ARASVARA.ID - Menurut CB Insight, kegagalan usaha mikro karena kehabisan modal mencapai 29 persen. berdasarkan data tersebut, menunjukkan pentingnya manajemen keuangan untuk usaha.
Banyak faktor yang menjadi penyebab habisnya modal usaha, seperti terlambat membayar tagihan, customer telat bayar, hingga kredit membludak.
Hal ini perlu perhatian lebih, terutama bagi mereka yang ingin memulai usaha. Diantaranya, agar terhindar dari modal yang gagal berputar atau justru memberikan kerugian bagi pemilik usaha.
Apa yang Dimaksud dengan Manajemen Keuangan?
Manajemen keuangan merupakan kegiatan mencatat, menyusun, dan memahami informasi finansial bisnis dengan tujuan dapat mengambil keputusan yang baik.
Dengan begitu, kamu dapat menyelamatkan bisnis yang dibangun karena telah mengetahui berbagai kebutuhan keuangan selama usaha berlangsung.
Mengapa Manajemen Keuangan Penting untuk Usaha Kecil?
Berikut beberapa alasan mengatur aliran dana untuk menjaga keberlangsungaan usaha kecil:
1. Menjaga Arus Kas
Banyak usaha mikro yang bangkrut karena kehabisan uang di saat yang penting. Dengan pengelolaan dana yang baik, arus kan akan lebih rapih sehingga membantu pemilik usaha untuk memprediksi cashflow yang dimilikinya.
2. Akses Pendanaan
Pada umumnya, pemilik usaha menggunakan sistem pinjaman ke bank atau investor untuk mendapatkan modal atau mengembangkan bisnisnya.
Sementara itu, biasanya pihak peminjam bersedia memberikan pinjaman dengan syarat memberikan laporan keuangan yang terstruktur rapih untuk menghindari kerugian.
Inilah fungsinya manajemen keuangan untuk usaha mikro, yaitu menjalin kerja sama bermodalkan kepercayaan relasi yang terkait.
3. Mengukur Pertumbuhan
Apabila pengelolaan dana pada bisnis tercatat dengan baik, owner bisa melihat pertumbuhan usaha miliknya dengan data yang ada, bukan dugaan atau prasangka saja.
Bagaimana Cara Manajemen Keuangan untuk Usaha Kecil
Melansir dari akun Youtube @KellyPatricia, terdapat beberapa langkah untuk mengatur keuangan dalam usaha mikro agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan:
1. Pisahkan Antara Dana Pribadi dan Bisnis
Dengan memisahkan antara dana pribadi dan bisnis dapat membantu kamu fokus dalam mengendalikan keuangan untuk usaha dan mengambil keputusan secara tepat.
Pasalnya, jika kedua dana tersebut digabung, cenderung membuat keuangan menjadi tidak terkontrol. Sehingga mampu menyulitkan kamu dalam mengetahui keuntungan dan kerugian yang didapatkan selama berbisnis.
2. Pencatatan Keuangan
Selama bisnis berjalan, kamu perlu mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran dari usaha yang sedang dikembangkan. Lakukan secara konsisten setiap hari, minggu, dan bulan agar tidak menumpuk dan luput dari ingatan.
3. Laporan keuangan
Laporan keuangan berfungsi sebagai tolak ukur untuk mengetahui kondisi finansial usaha seperti keuntungan, kerugian, modal untuk stok ulang atau menahan pengeluaran.
Selain itu, laporan keuangan juga berfungsi sebagai administrasi untuk peminjaman dana kepada bank, investor maupun lembaga pembiayaan lainnya.
4. Keputusan Keuangan
Dengan mengetahui laporan keuangan secara terperinci, owner dapat mengambil keputusan untuk kesejahteraan usahanya, seperti mengerti produk apa yang perlu dikembangkan, menambah atau mengurangi pengeluaran, hingga meminjam dana ke pihak lain.
Melalui informasi yang dibagikan, kamu menjadi lebih mengerti dan siap dalam mengatur anggaran bisnis, baik ketika ingin membangun atau mengembangkan usaha.