ARASVARA.ID - Makna lagu Multo yang dinyanyikan oleh Cup of Joe, band asal Filipina ini dirilis secara resmi pada 14 September 2024 lalu.
Kendati demikian, lagu Multo milik Cup of Joe hingga kini masih eksis dan didengarkan oleh banyak orang. Hal tersebut lantaran arti dari lirik lagu yang mendalam.
Secara garis besar, makna lagu Multo menggambarkan seseorang yang masih terbayang oleh masa lalu. Suara dan kenangan itu terus datang menghampiri yang membuatnya kesulitan untuk move on.
Cup of Joe seakan bercerita bagaimana kesulitan saat mencoba untuk melupakan masa lalu karena bayangannya justru membuat ia terkubur secara perlahan dengan kenangan yang sulit dilupakan.
Makna Lagu Multo - Cup of Joe
Lewat lagu Multo, pendengar seolah ikut merasakan bagaimana rasanya masih terikat dengan kenangan yang tidak bisa dihindari meskipun kita memiliki keinginan tersebut.
Semua usaha untuk melupakan dan menutup luka-luka dari memori lama nyatanya tidak semudah yang dibayangkan.
Multo menunjukkan perasaan yang belum selesai mempunyai pengaruh sangat kuat pada kehidupan yang akan dijalani.
Dari bait-baitnya, pendengar dapat menangkap konflik yang disampaikan oleh Cup of Joe ialah keinginan untuk bebas dari belenggu masa lalu namun keterikatan masih menjeratnya.
Fakta Unik Lagu Multo - Cup of Joe
Sejalan dengan maknanya yang belum bisa melepaskan masa lalu dengan bayang-bayang terus mengikatnya, Multo dalam bahasa Tagalog berarti “Hantu”.
Secara harfiah, Hantu yang dimaksud dalam lagu tersebut bukan lah sosok berwujud seperti yang selama ini ditakutkan banyak orang.
Adapun artinya bisa dimengerti seakan-akan kenangan masa lalu tersebut seperti “Hantu” yang terus hadir dalam wujud kenangan memori lama.
Makna lagu Multo sejatinya jauh dari dunia gaib, melainkan hanya metafora tentang luka batin akan bayangan yang tak pernah benar-benar pergi.
Lirik Lagu Multo - Cup of Joe
Humingang malalim, pumikit na muna
At baka sakaling namamalikmata lang
Ba't nababahala? 'Di ba't ako'y mag-isa?
Kala ko'y payapa, boses mo'y tumatawag pa
Binaon naman na ang lahat
Tinakpan naman na 'king sugat
Ngunit ba't ba andito pa rin?
Hirap na 'kong intindihin
Tanging panalangin, lubayan na sana
Dahil sa bawat tingin, mukha mo'y nakikita
Kahit sa'n man mapunta ay anino mo'y kumakapit sa'king kamay
Ako ay dahan-dahang nililibing nang buhay pa
Hindi na makalaya, dinadalaw mo 'ko bawat gabi
Wala mang nakikita, haplos mo'y ramdam pa rin sa dilim
Hindi na na-nanaginip, hindi na ma-makagising
Pasindi na ng ilaw
Minumulto na 'ko ng damdamin ko, ng damdamin ko
Hindi mo ba ako lilisanin?
Hindi pa ba sapat pagpapahirap sa 'kin? (Ng damdamin ko)
Hindi na ba ma-mamamayapa?
Hindi na ba ma-mamamayapa?
Hindi na makalaya, dinadalaw mo 'ko bawat gabi
Wala mang nakikita, haplos mo'y ramdam pa rin sa dilim
Hindi na na-nanaginip, hindi na ma-makagising
Pasindi na ng ilaw
Minumulto na 'ko ng damdamin ko, ng damdamin ko
(Makalaya) Hindi mo ba ako lilisanin?
(Dinadalaw mo 'ko bawat gabi) Hindi pa ba sapat pagpapahirap sa 'kin
(Wala mang nakikita) Hindi na ba ma-mamamayapa?
(Haplos mo'y ramdam pa rin sa dilim) Hindi na ba ma-mamamayapa?.