ARASVARA.ID - Sinetron Terikat Janji episode 156 memberikan tayangan yang cukup menegangkan. Pasalnya, Sena harus menyelamatkan anak Hans.
Hans merupakan satu-satunya saksi kejahatan Dipa Andika yang masih hidup. Hanya keterangan dari Hans yang mampu menyelesaikan perjalanan misi Sena dan Tim.
Sementara itu, kepergian Dipa dan Jihan yang hendak honeymoon di Eropa berhasil dihentikan oleh pihak kepolisian. Namun, Dipa tetap berusaha mencari jalan keluar dari kasus ini.
Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 156:
Ponsel Sena berdering di tengah ramainya acara pernikahan Jihan dan Dipa. Tertera nama pak Prama di layarnya, ia mengabarkan bahwa Hans diancam oleh orang tak dikenal. Ancaman tersebut berkaitan dengan nyawa anaknya.
Kemudian, pak Prama memerintahkan kepada Sena untuk melacak kasus penculikan anak Hans. Sena segera menjalankan perintah tersebut, bahkan ia tidak sempat berpamitan dengan Davina dan keluarganya.
Sena dijemput oleh Reza dan Dion, mereka segera berangkat menuju titik lokasi penculikan anak Hans. Untungnya, ponsel istri Hans tertunggal di dalam mobil, sehingga memudahkan pihak kepolisian melacak lokasinya.
Sementara itu, Hans tampak gelisah di dalam tahanan. Bahkan, ia meminta tolong kepada petugas untuk mencari kabar tentang anaknya.
Pihak rutan berusaha menenangkan Hans. Mereka juga sedang menghubungin pihak kepolisian yang dipercaya menangani kasus tersebut. Namun, kabar itu tidak mampu meredam kekhawatiran Hans kepada anaknya.
Hans memutuskan untuk menjalankan rencananya sendiri. Ia meminta izin ke kamar mandi untuk mengelabui penjaga. Saat Hans berada di kamar mandi, ia diam-diam memukul penjaga hingga pingsan agar bisa kabur. Kemudian, Hans melarikan diri.
Setelah itu, kesadaran penjaga rutan perlahan pulih, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya. Kemudian, seluruh penjaga mulai melakukan pencarian.
Di sisi lain, Sena, Reza, dan Dion terus menelusuri jalanan yang dilalui oleh penculik anak Hans. Mereka tiba di pinggir jurang, pelaku keluar dari mobil dan meninggalkan anak Hans di dalamnya seorang diri.
Sena memutuskan untuk mengejar pelaku penculikan, sementara Reza dan Dion mencoba menghentikan mobil yang terus meluncur ke arah tepi jurang.
Pertarungan antara Sena dan pelaku penculikan tidak bisa dihindari, beberapa kali Sena terkena pukulan orang itu. Untungnya, Sena berhasil melumpuhkan pelaku. Sena mengikatnya ke pohon agar tidak melarikan diri.
Kemudian Sena kembali menghampiri Reza dan Dion, mereka tengah kesulitan menghentikan mobil tersebut. Sena membantu Dion menahan laju mobil dari bagian depan. Sementara Reza terus berusaha membuka pintu mobil.
Pintu tersebut sangat sulit terbuka karena telah dikunci oleh pelaku. Reza terpaksa mengambil tindakan ekstrim, yaitu memecahkan kaca jendela mobil.
Akhirnya, kaca tersebut pecah, Reza bisa membuka pintunya dari dalam. Ia segera menarik Calista, anak Hans. Setelah itu, Sena dan Dion menyingkur dari bagian depan. Mereka membiarkan mobil tersebut terjun bebas ke dalam jurang.
Sementara itu di rutan, Hans naik ke atap gedung, ia ingin mengakhiri hidupnya agar anaknya selamat dari ancaman Dipa Andika.
Ketika ia hendak melompat, aksinya dihentikan oleh pihak rutan serta kepolisian yang menangani kasus penculikan anaknya.
Mereka berusaha membujuk Hans agar menghentikan aksi nekatnya tersebut. Polisi berhasil menangkap Hans dan menggagalkan niatnya. Beberapa saat kemudian, ponsel pihak kepolisian berdering, tertera nama Sena dilayar.
Sena mengabarkan bahwa anak Hans berhasil diselamatkan, kemudian panggilan tersebut dialihkan menjadi via video call. Hans terharu dan sangat bersyukur karena anaknya tetap baik-baik saja.
Di sisi lain, pak Prama, komandan kepolisian berhasil menghentikan Dipa yang hendak honeymoon di Eropa. Akhirnya, Dipa kembali ke kediamannya, sementara Jihan melanjutkan perjalanan ke Eropa.