ARASVARA.ID - Pada (23/2/2022), Tulus merilis lagu berjudul "Tujuh Belas" yang ia tulis bersama Petra Sihombing.

Lagu tersebut merupakan ajakan Tulus kepada para pendengar untuk merayakan jiwa muda yang diharapkan terus menatap dalam diri manusia sepanjang perjalan hidupnya.

Arasvara menyajikan artikel berisi makna sekaligus lirik lagu "Tujuh Belas" karya Tulus yang dapat membangkitkan semangat para pendengarnya.

Baca Juga: Makna Lirik lagu "Drop Dead" Olivia Rodrigo: Wanita Memendam Perasaan Secara Mendalam!

Makna Lagu "Tujuh Belas" Tulus

Lagu "Tujuh Belas" mengajak para pendengar bernostalgia mengenang masa remaja mereka, terutama saat masih duduk di bangku sekolah.

Masa sekolah adalah waktu yang menyenangkan dalam hidup. Sebab, di masa tersebut kebahagian dapat diraih melalui hal-hal sederhana, seperti tanggal merah. Selain itu, cobaan terberat semasa sekolah hanyalah ujian matematika.

"Tujuh Belas" juga menggambarkan tentang jiwa muda yang dipenuhi semangat membara serta minimnya rasa takut, sehingga merasa bebas melakukan semua hal yang mereka inginkan.

Baca Juga: Makna Lirik Lagu "Bersenja Gurau" Raim Laode, Janji Tuhan Memberikan Kemudahan

Di bagian akhir, terdapat pernyataan bahwa kehidupan akan terus berubah dan dipenuhi tantangan seiring bertambahnya usia, tetapi kenangan indah akan selalu menjadi bagian yang abadi dalam hidup.

Lirik Lagu "Tujuh Belas" Tulus

Masihkah kau mengingat di saat kita masih 17?

Waktu di mana tanggal-tanggal merah terasa sungguh meriah

Masihkah kauingat cobaan terberat kita, Matematika?

Masihkah engkau ingat lagu di radio yang merdu mengudara?

Kita masih sebebas itu

Rasa takut yang tak pernah mengganggu

Batas naluri bahaya

Dulu tingginya lebihi logika

Putaran Bumi dan waktu yang terus berjalan menempa kita

Walau kini kita terpisah, namun, jiwaku tetap di sana (hey)

oh, di masa

Rasa takut yang tak pernah mengganggu

Di masa naluri bahaya

Dulu tingginya lebihi logika

Muda jiwa, selamanya muda

Kisah kita abadi selamanya

kita masih sebebas itu

(Rasa takut yang tak pernah mengganggu)

Rasa takut yang tak pernah mengganggu

(Batas naluri bahaya, oh-oh)

(Dulu tingginya lebihi logika)

Sederas apa pun arus di hidupmu

Genggam terus kenangan tentang kita

Seberapa pun dewasa mengujimu

Takkan lebih dari yang engkau bisa

Dan kisah kita abadi untuk s'lama-lamanya