ARASVARA.ID - Simbol tiga jari belakangan menjadi elemen yang menarik perhatian masyarakat terutama dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026 dan kini berkembang luas di media sosial.
Gambar tiga jari menyebar luas di Instagram, TikTok, X, hingga Threads. Warganet terus membagikan simbol tersebut, kerap dikaitkan dengan aksi solidaritas dan perlawanan terhadap sesuatu yang dianggap tidak adil.
Adapun, gestur tiga jari disebut juga sebagai three finger salute. Bukan hanya ketika demonstrasi dan viral di media sosial, tetapi kini banyak musisi yang turut acungkan tiga jari ke udara di tengah aksi panggung mereka.
Lantas, apa sebenarnya maksud dari simbol tiga jari serta asal-usulnya? Ketahui informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Simbol Tiga Jari di Indonesia?
Simbol tiga jari memiliki makna yang universal. Namun untuk di Indonesia sendiri, konteksnya berkaitan dengan demonstrasi dan gerakan sosial yang digunakan untuk menyampaikan pesan solidaritas.
Gestur tersebut tampak dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil beberapa waktu lalu, tepatnya pada 20 Oktober dan 28 Oktober 2026.
Dalam konteks tersebut, penggunaan simbol tiga jari dipahami sebagai bahasa virtual yang menyatukan para peserta demonstrasi dan dikaitkan dengan keresahan terhadap kebijakan publik serta persoalan sosial.
Simbol tiga jari kemudian berlanjut menyebar di media sosial dan diunggah oleh banyak akun pengguna. Hal tersebut dapat diartikan sebagai bentuk solidaritas warganet dalam menyampaikan aspirasinya meskipun hanya melalui virtual.
Asal Usul Tiga Jari dari The Hunger Games
Sejalan dengan itu, popularitas simbol tiga jari seringkali disebut terinspirasi dari seri novel dan film terkenal berjudul The Hunger Games.
Melansir laman The Hunger Games Fandom, dijelaskan bahwa gestur tersebut digunakan oleh penduduk distrik 12 sebagai rasa hormat, simpati, dan perpisahan di awal cerita. Kemudian seiring berjalannya waktu berubah menjadi simbol perlawanan.
Three Finger Salute menjadi gestur yang digunakan untuk protes terhadap Capitol, pusat kekuasaan yang menindas masyarakat di dalam The Hunger Games. Masyarakat mengacungkan tiga jari sebagai lambang solidaritas dan memperjuangkan kebebasan.
Novel dan adaptasi film The Hunger Games yang memiliki popularitas besar membuat simbol tersebut semakin dikenal luas hingga internasional.
Salam Tiga Jari di Berbagai Negara
Simbol tiga jari berkembang dari The Hunger Games hingga terealisasikan di dunia nyata lewat sejumlah gerakan sosial yang dilakukan di berbagai negara, khususnya Asia Tenggara.
Salah satu negara yang memulai aksi tersebut adalah Thailand di tahun 2014 lalu ketika menentang kudeta dan mengacungkan tiga jari sebagai pentuk penolakan.
Kemudian, Hongkong juga pernah memakai simbol tiga jari ketika Gerakan Payung tahun 2014 dan demonstrasi di 2019 dan 2020. Gestur itu diacungkan oleh demonstran untuk menyuarakan tuntutan politik secara solid.
Negara Asia Tenggara lainnya ialah Myanmar pada kudeta militer di tanggal 1 Februari 2021 lalu. Salam tiga jari menjadi simbol perlawanan menentang ambil alih kekuasaan.
Musisi Indonesia Salam Tiga Jari di Atas Panggung
Fenomena mengacungkan tiga jari pun turut diramaikan oleh sederet musisi Tanah Air di tengah aksi panggung mereka, bahkan mengajak penonton untuk ikut serta mengangkat tangannya.
Mulai dari Ziva Magnolya, penyanyi tersebut angkat tiga jari ke udara ketika tampil sebagai bintang tamu dalam konser LANY di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026 saat menyanyikan lagu Stuck.
Musisi legendaris Iwan Fals pun turut menunjukkan gestur tiga jari saat konser di Depok pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Aksinya secara kompak diikuti oleh ribuan penonton.
Lebih dari itu, sederet musisi lain yang berpartisipasi menyebarkan solidaritas salam tiga jari adalah Yura Yunita, Mahalini, Fiersa Besari, Keisya Levronka, Winky Wirawan, Pamungkas, dan lain-lain.
Demikian informasi mengenai simbol tiga jari yang belakangan tengah ramai diperbincangkan tentang asal usul dan maknanya di Indonesia.