ARASVARA.ID - Perunggu merilis lagu ke-11 yang berjudul 33x pada (11/3/2022). Hingga kini, lagu tersebut masih populer di kalangan warganet.

Bahkan, banyak yang menggunakan lagu tersebut sebagai backsound konten, mulai dari pengalaman hidup hingga perjalanan berwisata.

Selain itu, warganet juga merasa relate dengan lirik lagu ini, sehingga mampu membangkitkan semangat mereka dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga: Makna dan Lirik Lagu Dirimu yang Dulu - Anggis Devaki, Saat Cinta Tak Lagi Sama

Makna Lagu 33x - Perunggu

Lagu 33x karya Perunggu memiliki arti keberserahan diri kepada Tuhan. Hal tersebut dapat diketahui melalui bagian lirik "Diatas sang maha daya, Semua kendali terambil alih".

Lirik lagu ini juga menggambarkan kehidupan yang memiliki banyak tekanan hingga hidup terasa menjadi berat.

Melalui lagu ini, Perunggu seakan menyandarkan pendengar untuk tidak menyerah dengan keadaan.

Mereka seperti mengajak pendengar untuk mengevaluasi ulang visi dan misi serta melihatnya dari sisi yang berbeda.

Baca Juga: Makna dan Lirik Lagu That's Hilarious - Charlie Puth, Manipulasi Mantan Kekasih

Tak hanya itu, mereka juga mengingatkan penggemar agar selalu melibatkan Tuhan dalam setiap langkah yang diambil dalam hidup.

Lirik Lagu 33x - Perunggu

Risalah terikatnya

Batin dan raga yang mengunci

Diatas sang maha daya

Semua kendali terambil alih

Jikalau kau keluhkan

Dengung sumbang yang mengganggu

Buka lagi visimu

Kau tahu mana urutan satu

Diantara pusaran nirfungsi

Petakan semua lagi

Titik tuju yang tlah terpatri

Melamban bukanlah hal yang tabu

Kadang itu yang kau butuh

Bersandar hibahkan bebanmu

Rotasikan pandanganmu

Ambil sudut yang terbaru

Belum pernah kau coba

Lihat semua bukan dari matamu

Kelak kau kan mengingat

Yang membawamu kesini

Kami pernah disitu

Di posisimu

Helakan kesahmu

Diantara pusaran nirfungsi

Petakan semua lagi

Titik tuju yang tlah terpatri

Melamban bukanlah hal yang tabu

Kadang itu yang kau butuh

Bersandar hibahkan bebanmu

Tak perlu kau berhenti kurasi

Ini hanya sementara

Bukan ujung dari rencana

Jalanmu kan sepanjang niatmu

Simpan tegar dalam hati

Dua sembilan kau terus mencari

Ho oh

Sebutlah namaNya

Tetap di jalanNya

Kelak kau mengingat

Kau akan teringat

Sebutlah namaNya

Tetap di jalanNya

Kelak kau mengingat

Kau akan teringat

Sebutlah namaNya

Tetap di jalanNya

Kelak kau mengingat

Kau akan teringat

Sebutkanlah namaNya

Resapilah jalanNya

Kelak kau mengingat

Kau akan teringat

Terus berenang

Lanjutlah mendaki

Terus berenang

Lanjutlah mendaki

Terus berenang

Lanjutlah mendaki

Terus berenang

Lanjutlah mendaki

Siapa Saja Personil Perunggu?

Perunggu merupakan grup band yang terdiri dari tiga orang personil yaitu, Adam Adenan, Ildo Hasman, dan Maul Ibrahim.

Ketiga orang ini berhasil mendirikan grup band Perunggu sejak tahun 2019 dengan lagu pertama berjudul "Menyala".

Hingga artikel ini terbit, grup band ini telah merilis lagu lebih dari 26 single dengan dua album. Album tersebut bertajuk Memorandum yang rilis pada tahun 2022 dan Dalam Dinamika di 2025.

Baca Juga: Makna dan Lirik Lagu La La Lost You - NIKI, Lengkap dengan Terjemahannya

Sisi Lain Personil Perunggu

Ternyata grup band perunggu mempunyai sisi lain yang belum banyak orang ketahui.

Berawal dari keisengan ketiga personilnya, alhasil perunggu dijuluki sebagia "Band Rock Pulang Kantor" oleh penggemarnya.

Pasalnya, ketiga personil tersebut merupakan pekerja penuh waktu di berbagai perusahaan ternama Indonesia.

Baca Juga: Makna dan Lirik Lagu Less - Olivia Rodrigo, Lengkap dengan Terjemahannya, Berpisah Karena Tidak Ingin Saling Menyakiti

Melansir dari akun TikTok @kulturdomestik, perjalanan karir mereka telah mencapai posisi yang cukup gemilang.

Sang vokalis Maulana Ibrahim tercatat memiliki pengalaman di bidang product management dan pernah menjabat sebagai Head of Product di Neobank.

Sementara itu, Adam Adenan sebagai gitaris berpengalaman dalam bidang konsultasi dan korporasi, bahkan sempat menjadi bagian PricewaterhouseCoopers (PwC).

Sedangkan drummer, Ildo Hasman, mempunyai rekam jejak karir di bidang industri teknologi dan mobilitas dan sempat menduduki posisi Chief Product Officer.

Kini mereka memilih untuk fokus dalam dunia musik dan resmi melepaskan pekerjaan pada tahun 2025.