ARASVARA.ID - Sinetron Terikat Janji episode 174 memberikan adegan yang seru dan menengangkan. Pasalnya, episode ini menjawab semua penantian pemirsa di rumah.

Sena, yang diperankan oleh Arya Saloka, berhasil membongkar kasus pencucian uang Dipa Andika, yang diperankan oleh Fendy Chow,

Bahkan, terjadi aksi kejar-kejaran antara Dipa dengan tim kepolisian. Simak kelanjutan kisah mereka selengkapnya dalam artikel ini.

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 174:

Untuk menghentikan perdebatan antara Davina dan Dipa, Novan berinisiatif mengajak istri dan putri sulung beranjak pulang dari apartemen Dipa.

Dipa berusaha mengambil hati mertuanya dengan mengantar mereka keluar dari ruangan. Namun, kekecewaan Novan terhadap Dipa justru membuatnya tidak peduli dengan keberadaan menantunya tersebut.

Kini, hanya tersisa Dipa dan Jihan yang berada di apartemen. Dipa memarahi Jihan karena telah menceritakan keburukan dirinya kepada keluarganya sendiri.

Jihan yang tidak terima disalahkan berusaha membela diri, perilaku tersebut menimbulkan pertikaian hebat diantara mereka. Bahkan, Dipa tidak segan melakukan tindakan kekerasan kepada Jihan.

Dipa mendorong Jihan hingga istrinya jatuh dan terpentok ujung meja. Kemudian, ia meninggalkan istrinya sendirian di apartemennya untuk meredakan emosi.

Dipa Andika pergi menuju salah satu unit apartemennya yang berada di lantai 11. Padahal, ayahnya, Arman sempat memperingati Dipa untuk tidak pergi ke tempat tersebut.

Namun, Dipa tidak memperdulikannya, ia butuh suasana kondusif untuk menenangkan hati dan menurunkan emosinya. Tanpa ia sadari, tim kepolisian telah mengawasinya sedari tadi untuk melakukan penggerebekan.

Sementara itu, Jihan segera menelpon Davina untuk meminta pertolongan. Mereka memutuskan kembali ke apartemen untuk menjemput Jihan dan menjauhkannya dari Dipa.

Page Break

Novan dan Mayang masuk ke dalam gedung apartemen, sementara Davina menunggu di parkiran. Ia tidak sengaja melihat Sena dan tim kepolisian lainnya sedang menuju gedung tersebut.

Kemudian, Davina mendapatkan pesan dari Sena untuk segera meninggalkan lokasi. Pasalnya, tim kepolisian akan melakukan penggerebekan kepada Dipa dan situasi diduga tidak aman untuk masyarakat sipil.

Di sisi lain, tim kepolisian telah sampai di unit apartemen Dipa, mereka memeriksa setiap sudut ruangan tersebut. Karena pihak kepolisian tidak menemukan bukti apapun, Dipa berusaha mengusir mereka.

Namun, tak disangka, Sena masuk ke unit tersebut. Ia mengungkap penyamarannya di depan Dipa. Tentua saja, Dipa terkejut melihatnya, ia tidak pernah mengira bahwa Sena ternyata seorang polisi yang tengah melakukan penyamaran untuk menangkapnya.

Sena melepaskan empat tembakan peluru ke arah plafon ruangan tersebut. Seketika jutaan uang dollar berjatuhan memenuhi ruangan. Selama ini, Dipa dan Arman menyembunyikan hasil pencucian uang mereka di plafon.

Kini, tidak ada yang bisa Dipa lakukan. Ia telah tertangkap basah melakukan tindakan pencucian uang. Namun, tanpa diduga, Dipa meraih sebuah tabung berisi gas untuk melarikan diri dengan mengelabui pihak kepolisian.

Terjadi adegan kejar-kejaran diantara mereka. Bahkan, Dipa tega menyandra Jihan saat mereka bertemu di lift. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk kabur menggunakan mobil keluarga Novan.

Davina yang ada di dalam mobil tersebut pun menjadi alat untuk membatasi gerakan pihak kepolisian. Namun, di tengah perjalanan, Davina memberanikan diri untuk melawan Dipa. Ia membalikkan keadaan dengan menodongkan senjata api ke arah Dipa.

Akhirnya, Dipa Andika berhasil dilumpuhkan oleh pihak kepolisian. Mereka segera membawanya ke kantor polisi untuk menjalani proses hukuman.