Aktivitas anak-anak dengan latar belakang suasana tidak biasa tampak di halaman TK Strada Santa Theresia, Kamis pagi tadi (23/07/2026) kemarin. Area bermain dan kompleks sekolah di wilayah tersebut dipenuhi riak gelak tawa dan warna-warni peralatan mainan kayu dan tali akibat diadakannya pengenalan bermacam permainan tradisional yang menyerupai pesta rakyat kecil, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026. Fenomena kemunculan permainan masa lalu seperti lompat tali, engklek, congklak serta cublak cublak suweng ini kembali menjadi sorotan dan daya tarik edukasi setelah memasuki era pesatnya gawai digital. Meski menghadirkan pemandangan seru yang tidak biasa dan memikat puluhan anak untuk antusias mencoba, kondisi tersebut menyimpan tantangan tersendiri bagi pembentukan karakter anak usia dini. Rasa asing yang sempat canggung saat memainkan alat-alat manual menjadi indikasi adanya pergeseran budaya berkala yang harus dihadapi oleh para pendidik dan orang tua di lingkungan sekolah, terutama dalam memberi jeda bagi dunia anak dari paparan dunia digital serta melestarikan permainan tradisional. Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya melestarikan warisan budaya bagi anak-anak, sekaligus menjadi momentum bagi pihak sekolah agar pengenalan tradisi ini dapat dinikmati secara menyenangkan dan berkelanjutan di masa mendatang. (Ahmad Tri Hawaari)