ARASVARA.ID - Pada hari Jum’at 12 Juni 2026, Jennifer Coppen dan Justin Hubner pemain bola Timnas Indonesia resmi melangsungkan akad pernikahan di Bali.
Rangkaian acara pernikahan digelar selama 4 hari yang mencakup berbagai prosesi sakral dimulai dari pengajian, siraman hingga resepsi. Semuanya terlaksana dengan lancar dan meriah.
Namun, banyak orang yang salah fokus dengan anak Jennifer pada pernikahan sebelumnya, yaitu Kamari Sky Wassink. Balita berambut blonde tersebut terlihat tenang dan anteng mengikuti setiap rentetan acara.
Mengapa Kamari Tenang di Pernikahan Jennifer?
Banyak yang penasaran pada parenting Jennifer. Ingin tau apa saja yang dilakukannya pada Kamari? Ikuti artikel ini lebih lanjut.
1. Tidak Konsumsi Gula
Jennifer menghindari pemberian gula pada anaknya sebelum usia 2 tahun. Hal tersebut dapat dilihat dari setiap usahanya dalam mengolah makanan seperti membuat kue ulang tahun untuk Kamari tanpa gula.
Menurut ahli gizi, anak kecil yang keseringan mengkonsumsi gula buatan rentan mengalami lonjakan energi, sehingga dapat menyebabkan tantrum pada anak.
Sumber gula alami bagi tubuh si kecil dapat diperoleh dari buah-buahan atau sayuran.
2. Pemberian Real Food
Kamari dibiasakan mengkonsumsi makanan utuh (real food), bukan makanan kemasan tinggi natrium dan pengawet.
Secara biologis, real food menjaga kesehatan mikrobioma usus (pencernaan). Usus yang sehat dapat mempengaruhi saraf otak karena menghasilkan neurotransmitter seperti serotonin. Sehingga anak jadi lebih tenang dan cepat menangkap stimulasi.
3. Melibatkan Anak Dalam Lingkungan Positif
Jennifer sering mengajak anaknya berinteraksi langsung dengan orang banyak. Kamari dilibatkan dalam setiap kegiatan ibunya seperti bekerja, hangout dan lain sebagainya.
Hal tersebut membuat Kamari terbiasa beradaptasi secara cepat dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, Jenn juga menjaga anaknya dari pengaruh negative.
4. Validasi Emosi
Sejak kamari bisa memahami kosa kata dia selalu didengar dan jarang dihakimi oleh orang dewasa yang berada di sekitarnya.
Dengan validasi emosi yang diterimanya, si kecil mampu memproses emosi dan memahami setiap situasi.
5. Batasan Tegas
Pernah Kamari memukul wajab ibunya, kemudian Jenn memerintahkan anaknya untuk merenungi kesalahan dengan dihukum menghadap tembok.
Menegaskan batasan pada buah hati sangat penting untuk membentuk kepribadiannya.
Dengan parenting yang tepat, anak dapat tubuh lebih matang secara emosional serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. (NRK)