mencatatkan kenaikan sebesar 1,14 persen, diikuti oleh sektor properti dan real estat yang terangkat sebesar 0,91 persen pada akhir sesi.
Selanjutnya, sektor barang konsumer primer bertambah 0,59 persen, sektor transportasi naik 0,47 persen, serta sektor infrastruktur menguat tipis 0,02 persen. Kehadiran arus modal yang merata di berbagai lini menjadi pemicu utama konsistensi penguatan indeks.
Sektor keuangan naik 1,14 persen dan properti/real estat terangkat 0,91 persen.
Sektor barang konsumer primer bertambah 0,59 persen dan transportasi naik 0,47 persen.
Sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,02 persen.
Pelemahan Sektor Teknologi dan Sektor Kesehatan
Selain itu, di tengah penguatan mayoritas sektor saham, sektor teknologi tercatat menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah dengan koreksi sebesar 0,66 persen. Penurunan terbatas ini dipicu oleh aksi lepas balik saham oleh sebagian pemodal pada beberapa emiten teknologi.
Sementara itu, sektor kesehatan bergerak datar atau stagnan tanpa mengalami perubahan persentase harga jika dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya. Koreksi tunggal pada sektor teknologi tidak sampai mengganggu laju penguatan IHSG secara keseluruhan.
Daftar Saham Pencetak Cuan Tertinggi dan Koreksi Terbesar
Jajaran saham pencetak keuntungan tertinggi (top gainers) dipimpin oleh PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) yang meroket 34,81 persen ke harga Rp182 per saham. Posisi berikutnya diisi oleh PT Arthavest Tbk (ARTA) yang melesat 24,65 persen ke level Rp2.680, serta PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) yang melonjak 25,00 persen menuju harga Rp1.225.
Di sisi sebaliknya, kelompok pencetak penurunan terbesar (top losers) dihuni oleh PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang terkoreksi 10,00 persen ke posisi Rp144. Penurunan juga dialami oleh PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) yang melemah 9,41 persen ke level Rp93 per saham.
Top Gainers: BSML (+34,81% ke Rp182), ARTA (+24,65% ke Rp2.680), BUKK (+25,00% ke Rp1.225).
Top Losers: KOBX (-10,00% ke Rp144), BBRM (-9,41% ke Rp93).