ARASVARA.ID - Sinetron Terikat Janji Episode 115 memperlihatkan kondisi hubungan Sena dan Davina yang makin berjauhan. Bahkan, kini Davina secara gamblang menyatakan hubungan mereka telah selesai di depan keluarganya.

Sementara Sena tetap berusaha menjalin interaksi dengan Davina, meski perempuan itu selalu menjauhinya. Ia menggunakan berbagai cara agar bisa berdekatan dengan Davina.

Bagaimana usaha Sena untuk selalu bersama Davina? Ikuti artikel ini sampai akhir ya.

Baca Juga: Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 114: Terjadi Kesalahpahaman Antara Sena dan Davina

Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 115:

Setelah makan malam bersama Rafi dan Sarah, Davina pamit untuk pulang. Namun, di tengah perjalanan ia melihat sebuah taman yang indah. Davina yang sedang kalut memutuskan untuk menenangkan diri di taman tersebut.

Sementara itu, Sena sedang menjalankan perintah dari atasannya. Mereka akan memberantas sindikat penjualan obat-obatan terlarang di area publik.

Tim Sena yang dipimpin IPTU Tommy sempat kualahan melawan pengedar. Sebab, ia mempunyai kemampuan bela diri yang baik. Dengan keahlian menembak yang Sena miliki, ia berhasil melumpuhkan pelaku.

Baca Juga: Sinopsis Sinetron Terikat Janji Episode 113: Dipa Mengancam Melani

Setelah kasus selesai, Sena pamit pulang. Namun, Sena justru melihat Davina yang sedang duduk sendiri di taman. Sena melihat Davina menangis, namun dia enggan menghampiri Davina. Sebab, Davina pasti akan pergi menjauhinya. Sena memilih untuk mengawasi perempuan itu dari jauh.

Beberapa saat kemudian, petir saling berkilatan menjadi penanda bahwa hujan akan turun. Sena segera mengambil payung dari mobilnya, ia meminta tolong kepada orang lain untuk memberikan payung tersebut kepada Davina.

Davina mengernyit keheranan saat orang yang tidak dikenal memberikan payung kepadanya. Namun, karena hujan mulai turun, Davina menerima dan menggunakan payung tersebut.

Belum sempat Davina beranjak dari tempat itu, petir menyambar pohon yang ada di atas kepalanya. Sena yang melihat batang pohon akan tumbang segera berlari menghampiri Davina dan menariknya keluar dari area tersebut.

Davina terkejut melihat keberadaan Sena, kemudian dia mengucapkan terima kasih dan pergi. Namun, Sena menahan Davina, ia menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang. Davina meolak dengan tegas, ia juga menyatakan agar Sena menjaga jarak dengannya.

Page Break

Keesokan paginya, Davina sakit karena kehujanan. Saat sedang berbaring di tempat tidur, pembantu di rumah Davina membawakan wedang jahe merah. Davina mengira, itu buatan pembantunya, padahal wedang tersebut dikirim oleh Sena secara diam-diam.

Namun, kebenaran terungkap di meja makan. Sebab, Mayang merasa heran dengan bahan-bahan wedang tersebut. Ia merasa tidak pernah stok jahe merah. Akhirnya pembantu mereka mengaku bahwa minuman itu diberikan oleh Sena

Davina yang mendengar perkataan itu langsung marah, dia juga mengungkapkan di depan keluarganya bahwa Davina tidak memiliki hubungan aoapun dengan Sena saat ini.