ARASVARA.ID - Saat ini banyak sekali jumlah pengangguran di Indonesia melansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS).

Hingga Februari 2026 BPS mencatat 147,67 juta orang bekerja. Sedangkan, terdapat 7.25 juta orang diperkirakan menganggur.

Banyak alasan terkait jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup besar walaupun cenderung menurun.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Taurus Selasa 11 Agustus 2026: Andalkan Intuisi di Dunia Kerja!

Mengapa Jumlah Pengangguran di Indonesia Besar?

1. Pertumbuhan Pekerja Lebih Cepat

Saat ini tingkat pertumbuhan orang yang membutuhkan kerjaan cenderung besar dari pada angka penciptaan lapangan pekerjaan.

Jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini mencapai 154,91 juta orang naik sebesar 1,86 juta sejak Februari 2025 lalu.

Ekonomi di Indonesia seharusnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk bisa menyerap banyak orang.

Baca Juga: 5 Tips Sederhana Interview Pekerjaan Secara Online, Bantu Siapkan Karier Gemilang

2. Tidak Sesuai Pendidikan dan Lapangan Kerja

Salah satu persoalan penting merupakan kemampuan pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

BPS juga menerangkan lebih dari sepertiga pemuda bekerja tidak sesuai pada sektornya.

Kondisi ini berkaitan dengan lamanya proses banyak orang mendapatkan pekerjaan dan membuatnya tak masalah jika tidak sesuai.

Baca Juga: 32.389 Orang Terkena PHK Mulai Januari Hingga Juni 2026, Diduga Ada Tambahan 1.500 Lagi dari Jawa Tengah

3. Pengangguran Usia Muda Tinggi

Kelompok muda menghadapi tantangan ketika memasuki dunia kerja lantaran belum memiliki pengalaman.

Hal ini tercatat pada jumlah TPT pemuda lebih banyak dua kali lipat menurut data dari BPS.

Page Break

Selain itu, tingkat pendidikan tinggi juga tidak menjamin cepat mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga: Tips Interview Kerja Offline Agar Tidak Grogi Berhadapan dengan HRD

4. Lapangan Kerja Tidak Menyerap Semua Orang

BPS mencatat sekitar 59,93 juta orang bekerja di sektor formal dan 87,74 orang di sektor informal.

Data ini menunjukkan banyak orang memperoleh pekerjaan bukan pada bidang yang ditekuni.

Persoalan ketenagakerjaan Indonesia juga ada pada kualitas dan stabilitas pekerjaan.

Baca Juga: TikTok Tanggapi Rumor Pegawai Tokopedia Bakal di PHK

5. Lapangan Pekerjaan Hanya Naik pada Sektor Tertentu

Pada tahun 2026 ini BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan hingga perikanan menjadi penyerap tenaga kerja paling banyak sekitar 42,49 juta orang.

Hal ini dibuktikan dari data yang ada hanya sekitar 28,78 persen pada sektor tententu.

Sementara di sektor lainnya tidak menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sama akibat kesenjangan lokasi, keterampilan, dan jenis pekerjaan.

Baca Juga: Arah Redaksi: Hidup Sulit Pekerjaan Zonk Dorong Kejahatan Marak

Kenapa Masalah Angka Pengangguran Besar di Indonesia?

Hal ini menjadikan tingkat ketinggian angka pencari kerja freelance pada usia gen z sangat tinggi.

Keuntungan Kerja Freelance

1. Fleksibilitas Waktu

Freelance membuat banyak orang bebas menentukan waktu bekerjanya dan bisa melakukan banyak hal lain.

Hal ini bisa membuat banyak orang bisa bekerja dalam beberapa tempat.

Baca Juga: 3 Ramalan Shio Keuangan Terbaik di Agustus 2026: Investasi dan Menabung Jadi Harga Mati!

2. Work Life Balance

BPS juga menyebut work life balance membuat suatu alasan gen z tertarik pada freelance.

3. Fleksibilitas Pekerjaan

Page Break

Gen Z bisa memilih banyak lapangan pekerjaan terkait:

Tak hanya sisi positifnya saja, kerja freelance juga bisa membuakan kamu memiliki banyak kerugian.

Sisi Negatif Kerja Freelance

Sekian informasi terkait jumlah tingkat pengangguran di Indonesia dan pekerjaan yang disukai oleh gen z.