JAKARTA, ARASVARA.ID – Eks Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani ditunjuk oleh Bank Dunia atau World Bank sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) dalam proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22.
Berdasarkan rilis resmi Bank Dunia dikutip, Rabu (5/8/2029), Menteri kepercayaan Presiden RI Joko Widodo dua periode ini berperan penting dalam perekonomian.
"Dalam peran tersebut, Sri Mulyani akan mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendaaan bagi IDA22 di kalangan negara donor maupun negara peminjam," tulis rilsi Bank Dunia.
Bank Dunia menjelaskan Sri Mulyani akan memimpin bersama proses pengisian kembali dana IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director dan Chief Knowledge Officer WBG.
Menurut Bank Dunia, dia terpilih dari daftar kandidat pendek (shortlist) melalui proses seleksi yang dilakukan oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Bank Dunia menilai Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional. Saat ini, ia menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di University of Oxford.
"Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan perempuan pertama Indonesia dan juga sebagai Managing Director serta Chief Operating Officer WBG, yang memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan dan pembiayaan multilateral," tulis Bank Dunia.
Bahkan, Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes.
IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia untuk memerangi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah.
Melalui IDA, negara-negara penerima memperoleh pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah untuk mendanai proyek dan program yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan, dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat miskin di seluruh dunia.
Seperti diketahui Sri Mulyani bukan pertama kali di Bank Dunia, di tahun 2010 ia mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan RI era Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menjadi Direktur Pelaksana (Managing Director) dan Kepala Operasional Bank Dunia hingga 2016 menjadikan srikandi asal Indonesai pertama di lembaga internasional tersebut. (Dji)