ARASVARA.ID - Sinetron Terikat Janji episode 162 memberikan tayangan yang cukup menegangkan. Pasalnya, Sena mengizinkan Davina untuk membantunya dalam menyelesaikan misi.

Namun, Sena khawatir untuk meneruskan penyelidikan yang ia lakukan karena Davina diduga terlibat dalam kasus ini. Dalam data resmi, Davina merupakan owner dari restoran Avenue and Co.

Apabila penyelidikan tersebut dilakukan, nama Davina terseret dalam proses hukum, baik sebagai saksi atau pelaku, karena mendapatkan keuntungan dari tindakan kejahatan yang dilakukan Dipa.

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 162:

Kali ini, Sena mengizinkan Davina ikut serta dalam misi kepolisian yang telah ia rencanakan. Davina mengambil peran yang sangat penting, ia bertugas mengelabui pak Kemal, manajer restoran Avenue and Co.

Misi Sena adalah berusaha mendapatkan data laporan keuangan asli restoran tersebut untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Data tersebut tersimpan di laptop milik Pak Kemal.

Saat pak Kemal berjalan menuju restoran untuk membahas laporan keuangan bersama Dipa Andika. Ia bertemu dengan Davina yang sedang kesulitan karena ban mobilnya mengalami kerusakan.

Kemudian pak Kemal berhenti dan turun dari mobilnya untuk membantu Davina dalam memperbaikinya. Tanpa ia sadari, Dion datang dari arah lain dengan mengendap-endap masuk ke mobi pak Kemal.

Di dalam mobil pak Kemal, Dion berusaha membuka akses laptop manajer tersebut. Ia mengotak-atik server agar mendapatkan akses untuk masuk ke dalam data yang ada di laptop tersebut.

Sementara itu, Sena menunggu dengan perasaan was-was di dalam mobilnya yang ia letakkan tidak jauh dari tempat kejadian. Beberapa saat kemudian, Dion berhasil mendapatkan tujuannya. Ia segera keluar dari mobil pak Kemal.

Ban mobil Davina juga telah diperbaiki oleh pak Kemal, Davina mengucapkan terima kasih dan segera pamit dari tempat tersebut. Kemudian Pak Kemal juga ikut beranjak dan pergi menuju restoran.

Sena, Davina dan Dion bertemu di tempat yang telah mereka sepakati. Mereka membahas misi yang baru saja diselesaikan, kemudian Sena dan Davina pergi ke kantor bersama.

Page Break

Saat tiba di kantor, Sena dan Davina bertenu dengan Mayang. Mayang meminta tolong kepada Davina untuk membujuk Novan agar bersedia menerima hadiah pemberian Arman Andika, orang tua dari Dipa.

Mayang memberi tahu Davina bahwa Novan enggan menerima hadiah tersebut, ia juga merasa tindakan suaminya tidak bisa dibenarkan karena dapat menimbulkan kekecewaan dari pihak Arman.

Awalnya Davina enggan menuruti ucapan Mayang, ia yakin ayahnya tidak akan bersikap demikian jika tidak ada penyebabnya. Namun, Mayang terus mendesak Davina agar melakukannya.

Dengan terpaksa Davina menuruti permintaan Mayang tersebut. Ia dan Sena segera berpisang ke tempat masing-masing. Davina menemui ayahnya di ruang kantornya, ia melihat Novan sedang dalam keadaan gelisah.

Bahkan, ia menduga kondisi ayahnya sedang kurang stabil. Namun, Novan meyakinkan Davina bahwa dirinya baik-baik saja. Novan tetap enggan menerima hadiah tersebut, namun, ia berkenan untuk datang ke acara makan malam bersama yang diadakan oleh Arman Andika.

Setelah memastikan kondisi Novan dalam keadaan baik-baik saja, Davina kembali ke ruangannya. Sementara itu, Sena tengah memeriksa laporan keuangan asli restoran Avenue and Co.

Ia menemukan banyak kejanggalan dan perbedaan dalam laporan asli tersebut dengan data yang dimiliki oleh Davina. Sena semakin yakin bahwa tempat makan tersebut merupakan wadah pencucian uang yang dilakukan Dipa.

Namun, Sena justru mengkhawatirkan posisi Davina. Pasalnya, tempat makan tersebut masih terdaftar atas nama Davina. Jika Sena melaporkan Dipa, Davina juga berpotensi terseret dalam kasus tersebut.

Saksikan keseruan kisah mereka selanjutnya di RCTI pukul 19.00 WIB.