ARASVARA.ID - Raim Laode merilis lagu dengan nuansa religi berjudul Iqro' pada (17/2/2026) sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan Ramadhan. Kemudian judul lagu tersebut menjadi tajuk salah satu albumnya.
Lagu tersebut terinspirasi dari Al-Qur'an surah Al-Alaq ayat pertama "Iqro'" yang berisi perintah untuk bacalah. Selain itu, album "Iqro" sempat menduduki peringkat 1 Top Albums Indonesia di Spotify periode 24 - 30 April.
Hingga kini, masih banyak warganet yang menjadikan lagu ini sebagai backsound, baik konten religi maupun video cinematic keindahan alam semesta, di berbagai platform sosial media.
Makna Lagu Iqro' Karya Raim Laode
Lagu Iqro' mengisahkan perjalanan spiritual seorang hamba dalam meningkatkan keimanannya kepada Tuhan semesta alam.
Ia memperhatikan seluruh makhluk hidup yang ada di sekitarnya, mulai dari bintang, pepohonan hingga galaksi bima sakti. Ketakjubannya kepada Tuhan semakin bertambah saat menyadari bahwa semuanya berjalan secara teratur.
Selain itu, lirik lagu tersebut juga berisi permohonan doa agar selalu diberikan petunjuk atau hidayah saat menjalani kehidupan yang fana.
Dalam lagu Iqro', Raim mengajak pendengar untuk merenungkan segala kekuasaan dan kebesaran Tuhan yang Maha Esa, sekaligus menyadarkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan tak berdaya sehingga tidak ada sesuatu yang perlu diagungkan.
Lirik Lagu Iqro' Karya Raim Laode
Bintang bintang dan pepohonan
Kedua bersujud pada-Nya
Masih kukagum tentang langit
Kokoh dan tinggi tak bertiang
Siapakah aku sebenarnya
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
Ku masih mencari
Tentang arti dunia
Yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Semua Kau cipta berpasang
Sebab hanya Engkau yang satu
Seluruh bima sakti sujud
Tak ada satu pun yang luput
Siapakah aku sebenarnya
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
Ku masih mencari
Tentang arti dunia
Yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Baru aku mengerti
Ternyata bahagia
Bukan perkara nanti tetapi sekarang
Harta paling berharga
Bukanlah materi
Tetapi tentang waktu
Tak bisa ku tahan