ARASVARA.ID - Dalam Sinetron Terikat Janji episode 142, Davina mulai meragukan kebaikaan Veronika. Ia takut Veronika hanya pura-pura bersikap baik dihadapannya.
Davina ingin menghhilangkan keraguannya terhadap Veronika dengn mengajaknya bertemu. Namun, di tengah pertemuan mereka, Veronika justru mendapatkan kabar bahwa rumahnya mengalami kebakaran.
Sementara itu, Sena sedang mencari bukti tambahan terkait kasus kejahatan Dipa. Ia berencana akan bertemu dengan seorang wanita yang diduga sebagai saudara kandung dari Yoga, anak buah Dipa.
Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 142:
Davina terbangun di tengah malam. Ia mimpi buruk, di dalam mimpinya Davina hampir celaka karena Veronika. Karena mimpi tersebut, Davina menjadi ragu dengan kebaikan yang Veronika berikan kepadanya.
Saat siang tiba, Davina menghubungi Sena melalui pesan singkat. Ia mengajak Sena untuk pergi ziarah ke makam mamanya. Namun, Sena menolak karena ia mendapatkan tugas untuk mencari bukti terkait kejahatan Dipa.
Akhirnya, Davina memutuskan untuk pergi seorang diri. Di makam mamanya, Davina mencurahkan semua isi hatinya yang telah lama terpendam, ia juga sangat merindukan sosok seorang ibu. Setelah ditinggal wafat oleh ibunya, Davina berubah menjadi sosok yang dingin.
Setelah itu, Davina berdoa dan pulang. Namun, di tengah perjalanan, terlintas keinginan untuk bertemu dengan Veronika. Davina segera menghubungi Veronika dan mengajaknya makan siang bersama. Veronika pun menyetujuinya.
Davina tiba di restoran lebih awal dari Veronika. Beberapa saat kemudian, Veronika datang dengan membawakan sebuah kue buatannya sendiri untuk Davina.
Di tengah obrolan, ponsel Veronika berdering. Tetangga sekitar rumah Veronika mengabarkan ada insiden kebakaran di kediaman Veronika.
Ia pun segera pamit untuk meninggalkan tempat lebih dulu. Celakanya, Veronika tidak tahu jika Davina alergi dengan buah strawberry. Sedangkan kue buatannya mengandung buah tersebut.
Di sisi lain, Sena berencana untuk bertemu dengan seorang wanita yang diduga sebagai saudara kandung Yoga, anak buah Dipa yang telah wafat. Ia berencana mencari informasi tentang Yoga melalui wanita tersebut.
Saat sampai di kafe, Sena segera mempersilahkan wanita tersebut untuk duduk. Mereka saling berkenalan dan bertukar cerita tentang Yoga.
Ternyata, sebelum Yoga mengalami tindakan kekerasan hingga tewas, ia masih sempat masuk kerja dan pergi bersama Dipa Andika ke suatu tempat.
Informasi dari wanita tersebut berbeda dengan keterangan yang Dipa berikan kepada pihak kepolisian ketika menjalani proses interogasi.
Selain itu, wanita tersebut juga menceritakan bahwa Dipa sempat mendatangi kediamannya untuk bertakziah ketika Yoga wafat. Ia juga pernah menanyakan penyebab kematian adiknya ke Dipa. Namun, Dipa tidak tahu sesuatu apapun tentang Yoga, selain sebagai karyawan teladan.
Sementara itu, Dipa bertemu dengan pamannya yang seorang pengacara, Harman Parisman. Pamannya memberitahu Dipa bahwa ayahnya tidak bisa datang ke acara pernikahannya dan akan digantikan dengan pamannya.
Mendengar hal tersebut membuat Dipa emosi. Ia marah dan kecewa saat mengetahui hal tersebut. Beberapa saat kemudian, Dipa menghubungi ayahnya, ia mencoba dan membujuk ayahnya untuk tetap datang. Akhirnya, ayah Dipa menyetujui keinginan anaknya.