ARASVARA.ID - Dalam Sinetron Terikat Janji episode 163, Sena dipenuhi rasa bimbang saat menangani kasus pencucian uang Dipa Andika.

Pasalnya, Davina terlibat dalam kasus tersebut. Ia takut kekasihnya dijadikan kambing hitam oleh Dipa. Pada saat inilah, hati Sena goyah antara menyelamatkan kekasihnya atau menyelesaikan misi negara.

Sementara itu, Davina juga berusaha mencari tau tentang kejahatan yang Dipa lakukan melalui Jihan. Ia penasaran dengan kasus yang Sena hadapi hingga menyeret Dipa di dalamnya.

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 163:

Davina dan keluarganya mengadakan acara makan malam bersama dengan Dipa dan Arman Andika untuk merayakan kedatangan Jihan yang baru saja tiba kembali setelah bepergian dari Eropa.

Sebenarnya Davina sangat penasaran dengan kasus yang melibatkan Dipa hingga diselidiki oleh Sena dan teman-temannya selaku badan intelijen negara.

Davina berniat akan membicarakan permasalahan tersebut dengan Jihan secara empat mata. Acara makan malam berlangsung dengan tenang, mereka saling berbincang satu sama lain.

Di tengah acara, Davina mendapatkan pesan dari Sena. Kekasihnya itu meminta waktu untuk bertemu setelah makan malam. Davina kemudian pamit ke belakang untuk menghubungi Sena. Ia khawatir ada informasi penting dan mendesak yang ingin disampaikan kepadanya.

Sementara itu, Sena sedang bimbang dan resah, ia khawatir Davina akan dijadikan kambing hitam oleh Dipa Andika jika kasusnya terbongkar. Sena bingung cara menyampaikan kondisi tersebut kepada Davina.

Saat Davina menghubunginya, ia hanya terdiam dan mengalihkan pembicaraan. Akhirnya, ia meminta Davina untuk kembali melanjutkan acara makan malamnya.

Beberapa saat setelah Davina kembali bergabung di meja makan, Arman Andika memberikan sebuah kunci rumah kepada Jihan dan Dipa sebagai kado pernikahan keduanya.

Kemudian Novan angkat bicara perihal sebuah mobil yang diberikan Arman untuk dirinya. Ia meminta maaf kepada Arman karena tidak bisa menerima hadiah tersebut.

Page Break

Melihat reaksi Novan, Arman merasa adanya tindakan perlawanan yang akan dilakukan oleh Novan pada dirinya. Padahal, Novan hanya tidak ingin merasa berhutang budi kepada besannya tersebut.

Acara makan malam pun selesai, Davina berusaha mencuri waktu untuk berbicara empat mata dengan Jihan. Namun, Dipa menghalangi niat Davina tersebut, ia khawatir Davina akan membicarakan suatu hal yang merusak citra dirinya.

Sesampainya di rumah, Davina segera beristirahat, ia merasa lelah karena telah melakukan aktivitas sepanjang hari. Di sisi lain, Sena datang ke rumah Davina, ia ingin membicarakan masalah laporan keuangan restoran Avenue and Co secara langsung.

Namun, niatnya tidak berjalan lancar karena Davina telah tertidur lelap. Sena memutuskan untuk membicarakan masalah tersebut besok pagi sebelum bertemu komandannya pak Prama.

Keesokan paginya, Sena hendak pergi ke rumah Davina. Tanpa disangka, ia justru bertemu dengan pak Prama yang ingin berolahraga sekaligus membicarakan masalah kasus pencucian uang Dipa Andika.